
...🥀🥀🥀...
"Kamu istirahat di mana, La?" suara Danu dari arah belakang, mengagetkan Layla yang baru saja ke luar dari toilet putri.
Layla mengadahkan wajahnya, menatap mata tajam Danu, "A- aku istirahat di ----- ma- mau apa kau tanya tanya itu, gak penting juga kan aku jawab. Urus urusan mu sendiri!" terang Layla dengan berjalan melewati Danu.
Grap.
Namun Danu mencekal pergelangan tangan Layla, menyudutkan Layla di dinding.
"Lo cuma perlu jawab apa yang gue tanyain ke lo! Kenapa nomor hape lo gak aktif? Lagi sama cowok, lo?" cicit Danu dengan tatapan menyelidik.
"Bukan urusan lo, pak Danu!" Layla mendorong dada Danu, membuat jarak di antara ke duanya.
"Urusan gue! Lo lupa status gue? Ayah Noval terus telpon lo, tapi gak nyambung. Gue harus jawab apa, kalo ayah Noval telpon gue lagi?" cecar Danu dengan tatapan tajam, seolah sedang menghakimi Layla.
"Gue lupa cas hape, hape gue lobet. Udah kan!" Layla menyingkirkan Danu dari hadapannya.
Grap.
Danu mencekal kembali pergelangan tangan Layla. Membuat mereka kini saling berhadapan.
"Ada apa lagi? Tadi kan gue udah jelasin!" Layla berusaha melepaskan tangannya dari cekalan tangan Danu.
Danu berbisik di telinga Layla, lalu melepaskan cekalannya. "Jangan lupa status lo! Di sekolah, gue ini guru lo! Tapi di luar, gue tunangan lo!" Danu mengecup sekilas pipi Layla, lalu berlalu pergi.
Dalam hati Danu merasa menang, gue harap itu anak bisa lebih menjaga sikapnya saat berhadapan dengan gue!
Layla mengepalkan tangannya, menatap punggung Danu dengan kesal. "Kurang ajarrr, berani dia cium pipi gwe! Guru mesummm, apaan tuh tunangan! Ogah gue tunangan sama lu!"
"Kesambet lo, La! Mau ke wc apa udah dari wc?" tanya Sopur dengan senyum penuh arti.
"Gak, gue udah duluan dari wc!" Layla melanjutkan langkah kakinya, bukan kembali ke taman belakang sekolah, melainkan kembali ke kelas.
Sopur menggelengkankan kepalanya, menatap punggung Layla dengan sinis, gak nyangka gue, diem diem menghanyutkan lo, La! Mau aja di cium sama guru pengganti, gampangan lo, La!
"Kenapa muka lo, La? Lecek amat!" tanya Nina dengan menggeser kertas nasi yang di jadikan alas untuk bakwan dan tahu goreng yang ia beli di kantin ke depan Layla.
"Lecek, di kata seragam sekolah kali lecek. Udah makan buat lo aja, gue udah kenyang!" Layla menggeser kembali kertas nasi itu ke depan Nina.
"La, tar pulang sekolah temenin gue ke toko buku. Mau kaga?" tanya Nina dengan tatapan penuh harap.
"Emmm gimana ya, gue gak bawa motor, Nin. Mau nganter lo pake apaan ya?" Layla menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
"Kalian berdua biar nebeng mobil gue aja, mau kan?" tawar Sopur yang sudah berdiri di depan meja Nina dan Layla.
"Gak deh, aku belum bilang sama ayah." tolak Layla.
"Telpon ayah kamu aja, La... bilang mau temenin aku. Kita kan perginya bertiga, pasti boleh." terang Nina dengan semangat.
"Hape aku mati, semalam lupa cas." jelas Layla.
Sopur menyodorkan hape pada Layla, "Lo bisa pake hape gue! Lo inget kan nomor kontak ayah lo? Coba aja lu telpon dari situ." terang Sopur.
...----...
Setelah pulang sekolah, kini mereka bertiga Nina, Sopur dan Layla berada di toko buka. Mengantar Nina mencari buku. Setelah sebelumnya Layla di perbolehkan Noval.
"Kita nonton dulu yuk! Biar gue yang teraktir. Sayang kan udah di mall, cuma beli buku doang." bujuk Sopur.
"Gak deh, aku mau langsung pulang aja!" tolak Layla.
"Bentar aja La, kita cari yang durasi filmnya 2 jam, abis itu kita pulang." bujuk Nina.
"Ayo lah La, tar gue deh yang anterin kalian pulang, nyampe rumah." terang Sopur.
"Ya udah, tapi yang 2 jam, abis itu langsung anterin aku pulang ya, Sopur!" pinta Layla.
"Siap bos!" Sopur bersikap siap dan hormat, kena lo Layla. Lo pikir siapa, berani nolak ka Nugi! Kemakan juga kan lo sama jebakan gue dan ka Nugi!
"Ya udah, kalian beli tiket, sementara gue cari cemilan." Sopur menyerahkan selembar uang kertas pada Nina.
"Gini kan baru seru." ucap Nina.
Danu terus mengikuti Layla dari kejauhan, dengan kaca mata hitam dan topi serta jaket yang membalut tubuhnya.
"Udah dapet buku, bukannya pulang, malah keluyuran." gerutu Danu.
Flashback Danu.
Danu yang sedang makan siang di ruang guru, dengan beberapa rekannya nampak terusik dengan dering telpon yang terus menjerit dari hapenya.
"Di jawab aja, pak! Mungkin penting!" ucap bu Dewi dengan sesekali mencuri pandang pada Danu.
"Dari tunangannya ya, pak?" tebak pak Asep.
"Bukan, ini dari ayah mertua. Saya jawab dulu panggilannya, pak, bu!" Danu beranjak dari duduknya, menyingkir dari beberapa guru yang menatapnya dengan penuh selidik.
__ADS_1
[ "Assalamualaikum, nak Danu. ] suara Noval langsung terdengar, setelah Danu menjawabnya.
"Waalaikum salam, yah. Ada apa lagi yah?" tanya Danu dengan to the poin.
[ "Bisa ayah minta tolong sama kamu, nak? Barusan Layla menghubungi ayah lewat nomor telpon Sopur, temannya... Layla izin sama ayah, mau menemani temannya membeli buku. Tapi perasaan ayah ada yang mengganjal, membiarkan Layla pergi dengan temannya, sedangkan Layla sendiri hapenya masih lobet." ] ucap Noval dengan suara yang terdengar khawatir.
"Biar nanti Danu ikutin mereka pergi, yah."
Danu dapat mendengar suara hembusan nafas lega dari Noval.
[ "Terima kasih sebelumnya ya, nak! Maaf ayah merepotkan mu." ] ucap Noval.
"Sudah menjadi kewajiban Danu, yah! Memastikan dia baik baik saja."
Flashback and.
Danu memutuskan duduk di sebuah kafe yang ada di dalam gedung bioskop, sambil menunggu Layla.
Pandangan dan telinganya terusik, saat melihat 2 bocah sekolah menengah atas yang duduk tidak jauh dari meja yang ia tempati, ke duanya tampak mencurigakan.
"Lo yakin, mau ngerjain itu anak?" tanya seorang anak SMA pada rekannya.
Rekannya yang duduk di depannya, tampak memasukkan sesuatu ke dalam minuman yang ada di atas meja. Lalu mengaduknya dengan sedotan.
"Yakin lah, dia bakal nyesel udah nolak gue!" ucapnya dengan seringai di bibirnya.
"Gila lo Nugi! Terus itu anak mau lo apain?"
"Yang pasti gue ajak seneng seneng lah! Gue udah ke luar duit banyak, masa gue gak dapet apa apa! Rugi cuy!" ucap Nugi dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Nugi? Gak mungkin kan kalo itu anak mau ngerjain Layla?" gumam Danu.
Nugi dan rekannya memasukiii gedung bioskop. Sementara Danu menatap tajam bak elang yang sedang memburu mangsanya ke arah gerobak.
Tidak sampai 1 jam. Nugi dan rekannya masuk, kini Nugi ke luar dari gedung bioskop dengan memapah Layla di bantu temannya.
"Maaf dek, temannya kenapa?" tanya satpam bioskop dengan tatapan menyelidik pada anak SMA yang tengah memapah teman wanita nya.
Bersambung...
...🥀🥀🥀...
Menuangkan segala ke haluan lewat kata. Dari kata menjadi kalimat. Dari kalimat yang terangkai menjadi sebuah karya 😅😅😅
__ADS_1
...Jangan lupa tinggalin jejak, like, rate 😅 komen dah kalo perlu....
...Makasih yooo ☺️☺️...