Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Buang waktu


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


"Astagfirullah Nyonya besar, kalo bicara ya di pikir dua kali. Ucapan itu sama aja do'a. Lebih baik Nyonya besar ucapkan yang baik baik aja!" seru pak supir panjang kali lebar, menasehati Tati yang gak lain istri dari sahabat nya.


Bugh.


Tati melayangkan kepalan tangan nya pada kepala supir nya, hingga kepala sang supir condong ke depan.


"Gak usah sok ikut menasehati kamu ya! Kamu di sini cuma kerja, jadi babu! Persetannn dengan pertemanan mu dengan suami ku!" umpat Tati dengan mata melotot.


Sang supir membuang nafas kasar. 'Sabar sabar, jika bukan karena Yanto yang udah baik terhadap keluarga ku, gak mungkin aku bisa bertahannn hingga sampai saat ini. Gak habis pikir aku terhadap mu Yanto, bisa ya sabar menghadapi istri seperti Tati ini?'


"Gara gara mengumpat mu, aku jadi haus. Berhenti, jika kau melihat supermarket!" titah Tati memainkan benda pipih nya.


"Baik Nyonya besar."


Gak lama, sang supir menghentikan laju mobil yang ia kemudikan tepat di parkiran, depan sebuah supermarket.


"Maaf Nyonya besar, kita sudah sampai di supermarket." ujar samg supir, menyadakan Tati yang asik memainkan hape nya.


"Hem!"


"Kata nya Nyonya besar haus, ingin beli minum!" seru sang supir, mengingatkan kembali, tujuan ia memarkir mobil di depan supermarket.


"Tunggu apa lagi! Cepat turun, belikan aku minum! Jadi supir kok gak peka banget, gak tau apa tugas seorang supir tuh apa! Harus di kasih tau dulu! Benar benar menjengkelkan!" gerutu Tati menoleh ke luar jendela.


"Saya akan belikan Nyonya besar. Tapi maaf, uang nya!" sang supir mematikan mesin mobil nya, menoleh ke belakang, dengan tangan kanan mengadah.


"Pakai uang mu lah! Masa uang ku, aku gak punya uang kecil!" ketus Tati.


"Saya akan belikan untuk Nyonya." pak supir sudah menggenggammm hendle pintu mobil, baru menurunkan satu kaki nya. Tati berseru menghentikan langkah pak supir.


"Tunggu sebentar!" seru Tati.


"Ada apa lagi Nyonya besar?" pak supir menoleh.


"Nyalakan pendingin ruang nya! Kau mau memanggang ku hidup hidup! Gak tau cuaca lagi panas apa!" gerutu Tati.


Gak mau banyak debat, pak supir yang usia nya sama dengan Yanto pun, langsung menghidupkan kembali mesin mobil nya. Membiarkan pendingin ruang tetap menyala.

__ADS_1


"Cepat turun, jangan lama lama! Gak tau apa aku ini sibuk! Aku tuh udah di tunggu orang tau gak!" umpat Tati lagi, melirik jam digital yang ada di hape nya.


Beberapa menit kemudian, pak supir kembali dengan membawa 5 minuman kemasan botol, dengan aneka jenis.


"Ini Nyonya, minuman nya!" pak supir menyodorkan kantong belanjaan berisi minuman pada Tati.


"Kau gila! Memberi ku minuman sebanyak ini? Apa kau pikir aku ini ikan hah! Hanya butuh minum?" Tati gemasss sendiri, melihat minuman kemasan yang baru aja di beli supir nya.


"Maaf Nyonya besar. Saya gak tau Nyonya besar mau minum apa, terpaksaaa saya belikan semua itu. Biar Nyonya besar bisa memilih minuman yang Nyonya besar suka." ujar pak supir, menjelaskan maksud nya dengan setenang mungkin.


"Ooowh begitu ya maksud mu, tumben otak mu jalan!" Tati memilih minuman teh botol dalam kemasan, lalu meminum nya dari bibir botol.


"Ayo lanjut, kita ke kantor Noval!" titah Tati setelah selesai dengan minum nya.


"Baik Nyonya besar." mobil kembali melaju dengan kecepatan sedang, memecah ruas jalan.


'Mau apa Tati menemui mantan suami nya? Apa Yanto tau, jika Tati ini ingin menemui mantan suami nya?' tanya pak supir dalam hati.


"Maaf Nyonya, Tuan Noval sedang tidak ada di tempat." ucap Reina, karyawan yang sedang berjaga di meja resepsionis.


"Jangan bohong kamu! Sudah jelas jelas jam segini Noval sedang di ruangan nya! Aku ingin menemui nya, ada yang ingin aku bicarakan dengan nya!" cicit Tati dengan ngotot.


"Biasa nya Nyonya, tapi untuk saat ini... Tuan Noval memang gak lagi di kantor." ucap Reina, berusaha sesabar mungkin menghadapi Tati, mantan istri bos nya.


"Gimana ini?" tanya Reina pada teman nya Ella.


"Biarkan aja, toh emang Tuan Noval lagi gak ada di tempat kan!" Ella mengerdikkan bahu nya, tampak acuh dengan Tati yang sudah menghilang di dalam lift.


"Aneh banget ya sekarang bu Tati jadi arogan gitu. Dulu mah baik nya mengalahkan mendiang Nyonya Sifanye." ujar Reina, mengenang kembali Tati yang dulu dengan Sifanye.


"Sssttttt orang udah mati gak usah di sebut sebut. Udah tenang dia di alam sana! Tinggal kita nih yang masih idup. Mau ninggalin amal baik, apa kesan buruk hihihi!" kekeh Ella dengan menutup mulut nya dengan telapak tangan kanan nya.


Prak.


Reina menggeprak lengan Ella dengan cukup kerasss, gemesss dengan kata kata yang ke luar dari bibir Ella. Hingga tubuh Ella hampir terjungkal ke depan.


"Kamprettt lu Reina! Jatoh nih gue! Manusia langka udah kaga ada lagi hihihi kalo gue ampe nyusul Nyonya Sifanye." kekeh Ella yang gak bisa marah.


"Ah lo, jangan mati buru buru. Utang lo belom lunas ama gue!" timpal Reina dengan kekehan juga.

__ADS_1


Brak.


Tati kembali menghampiri meja resepsionis, menggebrak meja resepsionis dengan wajah kesal.


Brak.


"Mati lu!" celetuk Ella yang tetiba lattah dengan menoleh ke arah Tati yang berdiri di depan meja resepsionis.


"Berani kamu nyumpain saya mati?" tanya Tati dengan mata melotot.


"Maaf Nyonya, gak berani. Salah Nyonya sendiri yang geprak meja, saya kan jadi kaget!" kilah Ella dengan kepala tertunduk.


"Kapan Tuan kalian kembali? Suruh dia cepat kembali! Aku menunggu nya!" ucap Tati ketus, dengan tangan kanan di pinggang.


Cring cring cring.


"Panas sekali, pendingin ruangan nya mati apa ya!" cicit Tati dengan tangan kiri di angkat ke depan wajah nya, lalu di goyanggg hingga beberapa gelang kroncong yang menghiasi pergelangan tangan nya saling beradu satu sama lain dan menghasilkan bunyi.


Reina menelan saliva nya dengan sulit, menggaruk tengkuk leher nya yang gak gatal. 'Gak gitu juga kali, orang kaya baru menikmatinnn harta, gini amat ya tampang nya! Norak apa malu maluin sih!'


Ella menyikut lengan Reina dengan sikut nya. Dengan menggerakkan ekor mata nya.


"Maaf Nyonya, Tuan Noval sudah beberapa hari gak masuk kantor. Untuk urusan pekerjaan di serahkan pada asisten nya." cicit Reina.


"Bilang dong dari tadi. Buang waktu saya aja! Percuma saya pake perhiasan banyak, gak jadi bisa memamerkan nya sama Noval!" gerutu Tati, berlalu pergi meninggalkan meja resepsionis.


"Dasar nenek sihir mengkelll!" gumam Ella dengan suara pelan.


"Apaan tuh El, nenek sihir mengkelll?" tanya Reina, mendengar kata ajaib yang ke luar dari bibir Ella.


"Gak tau sih! Asal celetuk aja!" Ella mengerdikkan bahu nya.


"Kita kembali pulang! Urusan saya udah beres di sini!" titah Tati yang sudah duduk di dalam mobil.


Bersambung...


...🥀🥀🥀...


Like dan komentar nya dong, 😅😅

__ADS_1


Hayo yang baca ampe scroll akhir. Kasih rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dong.


...Makasih para pembaca ku yang udah setia ku...


__ADS_2