Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Mengusik hati


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


"Saya suka dengan cara berfikir mu! Tetap lah seperti ini!" puji Arsandi, membuat Mery bersemu dengan memalingkan wajah.


"Apa kamu lagi malu, Mery?" goda Arsandi.


Kreeek.


Mery mencubittt pinggang Arsandi dengan gemasss.


"Awwwhhh sakit juga ya cubitannn mu?" ledek Arsandi, yang merasa sebalik nya.


"Sudah lah, ayo kita kembali ke mobil!" Mery mendahului Arsandi. Namun Arsandi mensejajarkan langkah nya dengan Mery.


Beberapa hari kemudian, setelah liburan dari villa. Jadwal kembali padat untuk Danu, sementara Layla sudah mulai kembali di sibukkan dengan urusan sekolah.


"Ka, aku kangen sama ayah. Pulang dari sekolah, aku boleh kan minta di antar ka Arsandi ke kantor ayah?" tanya Layla yang kini tengah menuju sekolah nya, dengan di antar Danu dan Arsandi yang mengemudi mobil.


"Boleh, tapi nanti jangan lupa kabrin aku ya sayang!" seru Danu, mengelusss lengan Layla yang berada dalam rangkulan nya.


"Kamu pulang nya tunggu Arsandi sampai menjemput kamu ya sayang! Jangan meninggalkan sekolah, apa lagi gerbang sekolah! Ingat itu!" titah Danu, sebelum menurunkan Layla dari mobil.


"Iya Tuan bawel, aku udah boleh turun kan sekarang?" goda Layla dengan manja.


"Boleh, turun lah." ucap Danu, namun mendekat kan wajah nya di depan Layla.


"Ada apa ka? Ada yang sakit?" goda Layla dengan terkekeh.


"Cepat La! Semakin cepat kamu melakukan tugas mu. Maka akan semakin cepat pula aku menurunkan mu." ucap Danu tegas, lalu memejamkan ke dua mata nya.


Cup.


Layla mengecup sekilas bibir Danu.


"Emmmppphh."


Namun dengan cepat, Danu menahannn tengkuk Layla agar tetap diam, untuk beberapa saat. Bibir Danu melumattt bibir ranum Layla, menerobosss masuk dan menari narikan lidah nya di rongga mulut Layla, mengabsen sederet gigi putih Layla yang berjejer rapih.


'Keterlaluan ka Danu, gak tau apa itu ada ka Arsandi! Bikin malu aja sih!' umpat Layla dengan mata membola.

__ADS_1


Sementara Layla dan Danu sibuk dengan urusan nya, Arsandi meluangkan waktu sibuk dengan benda pipih nya. Mengirim pesan singkat untuk Mery.


^^^"Selamat belajar 💖💖!"^^^


Pesan terkirim ke nama kontak Mery dengan menyelipkan gambar hati berwarna merah muda.


Beberapa kali Arsandi mengecek hape nya, menunggu balasan dari Mery.


'Kemana bocah itu? Apa dia gak ada paket data?' batin Arsandi, yang gak pake mikir lagi, langsung mengirimkan paket data untuk nomor kontak Mery.


^^^"Aku sudah mengirimkan mu paket data, cepat balas pesan ku! Kamu sekolah kan? Apa jari mu tengah sakit, hingga tidak bisa membalas chat yang masuk dari ku? 😡"^^^


Arsandi mengirimkan kembali pesan ke nama kontak Mery, dengan menyertakan emote kesal.


Orang yang lagi jatuh cinta suka eror dan gak sabaran, begitu pun dengan Arsandi. Belum menyadari perasaan yang ia miliki untuk Mery.


Hati nya gak karuan, berharap segera di balas pesan yang ia kirim ke Mery.


"Terima kasih sayang ku, istri kecil Tuan Danu!" seru Danu, menyapu bibir Layla yang basah karena ulah nya dengan jemari nya.


"Suami menyebalkan ku! Aku masuk dulu!" sungut Layla, setelah mengecup punggung tangan kanan sang suami. Ia langsung turun dari mobil tanpa takut di curigai, karena mobil yang di gunakan Arsandi berbeda.


"Iya, jangan lama lama! Setelah ini kau masih harus mempersiapkan bahan untuk kita meeting." jawab Danu dengan senyum tersungging.


Brak.


Arsandi langsung ke luar dari mobil, setelah mendapat izin dari sang Tuan.


"Dasar Arsandi! Sudah sejauh mana ya, hubungan nya dengan Mery?" tanya Danu pada diri nya sendiri.


[ "Sayang, apa kamu sudah tau... sejauh mana hubungan Arsandi dengan salah satu sahabat mu?" ] tanya Danu lewat sambungan telepon nya.


^^^"Astagaaa ka, aku gak tau. Sejauh ini aman aman aja." jawab Layla.^^^


[ "Oke kalo begitu, maaf ya sayang Aku sudah mengganggu waktu belajar mu! Belajar yang rajin sayang ku!" ] ucak Danu, sebelum mengakhiri sambutan nya telpon nya.


Arsandi menyelidik dengan mata elang nya, mencari keberadaan bocah yang beberapa hari ini mengusik hati nya.


Grap.

__ADS_1


Sreeek.


"Ekkhhhh!" pekik Mery saat ada tangan besar yang menarikkk nya ke balik dinding kelas.


Baru juga mau teriak dengan hati gak karuan, takut jika itu adalah Bayu yang mau mencoba merengguttt kehormatan nya lagi.


"Pak Arsandi? Ngapain di sini? Bapak gak kerja? Harus nya bapak lagi di kantor kan? Kenapa malah berkeliaran di sekolah?" cecar Mery dengan keterkejutan nya, melihat Arsandi ada di depan mata nya.


"Sudah tanya nya? Jelas aku ke sini untuk menagih mu! Aku ada urusan dengan mu! Kenapa kau abaikan pesan ku? 2 pesan yang aku kirim untuk mu, sama sekali tidak kamu lihat!" umpat Arsandi dengan tatapan menyelidik, mengamati Mery dari ujung kaki hingga ujung kepala.


'Bocah ini baik baik aja, syukur lah. Harus nya aku merasa lega, melihat nya dalam keadaan sehat wal afiat! Baik baik aja, tanpa ada yang luka kulit nya barang secuil.' batin Arsandi.


"Hape aku gak ada, kaya nya jatuh waktu tadi berangkat ke sekolah." ucap Mery dengan mata mengerjap.


"Jadi jangan kangenin aku! Jangan tanyakan kabar pada ku! Toh aku gak bisa lihat atau pun baca, ahahhaha." Mery tergelak, melihat wajah kesal Arsandi.


"Tunggu aku nanti malam. Aku akan menjemput mu!" ucap Arsandi.


"Mau ke mana? Aku lelah lah, gak usah dateng ke rumah. Aku pasti nanti malam akan tidur cepat. Sudah sana pergi! Aku gak mau lihat wajah mu!" usir Mery, memungkiri hati kecil nya.


Arsandi menjawil hidung Mery. "Dasar bocah nakal, berani kau mengusir ku? Aku sudah berbohong pada Tuan Danu... hanya untuk dapat bertemu dengan mu! Ini balasan mu pada ku?" ucap Arsandi dengan kecewa.


"Tentu aja, siapa diri mu untuk ku! Gak penting kan. Dah lah, aku mau masuk!" ucap Mery dengan hati perih, sangat ingin memeluk Arsandi, tapi ia harus tau diri. Ingatan akan jawaban Arsandi masih menari di kepala nya.


'Jangan muncul lagi di hadapan ku, aku takut gak bisa mengendalikan hati dan perasaan ku buat kamu pak Arsandi!' batin Mery.


"Aku akan menjawab semua pertanyaan mu nanti malam, sekarang aku harus kembali. Tuan Danu pasti sudah menunggu ku!" Arsandi mengelusss puncak kepala Mery, menatap nya dengan penuh kasih sayang.


'Aku harus yakin dengan perasaan ku ini!' batin Arsandi, mengayunkan langkah meninggalkan Mery.


"Itu bukan nya mas Arsan? Apa mas Arsandi mau cari aku ya?' batin Julia, melihat Arsandi yang tengah berbelok di selaras gedung dan menghilang dari pandangan nya.


...🥀🥀🥀...


Bersambung...


Like dan komentar nya dong, 😅😅


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...

__ADS_1


...Kehaluan semata...


__ADS_2