Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Kaya nyata


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


"Mau kan kamu menjadi masa depan saya?" tanya Arsandi, dengan tangan kanan mengeluarkan sebuah kotak berudu berwarna merah, dengan cincin permata yang berkilau indah di dalam nya.


Mery menutup mulut nya dengan tangan nya, seakan gak percaya.


"Boleh kan aku sematkan cincin ini di jari mu, Mery?" tanya Arsandi.


"Bapak serius mau sama saya? Sama mah bocil, bapak bukan nya suka sama Julia? Harus nya bapak bilang cinta sama Julia." ujar Mery, masih gak percaya dengan perasaan Arsandi.


"Saya hanya cinta sama kamu, perasaan saya gak bisa berpaling selain ke kamu. Kalo kamu menolak saya, saya bakal loncat dari sana!" Arsandi menunjuk ke arah luar, pembatas lantai bertingkat itu.


"Bapak jangan gila! Bapak gak bodohhh juga kan, masa cuma gara gara di tolak saya, bapak nekat." ucap Mery meremehkan perkataan Arsandi.


Mery mengalihkan perhatian nya dengan meraih hape baru nya. Mulai berseluncur dengan layar pipih yang baru di belikan Arsandi.


Arsandi beranjak dari duduk nya, tanpa berkata ia pun langsung berjalan meninggalkan Mery yang malah sibuk dengan hape baru nya.


Detik berikut nya Mery di buat terkejut dengan suara teriakan orang. Ia bahkan gak nyadar kalo Arsandi gak ada di depan nya lagi.


"Astagaaa itu ada orang loncat itu!" suara teriakan seorang ibu, membuat Mery menoleh ke arah asal suara.


"Lo pak Arsandi, gak ada... jangan jangan orang yang loncat itu beneran pak Arsandi?" tanya Mery pada diri nya sendiri, saat Arsandi gak terlihat di ke dua mata nya.


^^^"Tolongin itu tolongin!" suara pengunjung mall lain nya.^^^


^^^"Astagaaa itu mah udah pasti mati bae, tinggi bener dari lantai 3 ke lantai satu. Kesian banget ya!" gumam pengunjung yang gak jauh dari Mery.^^^


Deg.


Mery terpaku di buat nya, baru tadi ia bicara dengan Arsandi, dan sekarang Arsandi benar benar melakukan apa yang ia katakan.


'Jadi itu beneran pak Arsandi? Pak Arsandi kenapa nekad banget si? Ya Allah jahat banget lu pak, gue baru aja ada rasa sama lu. Masa iya itu lu pak?' batin Mery.


Dengan tatapan kosong, hati Mery seakan terhempas ke jurang. Otak nya gak bisa mikir untuk berbuat apa, ke dua lutut nya seakan lemasss tanpa bertulang.


Tik tik tik.

__ADS_1


Sebuah tangan menjentik di depan wajah Mery. Membangunkan Mery dari lamunan panjang nya.


"Maaf, saya lama. Tadi terlalu antri di toilet." ucap Arsandi yang langsung mendudukan diri nya di kursi yang tadi ia duduki.


Mery mengerjapkan mata nya, tangan nya pun ikut bergerak mengucek ucek ke dua mata nya dengan punggung tangan nya. Dengan perasaan yang gak karuan, Mery menatap dan memperhatikan pria yang kini duduk di hadapan nya.


"Ayo di makan, saya pikir kamu udah makan duluan. Tapi ternyata kamu nungguin saya makan nya! Saya jadi terharu." ujar Arsandi, menoleh sesaat ke arah Mery, lalu sibuk kembali dengan makanan yang sudah ia pesan.


'Ini beneran pak Arsandi? Terus orang yang tadi loncat itu, cuma halusinasi gue doang gitu? Astagaaa begooo nya gue, mana mungkin pak Arsandi mau rela mati cuma buat gue terima cinta nya! Dasar begooo lo Mery!' Mery merutuki diri nya sendiri dalam hati.


"Aaaa!" seru Arsandi, yang tengah mengarahkan suapan ke depan mulut Mery.


"Hah emmmppp." baru membuka mulut, Arsandi langsung menyuapkan suapan nya ke mulut Mery, membuat gadis itu mengunyah nya karena terkejut.


"Apa yang kamu fikirkan, hem? Kaya nya lagi gak fokus banget, saya dari tadi ada di sini loh! Di hadapan kamu!" gerutu Arsandi, menatap Mery yang tampak berbeda.


"Maaf!" ucap Mery, dengan masih mengunyah makanan nya.


"Kaya nya kamu harus ikut saya dulu, gak apa kan... kalo kamu ikut saya ke kantor dulu. Ada berkas yang harus saya ambil." ujar Arsandi lagi.


"Aku bisa naik taksi, pak Arsandi kalo mau lanjut kerja... lanjutin aja." usul Mery yang gak mau ngerepotin Arsandi.


"Tau gitu, ngapain nanya!" sungut Mery kesal.


"Ahahaha kau lucu sekali. Ayo lanjutkan makan mu!" titah Arsandi.


Di dalam mobil pun Mery gak banyak bicara, pikiran nya masih mengambang pada lamunan nya saat di restoran tadi.


Beberapa kali Mery menoleh ke samping, ke arah Arsandi yang tengah fokus dengan setir kemudi nya.


"Ada apa? Apa ada yang mengganjalll? Apa ada yang ingin kamu tanyakan? Katakan saja, gak usah bingung gitu." bujuk Arsandi.


'Sebenar nya aku sangat ingin mengatakan perasaan ku pada mu, tapi seperti nya hati mu lagi gak karuan. Jika aku mengatakan nya, aku hanya akan menambah beban pikiran mu. Nanti saja lah aku mengatakan nya pada mu, Mery!' batin Arsandi menimbang.


"Jika aku mengatakan nya, kamu jangan mentertawakan ku pak!" ucap Mery ragu.


"Mengatakan nya aja belum, gimana aku mau mentertawakan mu hem? Kamu ini!"

__ADS_1


Mery mengembuskan nafas kasar nya sebelum bercerita pada Arsandi.


'Kenapa anak ini? Apa habis patah hati?' batin Arsandi, namun tetap setia menunggu Mery sampai mau bercerita.


"Tadi di restoran, aku kaya nya ngelamun tapi kaya nyata. Pak Arsandi itu menjatuhkan diri dari lantai 3 dan terjun bebas ke lantai 1." ucap Mery menggantung cerita nya.


Arsandi mengerutkan kening nya. "Masa sih? Kenapa saya bisa menjatuhkan diri kaya gitu?" tanya Arsandi ingin tahu.


"Karena untuk membuktikan perasaan bapak ke saya. Itu yang sejak tadi mengusik pikiran saya pak!" ucap Mery pada akhir nya.


"Sejauh itu pikiran kamu, jika saya di tolak sama kamu?" tanya Arsandi lagi dengan serius.


Mery mengangguk kan kepala nya, membenarkan apa yang di katakan Mery.


Arsandi menepikan laju mobil nya, dan mematikan mesin mobil nya.


"Kita kan belum sampe pak! Kenapa berhenti di sini?" tanya Mery ingin tau.


"Gimana kalo itu bukan mimpi. Saya memang ingin menjadi kan kamu wanita masa depan saya, menjadi kan kamu ibu dari calon anak anak saya. Saya ingin menikahi kamu, Mery!" ucap Arsandi serius, dengan duduk miring ke arah Mery, menatap nya dengan penuh harap.


"Pak Arsandi, jangan bercanda... gak lucu banget. Tadi aja udah kaya nyata, lah ini aku mimpi apa nyata ya?" tanya Mery dengan terkekeh gak di bawa serius.


"Saya serius, ini nyata." tangan Arsandi terulur ke depan, mencubittt pipi Mery.


"Awwhhh sakit." pekik Mery dengan bibir mengerucut.


"Nyata kan! Jadi kamu mau kan, memiliki hubungan dengan saya?" tanya Arsandi serius.


"Saya___"


...🥀🥀🥀...


Bersambung...


Like dan komentar nya dong, 😅😅


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...

__ADS_1


...Kehaluan semata...


__ADS_2