
...🥀🥀🥀...
"Danu! Buka pintu nya! Ingat Layla masih di bawah umur Danu! Kamu jangan gila!" seru Baskoro setelah mengetuk pintu.
Danu melepasss kan tautannn bibir nya dengan tatapan suram.
"Ternyata papa, ka! A- aku mandi dulu, biar nanti a- aku menyusul ke bawah." cicit Layla, berlari ke arah kamar mandi dengan wajah bersemu.
"Ihsss papa, mengganggu aja! Kaya gak pernah muda!" umpat Danu, dengan kesal melangkah ke arah pintu kamar nya.
"Danu, buka pintu nya! La, jika sampai bocah bodohhh itu menikammm mu, teriak aja La! Papa dukung kamu!" suara Baskoro terdengar kembali dengan suara yang lebih nyaring.
Danu mengerutkan kening nya. "Menikammm? Aku menikammm Layla? Yang benar aja! Justru aku memberikan surga dunia untuk Layla! Dan memberikan papa mainan bernyawa, yang benar aja pikiran pria tua satu ini!" gerutu Danu, mendengar ocehan Baskoro.
Dugh dugh dugh.
Baskoro kembali menggedorrr pintu depan kencanggg.
Ceklek.
"Pah, ini udah larut! Kenapa gak pulang aja sih!" Danu melangkah ke luar kamar nya, dan membiarkan pintu kamar kembali tertutup rapat dengan sendiri nya.
Baskoro ternganga mendengar ocehan Danu, namun langkah kaki nya menyamakan langkah kaki Danu.
__ADS_1
Bugh.
Kepalannn tangan kanan Baskoro melayang di kepala Danu.
"Awwhhh!" pekik Danu, mengelusss kepala nya yang terasa berdenyuttt.
"Dasar bocah! Begini cara mu menyambut papa? Di mana Layla? Kenapa gak ikut ke luar menemui papa?" cecar Baskoro dengan tatapan menyelidik.
'Jangan bilang jika Layla sudah kamu buat kelelahan melayani mu, Danu!' pikir Baskoro dalam hati.
"Layla mandi dulu, baru nanti menemui papa." jelas Danu, ke dua nya menuruni anak tangga.
"Kalian gak habis buat adonan kan, Danu?" tanya papa Baskoro dengan kening yang mengkerut.
"Pikiran papa terlalu jauh, tapi kalo aku buat adonan bersama nya juga gak jadi masalah kan? Kami kan suami istri." ucap Danu dengan santai.
"Papa cepat sekali berubah pikiran nya! Apa udah gak berminat dengan hadir nya boneka mungil bernyawa itu?" Danu mendudukkan diri nya di ruang makan bersama dengan Baskoro.
"Bukan nya gak minat, papa cuma lagi khawatir aja dengan Layla. Apa meninggal nya Sifanye, mempengaruhi emosi nya, Danu?"
"Sudah pasti mempengaruhi emosi nya pah! Apa lagi kami baru tau jika Lulu juga sebelum nya mengalami pelecehannn." ujar Danu dengan ragu.
"Apa? Serius kamu? Bagai mana bisa?" tanya , dengan keterkejutan nya.
__ADS_1
"Danu gak tau pasti pah. Ngomong ngomong, papa ke sini mau ngapain?" tanya Danu.
"Papa mau bermalam di sini, siapa tau aja dengan kehadiran papa bisa menghibur menantu papa, kamu gak keberatan kan? Tapi kalo kamu keberatan... kamu keterlaluan itu mah!" nyinyir Baskoro.
"Layla gak keberatan kalo papa menginap di sini!" seru Layla mendengar obrolan ke dua nya.
"Tapi sayang!" Danu hendak melayangkan protes atas keputusan Layla yang mengiyakan nya begitu aja.
"Kamu ini emang menantu pilihan papa dan mama. Mama Devinta pasti sangat bahagia melihat kalian akhir nya bisa bersama. Coba aja mama Devinta saat utu masih bisa terselamatkan." gumam Baskoro pelan.
"Pah! Lebih baik kita makan malam dulu! Udah lama kan kita gak makan malam bersama." celetuk Danu.
Si mbok dan art yang lain berdatangan, menyajikan beberapa masakan di atas meja.
Ke tiga nya makan malam bersama dengan hikmat, dengan sesekali papa Baskoro mengajukan pertanyaan pada Layla.
"Apa kamu masih harus ke kantor polisi untuk memberikan keterangan lagi La?" tanya papa Baskoro.
Bersambung...
...🥀🥀🥀...
Like dan komentar nya dong, 😅😅
__ADS_1
Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅
Hayo yang baca ampe scroll akhir. Kasih rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dong, biar makin semangat updat nya 😭😭