Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Suami gak berperasaan!


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


Aleta mencondongkan tubuh nya, setengah berbisik pada Danu. "Jadi begini, Danu. Aku denger salah satu gudang retail mu sedang bermasalah. Aku bisa memberi tahu mu, siapa dalang nya... dan apa yang sedang mereka rencanakan untuk mu ke depan nya!" cicit Aleta, tangan nya bergerak liar menyusuri lengan Danu, dengan tatapan menggoda.


Bugh.


"Akkkhhhhh!"


Aleta jatuh terduduk di sofa lain nya, saat perut Aleta di dorong Layla dengan satu kaki nya.


"Kau! Apa yang kau lakukan? Danu! Kau lihat apa yang di lakukan istri nakal mu? Dia pasti dengan sengaja menendang perut ku!" seru Aleta dengan nada marah, dengan tangan menunjuk ke arah Layla.


Danu menarik satu alis nya ke atas. Bukan dengan suara yang meninggi, melainkan suara penuh kasih sayang yang terucap dari bibir Danu, saat menanyakan apa yang ia lakukan pada Aleta.


"Apa yang kau lakukan, sayang?"


"Aku hanya melakukan... apa yang di inginkan calon bayi kita, sayang!" ucap Layla, dengan mengarahkan tangan Danu untuk mengelusss perut nya yang masih rata.


Aleta ternganga. "A- apa? Calon bayi? Ja- jangan bergurau kau bocah nakal!" Aleta duduk dengan tegak, menatap Layla tidak percaya.


"Silahkan di minum, Nona!" seorang pelayan datang dan meletakkan secangkir minuman dingin di atas meja, di depan Aleta.


"Lama sekali, hanya menyiapkan minum saja!" sungut Aleta.


Layla membuang nafas nya panjang, menatap Aleta dengan menyelidik. Pertanyaan demi pertanyaan berseliweran di kepala Layla.


'Aku yakin, ada maksud lain dari kedatangan tante menor ini ke sini! Tapi apa? Emmmm apa benar, dia mengetahui apa yang terjadi di gudang?' batin Layla.


Aleta menengguk minum nya dengan perasaan yang tidak tenang. 'Sialannn nih bocah, kenapa juga sih ikut campur urusan gue! Nyusahin aja lo!' cibir Aleta dalam hati.


"Kata kan apa maksud kedatangan mu, Aleta! Jangan membuang waktu ku! Kalo kau berubah pikiran, biar pak Didi yang mengantar mu ke luar dari rumah ini!" ucap Danu tegas.


Aleta beranjak dari duduk nya, setelah meletakkan gelas yang kini kosong.


Sreeek.


Dengan gerakan yang antisipasi, Layla mengangkat ke dua kaki nya ke udara, tepat di depan Aleta yang hendak mendekti Danu.


"Eiitttsss! Mau ke mana kau, tante menor. Diam di tempat mu!" ucap Layla dengan tegas, sementara punggung nya kini menyandar pada dada bidang Danu.


"Kau itu mengganggu saja bocil! Danu! Tidak kah kau merasa jika bocah kecil ini memanfaatkan mu? Dia tidak mencintai mu! Dan anak ini juga pasti bukan milik mu! Pasti milik pria lain, yang bahkan dia sendiri tidak tau siapa ayah dari anak yang ia kandung saat ini!" ujar Aleta dengan panjang lebar, menunjuk perut Layla yang masih rata.

__ADS_1


Layla menahan tawa nya, mendengar pengakuan Aleta.


Atlet mengerutkan kening nya, menatap aneh pada Layla. 'Dasar bocah aneh, apa gadis ini sudah gila? Sudah aku maki malah tertawa.'


"Aku lebih tau siapa istri ku, jauh dari kau yang tidak mengenal nya!" Danu beranjak dari duduk nya dengan membawa serta Layla dalam gendongan nya.


"Danu, aku belum bicara dengan mu! Dengarkan aku! Wisnu dan Bayu merencanakan hal buruk pada mu! Mereka ingin memisah kan mu dengan Layla! Mereka ingin membuat perusahaan yang berada di bawah kepemimpinan mu itu merugi dan bangkrut." Aleta mengekori Danu, mengikuti langkah kaki Danu, dengan di batasi pak Didi yang merentang kan tangan nya, menjadi jurang pemisah.


"Aku tidak butuh penjelasan mu! Pergi lah dari rumah ku! Jangan pernah muncul lagi di hadapan ku!" Danu mengusir Aleta secara tidak langsung.


"Danu! Kau akan menyesal tidak percaya pada ku!" teriak Aleta dari ujung anak tangga.


"Maaf Nona! Nona sudah mengusik ketenangan Tuan Muda Danu! Biar saya antar Nona meninggalkan rumah ini!" usir pak Didi, hendak menarik Aleta ke luar dari rumah megah itu.


"Aku bisa ke luar sendiri! Singkirkan tangan kotor mu itu dari ku!" omel Aleta, menepiskan tangan pak Didi dari tangan nya.


Bugh.


Aleta benar benar terusir dari rumah Danu, setelah di seret ke luar oleh pak Didi dan dua orang satpam.


"Jangan pernah kembali lagi ke rumah ini, Nona!" ucap pak satpam, yang langsung menutup pintu gerbang.


"Aku akan menghancurkan mu, Layla, bocah sialannn!" gumam Aleta dengan tatapan marah.


...---...


Sementara di dalam rumah, drama Layla dan Danu berlanjut.


"Apa kaka percaya, dengan apa yang di katakan tante menor?" tanya Layla, dengan tangan yang mengalung di leher Danu.


"Tidak!" jawab Danu dengan cepat.


"Apa kaka marah, aku tadi menendang tante menor?" tanya Layla lagi


"Tidak juga, tapi lain kali, jangan bahayakah diri mu!" cicit Danu, menatap dalam netra coklat Layla.


Layla mengerut kan kening nya. "Maksud nya ka?"


Bugh.


Danu menutup pintu dengan menendang nya. Membuat Layla berjingkat dalam gendongan Danu. Dan tanpa sadar, justru semakin membuat dua buah kembar Layla semakin menghimpit dada bidang Danu..

__ADS_1


"Aku sangat ingin menerkan mu, sayang! Kau membahayakan diri mu dengan terus bergerak, kau tau... kau menyiksa ku!" ucap Danu dengan frustasi, saat buah kembar Layla semakin bergesekannn dengan dada bidang nya.


"A- aku tidak bergerak ka! A- aku lupa ada janji ka! Yuk anterin aku yuk! Emm Ni- Nina pasti sudah lama menunggu ku!" ngeles Layla dengan tergagap, memberikan alasan yang sudah sangat di hafal Danu.


"Dasar kau bocah nakal!"


...----...


"Kau lihat apa, sayang?" tanya Danu, saat melihat Layla yang celingukan ke belakang.


Layla menatap Danu dengan jengkel. Mengabaikan pertanyaan Danu. 'Masih berani tanya, dasar suami gak berperasaan!'


Danu menahan tawa nya, ikut memperhatikan sekitar dengan wajah serius. Mobil yang ia kemudikan, kini sudah terparkir dengan cantik di parkiran sekolah.


"Sudah aman sayang!" cicit Danu.


Layla meraih tangan kanan Danu, dan mengecup punggung tangan kanan nya.


Cup.


Danu mengecup sekilas bibir Layla.


"Aku masuk!" pamit Layla dan langsung menutup pintu mobil, berlari bak melihat hantu, menjauh dari mobil sang suami.


"Semakin menggemaskan aja, kan bisa gak usah lari. Cukup mengendap endap... gak akan ada anak anak yang melihat nya!" gumam Danu dengan menarik sudut bibir nya ke atas.


Selang beberapa menit, Danu baru ke luar dari mobil nya, berjalan melewati selaras gedung sekolah menuju ruang guru.


Nina mengerut kan kening nya, melihat Layla yang tampak cemas dengan mendudukan diribnya di kursi yang bisa ia duduki.


"Lo sakit, La?" Nina menempelkan punggung tangan nya di kening Layla.


"Apa sih lo! Ngaur aja!" Layla menepis tangan Nina dari kening nya.


'Tadi itu siapa ya? Apa mungkin itu dia, tapi gak mungkin juga kan, kan ka Nugi lagi jalanin hukuman nya!' batin Layla dengan perasaan yang jedag jedug gak karuan.


Bersambung...


...🥀🥀🥀...


Menuangkan segala ke haluan lewat kata. Dari kata menjadi kalimat. Dari kalimat yang terangkai menjadi sebuah karya 😅😅😅

__ADS_1


__ADS_2