Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Bos bucin


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


Tap tap tap tap.


Noval langsung berlari setelah turun dari angkot, langkah nya semakin cepat, ingin sampai di klinik kandungan yang berada dekat dengan tempat tinggal nya.


"Bu rt, bagaimana keadaan istri saya?" tanya Noval, melihat bu rt tempat tinggal nya tengah duduk di kursi stainlis yang ada di klinik.


Flashback and.


Tok tok tok.


Bunyi ketukan dari kaca jendela mobil, menyadarkan Noval dari lamunan panjang nya.


Noval menurunkan kaca mobil nya, melihat Baskoro yang berdiri di depan pintu mobil nya.


"Kau masih di sini? Jangan kau pikirkan perkataan mama mertua ku!" ujar Baskoro.


"Aku tidak memikirkan perkataan nya. Sedang apa kau di sini?" tanya Noval, mengalihkan perhatian Baskoro.


"Ada juga aku yang bertanya itu pada mu, kau bilang mau pulang ada urusan. Ternyata kau masih di sini! Kau pasti memikirkan perkataan mama mertua ku!" ujar Baskoro, yang tau seperti apa Noval.


"Kau lupa, aku juga tau seperti apa nenek sihir itu! Aku titip putri ku pada mu!" Noval menghidupkan mesin mobil nya, melajukan mobil nya meninggalkan pelataran parkir rumah sakit.


"Aku tau perasaan mu untuk Devinta tidak akan pernah berubah. Tapi kau juga harus belajar menata hidup mu kembali, jangan sampai ada kegagalan untuk ke tiga kali nya, Noval!" gumam Baskoro, menatap mobil yang di kemudian Noval semakin menjauh dari pandangan nya.


Di dalam mobil, nenek Dahlia terus menggerutu pada suster yang merawat nya. Meluapkan kekesalan nya saat ia tidak sengaja bertemu dengan Noval.


Apa lagi saat indra pendengaran nya, tidak sengaja mendengar bekas menantu yang tidak ia harap kan, tengah berbicara dengan menantu nya sendiri.


"Bisa bisa nya aku bertemu dengan bajingannn itu lagi! Kau tau sus! Kalo bukan pria itu, aku tidak akan mungkin kehilangan anak perempuan ku dan juga suami ku! Pria itu sudah membunuh darah daging nya sendiri, dan sekarang dia dan menantu tidak tau diri ku mau ikut ikutan ikut campur dengan rumah tangga ke dua cucu ku!" umpat nenek Dahlia.


"Sabar ya bu, ibu harus bisa mengendalikan emosi ibu. Jangan sampai kekesalan ibu ini membuat tekanan darah ibu naik, karena itu sangat berdampak buruk untuk kesehatan ibu." jelas Amarta, mencoba mengingatkan kembali, wanita lanjut usia yang baru saja lancar bicara nya setelah sembuh dari sakit nya.

__ADS_1


"Sebaik nya mama bermalam dulu di rumah ku ya!" ujar Baskoro, setelah duduk di belakang kursi kemudi.


"Gak mau, mama mau pulang ke rumah cucu mama. Mama gak mau pulang ke rumah mu!" tolak nenek Dahlia.


Baskoro menyunggingkan senyum nya. Mulai menghidupkan mesin mobil nya. Meninggalkan pelataran parkir rumah sakit.


"Cucu yang mana mah?" tanya Baskoro, mengetes hati sang mama mertua. Apa sudah bisa menerima kehadiran Layla sebagai cucu nya.


"Kau yakin, berani menanyakan hal itu pada mama mertua mu, Baskoro?" omel nenek Dahlia dengan ketus, memalingkan wajah, malas melihat wajah Baskoro.


'Gara gara Noval, sudah putri ku kehilangan anak pertama nya. Dan setelah melahirkan Layla, ia harus menderita dengan tidak bisa mengandung lagi. Pantas saat itu Baskoro dan Devinta, memaksa ku untuk menerima anak laki laki yang mereka adopsi.' batin nenek Dahlia dengan tangan mengepalll.


'Aku rasa sekarang mama mertua ku mulai mengerti, mengapa aku dan Devinta memaksa nya untuk bisa menerima kehadiran Danu. Danu, meski anak adopsi ku dan Devinta, tapi Devinta dan aku sudah menganggap nya layak nya putra kami sendiri. Itu alasan nya aku menginginkan perjodohan Layla dan Danu tetap terjadi. Layla akan tetap merasa kan kehangatan keluarga kandung nya.' batin Baskoro, melirik sepintas mamah mertua nya lewat kaca sepion.


Di mobil lain, Layla duduk menyandar di bahu Danu. Sedangkan mobil di kemudian oleh Arsandi.


"Apa yang ka Danu bicarakan dengan ayah!" tanya Layla, tanpa menatap Danu, pandangan fokus ke depan.


Danu melirikkan ekor mata nya ke arah Layla. Mengelusss lengan Layla. "Serius mau tau?" goda Danu.


'Tinggal bilang aja terus terang, susah amat.' dumel Layla meski hanya dalam hati, namun bibir nya mengerucut.


"Ayah cuma berpesan, aku sama kamu harus saling percaya, jangan mudah percaya dengan perkataan orang lain. Apa yang di katakan orang lain, dan apa yang kita lihat tanpa ada penjelasan itu bisa aja menipu, bisa aja menghancurkan rumah tangga yang baru seumur jagung ini!" terang Danu.


Danu mengatakan apa yang di katakan ayah mertua nya, pada diri nya saat meninggalkan ruang rawat Layla tadi.


Layla menghembuskan nafas nya dengan kasar. Membuat Danu menarikkk lengan Layla, membuat gadis remaja itu kini menatap nya.


"Kenapa? Apa ada yang salah dengan apa yang di sampai kan ayah Noval?" tanya Danu dengan kening mengkerut, mencoba memahami helaan nafas Layla.


"Kata kata nya syarat akan makna, apa itu gak mencerminkan buat ayah sendiri? Kata kata itu harus nya di ucapkan untuk diri ayah ku, bukan untuk kita!" ucap Layla dengan acuh.


Layla menepis tangan Danu, lebih memilih menyandarkan punggung nya pada sandaran kursi mobil.

__ADS_1


"Maksud kamu La? Tapi apa pun itu, ada benar nya juga buat kita. Apa kamu udah percaya sama aku? Sama hubungan ini? Tatap mata aku La!" Danu menangkup wajah Layla, membuat mata bulat nan teruh Layla menatap mata nya yang tampak tegas.


"Kalo aku gak percaya, ngapain aku serahin apa yang harus nya aku serahin ke kamu! Pake di tanya lagi! kamu tuh yang harus nya bisa buat aku yakin, gak akan ada pelakor di antara kita!" gerutu Layla dengan bibir mengerucut.


Danu terkekeh mendengar gerutuan Layla. "Apa kau sedang menggerutu? Apa ini arti nya kau sudah mulai mencintai ku? Membuka hati mu untuk suami mu sendiri?" goda Danu, dengan kerlingan mata nya.


Layla yang kesal di goda, mencubittt perut Danu dengan kencanggg, membuat pria itu meringis kesakitan.


"Awwwhhhh sakit sayang!" rengek Danu bak anak kecil yang tengah merajut pada sang ibu, memeluk Layla, dan membenamkan wajah nya di dada Layla.


Plak.


Dengan wajah bersemu, Layla menggeprak punggung Danu dengan tangan nya.


"Awwwhhh atit!" celoteh Danu, meniru suara anak kecil, menatap Layla penuh tanya saat ia melerai pelukan nya. "Bukan nya senang di peluk suami!" protes Danu.


"Gak sopan banget sih! Gak liat apa tuh ada ka Arsandi yang merhatiin kita!" umpat Layla.


"Arsandi!" seru Danu.


"Saya tidak melihat, dan tidak mendengar apa pun Tuan!" seru Arsandi, yang yau harus berkata apa.


Danu kembali memeluk Layla, membenamkan wajah nya di dada Layla yang tampak menyembul dengan dua gunung kembar nya.


'Dasar bos bucin, baru di bilang begitu langsung merajuk. Tapi baru kali ini aku melihat Danu bertingkah konyol di depan wanita, lebih tepat nya hanya Layla yang bisa membuat Danu seperti ini!' Arsandi tersenyum, melirik ke arah kaca spion. Melihat tingkah konyol Danu terhadap Layla.


"Ihhhsss duduk yang benar apa! Aku geli!" kekeh Layla, saat wajah Danu tidak henti bergerak, menduselll di buah kembar nya.


...💖💖💖...


Bersambung...


Like dan komentarnya dong, 😅😅

__ADS_1


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata...


__ADS_2