
...🥀🥀🥀...
Bugh bugh bugh.
Para penghuni nara pidana menyeranggg Lulu dengan beringasss. Ada yang menendangg, melayangkan kepalan tangan nya ke punggung, kepala serta tubuh Lulu lain nya. Hingga bocah itu hanya bisa meringkuk dengan melindungi wajah nya sabil terus berteriak minta tolong.
"Uugghhh ahhh tolong! Tolong aku pak polisi! Tolong, tolong ugghhh."
"Kalian, apa yang kalian lakukan pada bocah itu?" pekik seorang sipil di depan sel, tangan nya bergerak membuka kunci pada sel.
Kedatangan dua orang sipil, membuat beberapa nara pidana yang asik mengeroyok Lulu menghentakkan aksi nya.
"Hanya salam perkenalan, bu sipil!" ucap salah seorang nara pidana.
Dengan mata terpejam, hati penuh kemenangan. 'Akhir nya gue bisa ke luar dari sarang semut yang menyebalkan itu! Tingkal langkah selanjut nya!'
"Ini bocah pinsan!" seru sipil yang kini telah masuk ke dalam sel, berusaha menyadarkan Lulu yang ia kira pinsan.
Sipil lain menggelengkkan kepala nya, gak membenarkan apa kata teman nya.
"Anak baru, udah buat masalah aja nih! Di kata ini tempat bermain kali mah!" gerutu salah satu sipil, merasa di kerjain.
"Ya udah, langsung bawa aja. Biar jera, gak buat masalah lagi!" seru sipil lain nya, memberikan kode dengan gerakkan kepala.
Setelah teman nya setuju, ke dua sipil membawa Lulu ke luar dari sel dengan memapah nya. Tanpa mengatakan apa apa, membuat Lulu yang pura pura pinsang merasa senang, cara nya berhasil mengelabui petugas dan teman sel lain nya. Ke luar dari sel, berharap di pindahkan ke sel lain yang lebih nyaman.
Kreeeek.
Lulu mendengar suara pintu besi di buka.
Bruk.
Tubuh Lulu di hempaskan ke ruang kecil alias sel tikus. Ruang yang lebih kecil tanpa penerangan, hanya menyisakan diri nya sendiri di ruang pengap itu.
"Awhhhhh sakit!" pekik Lulu, saat tubuh nya menyentuhhh lantai.
"Dasar bocah, mau pura pura pinsan lo! Jangan mimpi! Tidur yang nyenyak malam ini lo!" seru sipil dengan tangan menutup pintu sel.
__ADS_1
Dugh dugh dugh dugh.
Lulu menggedorrr gedorrr pintu sel dengan rasa takut yang menyeruak dalam hati nya, gak ada lagi senyum kemenangan seakan menjauh dari pandangan nya.
"Buka! Bu sipil, buka pintu nya! Ke luarin gue dari sini! Gue gak mau di sini!" teriak Lulu dengan tangis yang pecah.
Suara langkah kaki 2 orang sipil yang membawa nya pun semakin menjauh, hingga gak lagi terdengar.
Bugh.
Lulu mengepalkan tangan nya dan meninjuuu lantai yang tampak kotor. "Ini semua gara gara lo, La! Suatu saat nanti, bakal gue singkirin lo La!" gerutu Lulu dengan penuh amarah.
...----...
Di tempat lain.
Gelap nya malam, gak membuat Noval kian masuk ke alam mimpi. Meski jam di dinding sudah menunjukkan tengah malam, hati nya semakin gelisah mendapati kabar. Jika sang putri kini dalam penjara karena gak komperatif dalam menjalani pemeriksaan.
Justru memberikan pernyataan yang berbelit belit dan berubah ubah. Namun dengan kecerobohan Lulu pula, polisi gak segan untuk langsung mengaman kan Lulu, menghindari kemungkinan ia akan melenyapkan barang bukti nya sendiri.
Noval beranjak dari tidur nya, menyandarkan tubuh nya pada kepala ranjang. Tangan kanan nya memijat kening nya yang berdenyut.
Hingga langit gelap kini berubah menjadi terang. Malam berganti siang. Setiap makhluk bernyawa di sibukkan kembali dengan aktivitas nya.
"Aku masuk dulu ka!" pamit Layla, setelah mencium punggung tangan kanan suami nya.
"Iya, belajar yang rajin ya! Di habiskan bekal nya! Satu lagi, jangan lupa kan ini!" Danu menunjuk bibir nya sendiri dengan jari telunjuk kanan nya.
"A- apa? Yang benar aja? A- apa gak ada tempat lain?" tanya Layla dengan sulit menelan saliva nya.
Danu menggelengkan kepala nya dengan mantap. "Cepat! Jangan lama!" pinta Danu dengan nemainkan alis nya naik turun.
"Dasar mesummm!" sungut Layla, mendekatkan wajah nya dengan Danu.
'Kelamaan!' gerutu Danu, mentap Layla yang seakan semakin lama untuk mendekatkan wajah nya dengan wajah Danu.
Grap.
__ADS_1
Dengan gerakan yang gak di sangka Layla, tangan kiri Danu menarikkk tengkuk leher Layla. Membuat bibir ke dua nya saling bertemu, dengan berakhir Danu yang melumattt bibir Layla dengan lembut.
"Empppppphh!" Layla memukulll dada bidang Danu, berharap Danu dengan segera melepaskannn lumatannn bibir nya.
"Makasih sayang!" Danu menyapu bibir Layla yang basahhh karena ulah nya sendiri.
Tok tok tok tok.
Kaca mobil tempat Layla duduk, di ketuk dari luar.
"Mau tunggu berapa lama lagi baru akan turun? Ayo cepet ke luar hehehe!" seru Mery dengan terkekeh, lalu melambaikan tangan ke dalam mobil.
"Hai pak Danu! Nanti pulang sekolah baru lanjut lagi mesra mesraan nya ya hehehe!" ucap Mery dengan senyum terukir di bibir nya.
"Aku turun!" pamit Layla, ke luar dari dalam mobil.
"Iya."
"Hai kau bocah, jaga Layla untuk ku." ucap Danu datar pada Mery.
"Jaga dari apa pak?" tanya Mery pura pura gak tau.
"Dari tatapan pria nakal!" seru Danu tegas.
"Oke pak." Mery mengiyakan nya.
"Udah ayo, tar telat!" Layla menarikkk lengan Mery, menjauh dari mobil Danu.
"Kalian bisa bahagia saat ini, tapi lihat nanti! Aku buat kamu menangis Layla, Mery!" sungut Julia dari kejauhan.
Bersambung...
...🥀🥀🥀...
Like dan komentar nya dong, 😅😅
Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅
__ADS_1
Hayo yang baca ampe scroll akhir. Kasih rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dong, biar makin semangat updat nya 😭😭