Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Demi aku!


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


"Kita akan menyerahkan gadis kecil itu pada panti asuhan." ucap Danu dengan tenang.


Seketika itu pula Layla merubah posisi duduk nya, dengan punggung yang tegak. Menatap Danu dengan tatapan yang gak percaya.


"Apa maksud kaka? Menyerahkan Lea ke panti asuhan? Lea masih ada orang tua nya ka! Jangan pisahin dia dari ke dua orang tua nya!" cecar Layla dengan gelengan kepala, gak percaya jika Danu berniat menyerahkan Lea ke panti.


"Lea hanya anak pungut mereka berdua, bukan darah daging mereka." terang Danu, mengelusss pipi Layla dengan anggukan kepala.


"Jangan mengada ada ka!" kilah Layla gak percaya.


"Aku mendengar nya sendiri! Lewat ini!" Danu melepasss earphone yang terpasang di telinga kanan nya.


Layla mengerutkan kening nya, menatap tajam earphone yang ada di tangan Danu gak percaya.


"Aku gak setuju ka Danu menyerahkan Lea ke panti asuhan! Aku gak setuju!" protes Layla dengan ke dua tangan menyilang di depan dada nya.


Tangan Danu terulur, meraih jemari Layla lalu menarik nya hingga Layla kembali menyandar pada tubuh nya.


"Kau harus setuju sayang! Tidak ada alasan untuk kita mempertahankan bocah itu! Biarkan bocah itu di panti. Biar mereka yang akan mengurus nya! Kau lupa, bocah itu hampir aja mencelakai mu!" ucap Danu, kembali mengingat kan Layla.

__ADS_1


Lea yang duduk di kursi depan, langsung merubah posisi duduk nya, menatap Danu dan Layla dengan tatapan memohon.


"Jangan bawa aku ke panti paman, kembalikan aku pada mama dan papa!" pinta Lea.


"Kau bocah! Aku sedang tidak bicara dengan mu!" ucap Danu acuh.


Layla mendorong dada bidang Danu, membuat tubuh nya berjarak dengan Danu.


"Ka Danu! Bukan begitu cara berhadapan dengan anak kecil!" sela Layla dengan tatapan tajam pada Danu, seolah siap mengibarkan bendera perang.


Danu menghembuskan nafas nya dengan kasar. "Aku tidak bisa bersikap baik pada seseorang yang sudah berniat jahat pada mu, La!"


"Sekali pun ia anak kecil?" tanya Layla, menatap Danu dengan kening mengkerut.


Layla mengelusss popi chabi Lea. "Apa kau begitu menyayangi mereka, Lea?" tanya Layla.


"Sangat kaka cantik. Mama dan papa menyayangi ku. Meski kadang suka galak pada ku. Mama dan papa juga suka memukulll ku... karena aku membuat mereka marah." cicit Lea dengan pipi yang mulai di aliri bulir bening dari ke dua mata nya.


"Ka Danu! Kasian Lea! Jangan pisahkan Lea dari mama dan papa nya!" rengek Layla, dengan tangan nya yang menyapu air mata Lea.


"Apa kau pikir aku akan membiarkan mereka lepasss gitu aja? Setelah aku berhasil mengamankan nya, La? Kau juga hampir celaka kan karena ulah Sony dan Reina!" gerutu Danu, membuang pandangan ke luar jendela.

__ADS_1


Tangan Danu mengepalll kesal, mendengar ocehan Layla. Yang terus aja meminta nya melepaskan Sony dan Reina demi Lea.


'Apa yang harus aku lakukan sekarang? Jika aku menghabisi Sony dan Reina, sudah di pastikan Layla akan membenci ku! Lalu Lea, aku titipkan ke panti asuhan. Jika aku membebaskan ke dua nya, suatu saat nanti bisa aja mereka datang melakukan hal yang serupa. Mencelakai Layla kembali.' batin Danu dengan penuh pertimbangan.


"Ka Danu!" rengek Layla yang kini memeluk erat lengan Danu, menatap nya dengan memohon.


"Jangan buat seorang gadis kecil kehilangan sosok ke dua orang tua nya ka! Demi aku! Aku janji, akan membuat mereka gak akan lagi menyakiti ku! Aku akan membuat Sony dan Reina, menyesali perbuatan nya." ucap Layla dengan yakin.


"Apa kamu yakin, bisa membuat ke dua manusia itu melakukan nya?" tanya Danu ragu.


'Apa lagi yang ada di pikiran Layla! Sulit sekali menerka nya!' batin Danu menatap lekat mata Layla.


Layla mengangguk pasti.


"Apa rencana mu, La?" tanya Danu.


...🥀🥀🥀...


Bersambung...


...Kehaluan semata...

__ADS_1


⭐⭐⭐⭐⭐ kalo mau update banyak 🤸🏼‍♀️🤸🏼‍♀️🤸🏼‍♀️🤸🏼‍♀️


__ADS_2