Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Tergoda


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


Sementara Danu mengepalkan tangan nya.


"Aku harus membuat peraturan baru. Aku tidak ingin, wajah manis Layla di nikmati setiap pria yang bekerja di rumah ini! Berani nya bocah itu!" umpat Danu dengan wajah kesal, merah padam.


Ceklek.


"Layla!" seru Danu dengan suara menggelegar di dalam kamar.


Namun sayang nya, orang yang ia serukan nama nya tidak terlihat di pandangan nya.


Danu mengayunkan langkah kaki nya ke dalam kamar, saat indra pendengaran nya menangkap suara gemericik air.


"Layla pasti sedang mandi!" pikir Danu.


Ceklek ceklek.


Hendle pintu, berusaha Danu buka, tapi sayang nya orang yang ada di dalam kamar mandi. Jauh lebih pintar untuk mengunci kamar mandi dari dalam.


Danu mendengus, berdiri bersandar pada tiang pintu kamar mandi. Berharap Layla ke luar. Dan di saat itu ia akan menghukum gadis remaja yang berstatus kan istri nya itu.


"Lama sekali!" decak nya, menatap sekilas jam yang terpatri di dinding kamar.


Ceklek.


Yang di tunggu akhir nya membuka pintu kamar mandi. Semerbak harum sabun dan sampo vanilla menyeruak di indra penciuman Danu, mengusik tidur nya sang adik kecil yang kini meronta ingin ke luar menjadi goa nya.


Layla mengerut kan kening nya, mendapati Danu berdiri di tiang pintu sambil menyandar.


"Ka Danu ngapain berdiri di situ?" tanya Layla, yang ke luar dari kamar mandi dengan rambut di lilit handuk, tubuh nya berbalut jubah handuk.


"Yang kau lihat, aku sedang apa?" tanya Danu, sambil melangkah maju mendekat ke arah Layla, dengan tatapan yang tajam.


Tatapan Danu mengarah pada ceruk leher Layla yang tampak menggoda, dengan tetesan air yang jatuh tanpa permisi menelusuri leher jenjang nan mulus.


Layla menelan saliva nya dengan sulit, melihat Danu yang kini menatap nya bak seorang pemangsa yang sedang mengincar mangsa nya.


"Ka Danu ngelietin a- apa? Ja- jangan macem macem ya ka! Ce- cepat sana mandi! Nanti aku tinggal turun ke bawah nih!" gertak Layla, sambil melangkah mundur.


"Udah berani mengancam ku?" tanya Danu, membuat Layla menggeleng cepat.

__ADS_1


"Mau cepat turun ke bawah?" tanya Danu lagi, Layla menganggukkan kepala nya.


"Mau liat security muda itu lagi? Iya?" tuduh Danu dengan seringai di bibir nya.


"Apaan sih ka! Ngaur aja jadi orang. Itu nama nya ka Danu nuduh aku!" sungut Layla kesal, berbalik badan, mengayunkan langkah ke arah walk in closed.


Brak.


Layla membuka pintu walk in closed dengan cukup keras.


"Seenak nya aja nuduh orang, ada juga ka Danu tuh... yang udah gak sabar mau reunian, ketemu mantan!" gerutu Layla pelan, namun masih bisa di dengar Danu yang tanpa Layla sadari, Danu mengikuti langkah kaki Layla, ikut masuk ke dalam walk in closed.


Danu mengerutkan kening nya. 'Apa aku gak salah dengar? Layla berfikir begitu? Jadi bukan aku aja di sini yang merasa cemburu? Layla juga merasakan hal yang sama?' batin Danu.


Sreeeek.


"Kamu cemburu La?" tanya Danu menarik bahu Layla, membuat gadis itu menatap nya.


"Cemburu apaan sih? Gak jelas! Udah sana ke luar, aku mau pake baju!" titah Layla, menepis tangan Danu dari bahu nya.


Grap.


Danu mencengkrammm bahu Layla, menelan saliva nya dengan sulit saat tatapan nya tergoda, dengan bibir tipis dan leher jenjang Layla.


"Ka Danu! Iihhhss sakit!" seru Layla, saat cengrammm Danu semakin kencang di lengan nya.


"Tau posisi kamu di rumah ini La! Kamu ini Nyonya, gak seharus nya kamu bersikap ramah seperti tadi dengan orang yang baru kamu temui! Apa lagi dia seorang pria!" ucap Danu tiba tiba.


"Hah? Mana bisa gitu! Sesama manusia itu harus ramah! Gak boleh judes apa lagi sombong! Yang membedakan manusia satu dengan yang lain nya itu cuma tingkat keimanan nya! Jelas!" sungut Layla dengan tatapan marah.


Kreek.


Layla menginjak jemari kaki Danu, membuat pria itu meringis dan berjingkat, melepaskannn cengramannn nya dari bahu Layla.


Layla mengambil pakaian yang ia akan gunakan pagi ini ke sekolah. Tanpa memperdulikan keadaan Danu yang masih kesakitan jari kaki nya, wajah Danu bahkan merah padam.


"Awhhhh Layla! Berani kamu bantah aku? Aku ini suami kamu! Harus nya kamu nurut sama kata kata aku!" cerocos Danu, menahan sakit di jari kaki nya yang di injak Layla.


"Nurut kalo ngajarin nya bener! Kalo ngajarin sesat, ogah amat!" bantah Layla dengan berani, seketika rasa takut nya pada Danu menghilang.


"Udah sana ke luar, aku mau pake baju!" titah Layla lagi.

__ADS_1


'Terserah kalo gak mau ke luar juga! Aku bisa melihat ke arah lain... tanpa harus memperlihatkan bentuk tubuh ku di depan ka Danu!' batin Layla acuh.


Layla membalikkan tubuh nya memunggungi Danu, tanpa menunggu waktu pun, Layla meletakkan seragam nya di atas meja, dan menyisakan segi tiga pengamannn yang hendak ia kenakan, berfikir jika Danu meninggalkan ruang walk in closed. Tanpa Layla sadari kalo Danu mulai tersulut emosi nya. Bahaya mulai mengancam nya dari Danu.


"Jangan salahin aku, kalo aku harus tegas ngadepin kamu La!" Danu melangkah maju dengan tangan mengepalll, tanpa ada keraguan dalam setiap langkah nya.


Sreeek.


Danu memutar tubuh Layla, membuat ke dua nya saling berhadap hadapan.


"Ahhhh ummmmpppp!" pekik Layla kaget, dan bertambah kaget lagi saat Danu mencium bibir nya dengan rakus, pakaian dalammm Layla pun seketika terlepas dari tangan nya.


Layla membola, melihat Danu yang tampak menikmati ciuman panass yang semakin menuntut, dengan batin yang mengumpat.


'Astagaaa apa apaan ka Danu, gila... gue bisa kehabisan nafas, gue bisa mati!' batin Layla yang mengumpat, namun tidak dengan tubuh nya.


Tangan Layla memukulll mukulll dada bidang Danu, Danu yang tau jika Layla hampir kehabisan pasokan udara pun langsung melepaskan pagutan nya.


"Ka Danu gila!" umpat Layla di sela sela diri nya yang sedang menghirup udara sebanyak banyak nya.


"Aku gila karena kamu!" seru Danu dengan penuh penekanan, menatap lapar Layla.


Grap.


Danu memeluk Layla dengan posesif nya, melabuhkan bibir nya pada leher jenjang mukus Layla, menyesappp nya dengan kencang, dan menggigit kecil.


Layla merasa kan perih dan nikmat menjadi satu di leher nya, entah apa yang sedang Danu lakukan pada leher nya. Namun seketika Layla melenguhhh.


"Emmmmhhh kaaaa, lepas!" seru Layla dengan suara yang tertahan, namun terdengar menggoda di telinga Danu. Layla mencengramm punggung Danu, merasakan ada yang aneh pada tubuh nya.


Danu merasakan adik kecil nya yang kini menegang. 'Aku tidak bisa mengulur waktu lagi La, bisa gila aku melihat mu tanpa ada jaminan untuk ku. Aku harus bisa mengikat mu! Hanya aku yang bisa memiliki mu! Toh sebentar lagi kamu ujian.' batin Danu, membenarkan apa yang akan ia lakukan pada Layla.


Layla yang merasakan ada gesekan di antara ke dua paha nya pun membola, 'Sosis megar? Mau ngapain nih!'


...💖💖💖...


Bersambung...


Like dan komentarnya dong, 😅😅


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...

__ADS_1


...Kehaluan semata...


__ADS_2