
...🥀🥀🥀...
Baskoro menyunggingkan senyum, namun dalam hati nya, aku harus memperingati Danu, jangan sampai hal buruk terjadi pada rumah tangga kalian yang baru seumur jagung ini, nak!
"Ten- tentu aku ingat untuk membeli oleh oleh, bahkan aku membeli banyak oleh oleh untuk mama, ayah, Lulu, papa Bas, dan beberapa teman dekat ku. pasti nya." terang Layla yang sudah pasti berbohong.
"Terus mana, oleh oleh buat gue?" pinta Lulu.
Bukan Layla yang menjawab pertanyaan Lulu, melainkan Danu. Menjawab nya dengan sentilan yang membuat Sifanye merasa semakin malu dengan tingkah laku putri kandung nya.
Danu membuang nafas nya dengan kasar. "Untung saja aku di lahirkan sebagai anak tunggal, rasa nya lebih baik jika harus memiliki seorang adik yang tidak ada perhatian dan perduli nya pada kaka nya, bukan begitu La? Apa kau merasa, Lulu perhatian pada mu? Telinga ku belum mendengar adik perempuan mu menanyakan kabar mu, sayang!"
Noval mengerutkan kening nya, menatap tajam Lulu dan Sifanye secara bergantian. Seolah dalam tatapan Noval pada Sifanye tersirat kemarahan dan kecewa, ini salah kamu mah! Tidak mengajari Lulu cara nya berbicara sopan pada kaka nya sendiri, dan pada orang yang lebih tua, Lulu sama sekali tidak menunjukkan rasa hormat nya!
"Emm gak gitu kok ka, Lulu perhatian malah sama aku, suka ingetin aku buat makan yang banyak, jangan tidur terlalu larut. Sampe sampe, Lulu juga gak pernah lupa buat ingetin aku buat ngerjain tugas sekolah... iya kan Lu?" Layla berusaha bersikap biasa saja, menutupi kegugupan nya, dan meminta Lulu untuk membenarkan apa yang ia katakan.
"Iya aja gue mah!" jawab Lulu cuek.
__ADS_1
"Kalian berdua, pasti ada banyak hal yang ingin kalian bicarakan, pergi lah ke luar dulu La, temani adik mu!" pinta Sifanye.
"Iya mah!" Layla dan Lulu langsung ke luar meninggalkan kamar rawat Dahlia.
Kini hanya menyisakan Noval, Baskoro, Sifanye dan nenek Dahlia di dalam ruang rawat. Danu lebih memilih mengikuti Layla dan Lulu tanpa mereka berdua sadari.
"Maaf kan atas ketidak sopanan Lulu ya, Baskoro!" terang Noval dengan gak enak hati.
"Nama nya juga anak anak." Baskoro menanggapi nya dengan santai. Untung saja, putra ku tidak berjodoh dengan putri ke dua mu, jika benar berjodoh... bisa hancur nama baik keluarga ku.
"Apaan sih yah! Pak Baskoro aja gak kenapa kenapa tuh, gak masalah... kenapa jadi ayah yang mempermasalahkan nya!" protes Sifanye.
"Oh iya Noval, bagaimana pendapat mu. Jika ibu mertua ku ini akan tinggal di apartemen, bersama dengan Layla dan Danu." tanya Baskoro.
"Maaf nih Bas, apa gak sebaik nya ibu mertua mu tinggal bersama dengan mu saja? Lagi pula aku pikir Layla dan Danu akan berubah pikiran, dan akan tinggal di rumah mu, Bas!" pikir Noval.
"Aku ingin nya juga seperti itu Noval. Tapi Danu menolak, dia tetap ingin tinggal di apartemen bersama dengan Layla. Dan ke dua nya juga bersikeras ingin merawat nenek Dahlia." ujar Baskoro, menjelaskan nya pada Noval.
__ADS_1
"Di saat Layla sekolah, nak Danu kekantor, siapa yang akan merawat nenek Dahlia di apartemen? Apa mereka akan menggunakan jasa perawat? Tidak mungkin kan, mereka berdua membiarkan nenek seorang diri di apartemen! Mereka kan masih anak anak, belum berpengalaman dalam hal merawat seseorang yang sakit seperti ibu mertua mu ini!" ucap Noval, secara tidak langsung tidak suka dengan keputusan Layla dan Danu.
"Aku rasa itu bukan ide konyol sayang! Layla pasti bisa merawat nenek mertua nya. Biarkan saja mereka yang merawat nya! Nenek Dahlia juga pasti sangat ingin kan, berada dekat dengan cucu dan cucu menantu nya!" bujuk Sifanye dengan menggelayut manja pada lengan Noval.
"Bukan begitu mah, aku pikir Danu dan Layla itu kan baru saja menikah, mereka juga pasti butuh waktu yang cukup banyak untuk bisa saling mengerti, saling kenal, biar lah mereka memupuk kedekatan mereka berdua saat ini tanpa di ganggu oleh siapa pun." ucap Noval.
Dari ranjang rawat nya, nenek Dahlia menatap tajam langit langit ruang rawat nya. Sementara indra pendengaran nya, ia gunakan dengan sebaik mungkin untuk dapat mendengar. Apa saja yang di bahas oleh Baskoro, Noval dan Sifanye, yang kini tengah membahas dengan siapa ia akan tinggal.
Aku tidak habis fikir, kenapa Baskoro tidak mencoba untuk membujuk Danu dan Layla untuk tinggal bersama dengan nya? Kenapa membiarkan ke dua nya tinggal di apartemen, tanpa pantauan dari nya! monolog hati nenek Dahlia.
Layla dan Lulu memilih menghabiskan waktu mereka di taman rumah sakit.
"Jangan besar kepala lo sekarang, La!" cicit Lulu dengan sinis.
"Maksud kamu apa sih, Lu?" tanya Layla.
Bersambung...
__ADS_1
...🥀🥀🥀...
Menuangkan segala ke haluan lewat kata. Dari kata menjadi kalimat. Dari kalimat yang terangkai menjadi sebuah karya 😅😅😅