Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Gak usah hiraukan mereka


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


"Kamu siapa? Kamu bukan mama Sifanye? Bukan pula ibu Tati! Siapa kamu!" tanya Layla dengan kening mengkerut, menunggu wanita itu memperlihatkan wajah nya.


^^^"Ihihihihi lihat lah gadis kecil yang kau lindungi, dia tidak mengenali mu sebagai ibu nya! Jadi biarkan kami yang mengajak nya untuk bergabung dengan bangsa kita!" ucap makhluk lain yang gak menampakan sosok nya.^^^


^^^"Jangan pernah kalian ganggu Layla! Biar pun dia tidak mengenali ku, aku akan tetap melindungi nya dari kalian!" seru wanita yang berdiri di depan Layla dengan tegas.^^^


"Aku tidak mengenal mu! Siapa kamu sebenar nya? Tunjukkan wajah mu di hadapan ku! Aku ingin melihat mu!" pinta Layla dengan menelan saliva nya dengan sulit.


^^^"Ihihihihi minyingkir kau! Gadis kecil itu akan menjadi milik ku!" seru mahluk menyeramkan dengan mata merah menyala yang melesat dari atas siap menubruk Layla.^^^


"Akkkkkkkkk!" teriak Layla.


Layla beranjak dari tidur nya, dengan posisi duduk, nafas nya pun terengah engah, seakan baru aja berlari kiloan meter.


"Layla, akhir nya kamu sadar juga sayang! Kamu gak apa apa kan? Apa nya yang sakit? Kata kan pada ku?" cecar Danu, yang duduk di sisi Layla, dengan tangan menangkup wajah Layla.


"Ka Danu?" Layla menatap dalam wajah Danu.


'Aku gak salah lihat, ini ka Danu! Tempat ini... ini bukan tempat yang tadi aku lihat? Kenapa cuma ada ka Danu?' batin Layla penuh tanya, setelah mengedarkan pandangan nya.


Pluk pluk pluk.


Danu menepukkk nepukkk pipi Layla dengan lembut.


"Ada apa sayang? Kata kan pada ku? Apa yang kau mimpikan?" tanya Danu dengan menyelidik.

__ADS_1


"Mimpi? A- aku mimpi ka?" tanya Layla dengan tatapan bingung, otak nya seakan masih berfikir antar nyata dan mimpi.


Danu menghembuskan nafas nya dengan kasar, menarikkk Layla ke dalam dekapan nya, tangan nya mengelusss punggung Layla, memberikan kenyamanan untuk sang istri.


Sementara Layla masih tampak bingung dengan apa yang baru aja ia alami. Banyak mahkluk menyeramkan yang sulit di ungkapkan dengan kata. Belum lagi dengan sosok yang mengaku ibu nya, tapi bukan wanita yang ia kenal.


"Iya La, tadi kamu mimpi. Tapi aku gak tau apa yang kamu omongin dalam mimpi kamu, kamu kaya orang ketakutan gitu. Sebenar nya apa yang kamu mimpikan? Kamu mimpi buruk apa lagi La? Katakan pada ku?" tanya Danu lagi, berusaha mencari tau apa yang terjadi dengan Layla.


'Tadi Nina bilang, sebelum nya Layla baik baik aja. Tapi setelah mereka berdua berlari menghindari Devi, berakhir di sebuah bangunan tua yang aku yakin itu adalah gudang. Layla jadi aneh... ada apa dengan Layla?' tanya Danu dalam benak nya.


'Jika itu mimpi, kenapa begitu nyata? Apa yang akan mahkluk menyeramkan itu lakukan pada ku, jika aku gak bangun dari tidur ku?' tanya Layla dalam hati nya.


"Ka, kita di mana? A- aku kenapa? A- apa yang terjadi dengan ku?" tanya Layla setelah menjarak tubuh nya dari Danu, menatap Danu dengan mata bulat nya.


"Kamu tadi pinsan, kamu pasti kecapean berlari. Lain kali, jangan bertindak gegabah, jangan membahayakan nyawa mu, La! Apa kamu gak mikirin gimana perasaan ku? Melihat mu seperti ini?" Danu meraih dagu Layla, mengecup bibir Layla sekilas.


"Ruang kesehatan yang ada di kampus mu. Kita pulang aja ya! Ikuti mata pelajaran besok lagi! Aku sudah izin pada dosen mu!" Danu beranjak dari duduk nya.


"Pulang? Nina mana? Tadi ada Nina!" Layla mencari cari keberadaan Nina yang belum juga ia lihat.


"Nina aku suruh mengikuti mata pelajaran dosen ke dua mu." tanpa malu, Danu mengalungkan tali tas Layla ke leher nya.


Layla mengerutkan kening nya, 'Ka Danu beneran mau pake tas aku di kampus? Gak malu apa, kalo di liat sama mahasiswa lain nya? Ka Danu bisa jadi bahan ledekan.' Layla menelan saliva nya, ada rasa sungkan di hati nya.


"Aku aja!" Layla mengulurkan tangan nya, hendak mengambil alih tas milik nya.


"Gak usah, biar aku aja yang bawa. Ayo! Tangan mu sayang!" Danu menggendong Layla dengan ke dua tangan besar nya, ala ala bridal style.

__ADS_1


"Aku gak enak, kaka yang bawa tas nya!" ucap Layla menatap wajah Danu dengan tatapan memohon.


"Tas mu gak berat kok!" Danu meyakinkan Layla dengan senyum di bibir nya.


Danu melangkah kan kaki nya dengan pasti, ke luar dari ruang kesehatan di mana Layla berada.


"Ka Danu gak jadi ke kantor? Sudah berapa lama aku pinsan?" tanya Layla dengan menatap wajah Danu.


Tanpak dari beberapa pasang mata, mahasiswa mau pun dosen yang tengah lewat, melirik ke arah mereka berdua.


Ada yang menatap dengan aneh, ada pula yang menatap dengan salut. Melihat pria dewasa dengan potongan rapih, menggendong seorang mahasiswi. Apa lagi melingkar tali tas sang wanita di leher pria itu.


"Ka Danu!" seru Layla dengan lirih, melihat bagaimana pasang mata melirik ke arah mereka berdua.


"Gak apa, gak usah hiraukan mereka. Kapilah berlalu, biar anjinggg menggong gong." seru Danu, tampak gak masalah dengan pandangan orang yang melihat nya.


Danu berjalan tanpa hambatan menuju mobil nya yang terparkir di area kampus.


"Siapa yang mengabari kaka, kalo aku pinsan?" tanya Layla, setelah Danu duduk di kursi belakang kemudi.


...🥀🥀🥀...


Bersambung...


...Kehaluan semata...


⭐⭐⭐⭐⭐ kalo mau update banyak 🤸🏼‍♀️🤸🏼‍♀️🤸🏼‍♀️🤸🏼‍♀️

__ADS_1


__ADS_2