Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Baskoro vs Noval


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


Hingga beberapa jam kemudian, Layla mulai mengerjap, membuka ke dua mata nya. Mengimbangi dengan pencahayaan.


"Aku di mana?" tanya Layla, menatap langit langit kamar berbau obat.


"Kamu udah bangun, sayang? Kamu mau minum?" tanya Noval, dengan mengambilkan botol minum air mineral yang ada di nakas untuk sang putri.


"Ayah? Bukan nya aku ada di mobil... tadi kan aku mau pulang, kenapa aku bisa di sini?" tanya Layla dengan kening mengkerut, melihat sang ayah dengan tatapan bingung.


Danu yang baru aja ke luar dari kamar mandi, yang ada di dalam ruang rawat Layla. Langsung menjawab pertanyaan sang istri dengan suara bariton nya.


"Gak usah bingung La. Biar nanti aku jelasin sama kamu, kenapa bisa ada di rumah sakit!"


Layla menoleh ke arah asal suara yang sangat ia kenal.


'Ka Danu juga ada di sini? Apa ka Arsandi yang tadi bawa aku ke sini? Kenapa aku gak inget sama sekali?' tanya batin Layla.


"Ayah langsung ke rumah sakit, tau kamu ada di sini sayang! Perasaan ayah gak enak waktu kamu gak jawab telpon dari ayah." ucap Noval, membantu Layla minum lewat ujung sedotan.


Danu mendudukkan diri nya di tepian ranjang rawat Layla. Mengelusss puncak kepala Layla. Memberikan tatapan hangat, dengan sentuhan kasih sayang yang ia curahkan dengan satu tangan nya menggenggammm erat jemari Layla.


"Kamu sekarang udah aman, gak usah khawatir lagi ya! Ke depan nya, aku akan pasti kan setiap langkah kamu aman. Maaf karena aku sudah melibatkan mu dalam bahaya." ujar Danu dengan rasa bersalah nya, membantu Layla untuk bersandar dengan di topang bantal yang di tumpuk di belakang punggung nya.


"Maksud nya?" tanya Layla, otak nya belum bisa mengerti dengan apa yang Danu katakan.


"Gak usah di pikirin. Kamu istirahat aja! Apa mau makan? Biar aku suapin." tawar Danu.


"Gak usah kamu Danu! Ada ayah yang akan menyuapi Layla. Kamu urus aja kerjaan kamu, atau kerjakan hal lain!" titah Noval.


"Ihssss yah! Layla kan istri Danu, biar aja Danu yang suapin Layla makan! Ayah aja yang kerjakan pekerjaan lain nya!" protes Danu, gak mau kalah ngatur dari ayah mertua nya.


"Ihsss kau ini, menantu yang bener benar pengertian." Noval menyerahkan makanan yang di siapa kan rumah sakit untuk Layla pada Danu.


Danu menyuapkan Layla makanan dengan telaten.


"La, setelah ujian kamu usai, kamu mau kan menginap di rumah ayah? Mama kamu mau siapin acara ulang tahun buat Lulu. Mama mengundang kamu dan Danu untuk barberkiyuan." jelas sang ayah, gak bisa mengulur waktu untuk mengatakan nya pada Layla.


Layla menatap Danu penuh tanya, seolah bertanya lewat tatapan mata nya.


'Gimana ini, ka Danu kan udah punya rencana sendiri buat ngajak aku ke villa nya. Reunian sama temen SMA nya. Aku juga belom ngomong sama ka Danu, buat ajak serta Nina, Mery dan Deri ke puncak.' Layla menelan saliva nya dengan sulit.

__ADS_1


Danu yang di tatap Layla, langsung mengerti. Menjawab undangan ayah mertua nya itu tanpa menyinggung nya.


"Maaf yah, tapi Danu dan Layla udah ada acara duluan. Danu mau ajak Layla buat ke puncak. Ada acara di sana." ujar Danu.


"Jadi ayah kalah cepat buat undang kalian? Apa kalian gak bisa dateng barang sebentar, gitu?" tanya Noval lagi.


Wajah Layla tampak suram, mendengar jawaban yang di berikan Danu. Apa lagi mendengar perkataan ayah nya yang seakan memaksa.


'Tuh kan bener, ka Danu gak bakal mau buat ke rumah ayah. Acara reunian jauh lebih penting buat nya, ketimbang acara yang mama Sifanye buat untuk Lulu. Meski aku agak aneh sih, kenapa mama Sifanye mau repot repot mengundang ku!' batin Layla.


"Maaf yah, tapi kalo Layla mau... kita bisa mampir sebentar ke rumah ayah. Tapi gak bisa lama ya yah!" ucap Danu pada akhir nya, saat melihat awan mendung menghinggapi wajah Layla.


"Makasih ka!" seru Layla, menarik sudut bibir nya ke atas.


"Sama sama. Makan yang banyak." ucap Danu, masih menyuapi Layla dengan tangan nya.


"Makasih ya nak! Sudah mau menyempatkan waktu untuk hadir ke acara Lulu. Meski awal nya ayah juga keberatan dengan permintaan mama mu itu, La!" ujar Noval pada akhir nya pada Danu dan Layla.


"Ada apa yah?" tanya Layla.


"Ayah merasa gak adil aja sama kamu, La! Kamu belum pernah di rayain ulang tahun. Sedangkan Lulu..."


"Gak apa, Layla kan udah besar. Malu udah gede, udah punya suami, masa ulang tahun pake di rayain." ucap Layla, menghibur hati sang ayah.


"Anak ayah hebat ya! Bisa melumpuhkan satu penjahat!" puji Noval, menyelipkan anak rambut Layla ke belakang daun telinga nya.


"Dih ayah kemana aja, baru nyadar kalo Layla ini pemberani!" goda Danu, membuat Layla menunduk dengan pipi bersemu.


Dring dring dring.


Hape Noval berdering.


"Ayah jawab telpon dulu ya!" Noval menjauh dari Danu dan Layla, memilih ke luar dari ruang rawat Layla. Begitu tau siapa yang tengah menghungi nya.


"Pasti mama Sifanye." gumam Layla, yang masih bisa di dengar Danu.


"Lain kali kalo ada hal yang mencurigakan... kamu katakan aja La. Dan satu hal lagi, sebisa mungkin kamu harus tenang, kamu gak mau kan kehilangan kesadaran lagi gara gara gak bisa kontrol emosi kamu?" ujar Danu, menyimpan piring yang sudah tandas isi nya.


"Iya." jawab Layla singkat.


"Anak pintar." Danu menyodorkan minum untuk Layla, dan memberikan nya beberapa butir obat.

__ADS_1


"Obat apa lagi ini? Aku kan gak sakit!" tanya Layla.


"Gak sakit apa? Ini obat biar kamu tetap terjaga daya tahan tubuh nya, vitamin, dan obat penurun setres." jelas Danu.


"Kita gak lama kan di sini? Aku mau pulang. Besok aku bisa sekolah kan?" cecar Layla, setelah berhasil menelan obat nya.


"Kita di sini hanya sampai cairan infus mu habis, setelah itu kita pulang. Nenek Dahlia juga udah nunggu kamu di rumah." jelas Danu.


"Basuki itu siapa? Tadi aku sempat tanya sama salah seorang yang menarik ku ke luar dari mobil, dan mengatakan kalo bos mereka itu Basuki. Siapa itu Basuki?" cecar Layla ingin tau.


"Basuki itu..." belum selesai Danu berkata, pintu ruang rawat Layla di buka dari luar dengan Noval dan Baskoro yang muncul di saat yang bersamaan.


"Gimana keadaan kamu, La?" tanya Baskoro, melihat menantu nya duduk di atas ranjang rawat dengan bersandar.


"Baik pah!" seru Layla.


"Kamu apa kan lagi menantu papa, Danu?" tanya Baskoro, dengan tatapan tajam mengunus Danu.


"Apa sih pah! Ini gak seperti yang papa bayangin." bantah Danu.


Bugh.


Baskoro meninju lengan Danu dengan pelan.


"Kau ini, kalo pengen kejer target... bukan begitu cara nya! Lihat tuh! Sudah berapa kali menantu papa ini masuk rumah sakir, ini semua pasti gara gara kamu kan yang udah gak sabar mau kasih papa cucu!" umpat Baskoro.


"Apa? Mau kasih papa apa?" tanya Layla dengan melotot, menatap tajam Danu.


"Bukan begitu, ini semua salah paham pah! Layla masuk rumah sakit bukan karena itu!" Danu menggaruk kepala nya dengan frustasi.


"Ahahahha maaf La, papa hanya bercanda. Kamu wajah nya serius banget. Tapi kalo bener, ya papa girang La. Masa tua ada yang nemenin!" Baskoro mengelusss puncak kepala Layla.


"Baskoro... kau ini mau membuat hidup putri ku ancur! Layla kan masih sekolah!" protes Noval.


"Kenapa jika masih sekolah? Masalah besar? Layla tinggal mengikuti home schooling, masa depan nya juga pasti akan di jamin putra ku, bukan begitu Danu?" ucap Baskoro ngotot, gak mau kalah dari Noval.


...💖💖💖...


Bersambung...


Like dan komentarnya dong, 😅😅

__ADS_1


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata...


__ADS_2