
...🥀🥀🥀...
Layla menghembuskan nafas kasar. "Bisa di kondisikan gak? Makin nya? Boleh besok aku bawa motor sendiri ke sekolah?" pinta Layla dengan tatapan memohon.
"Sayang nya, aku gak izinkan." ucap Danu tegas tanpa menoleh ke arah Layla.
"Kenapa gak boleh? Dulu sebelum aku sama ka Danu, sebelum kita ada hubungan, aku ke mana mana sendiri. Ke sekolah juga sendiri dengan motor yang ayah berikan. Kenapa sekarang gak boleh?" cecar Layla, bak petasan banting. Mengeluarkan apa yang ingin ia katakan.
"Dulu kita belum ada hubungan La. Sekarang kan kamu udah tau hubungan kita itu apa! Apa masih perlu, aku perjelas lagi hubungan kita?" tanya Danu dengan tatapan hangat, dengan suara datar.
"Tapi kan gak semua orang tau status kita ini apa ka, justru kalo kita terlalu sering bersama. Yang ada hanya akan memancing kecurigaan orang lain ka! Yang tadi nya gak tau, malah tau!" jelas Layla gak mau kalah.
"Biar aja mereka tau. Toh kita sudah sah di mata hukum dan agama!" ucap Danu kekeh.
"Susah, ngomong sama orang yang gak mau ngalah!" gerutu Layla, memalingkan wajah ke arah jendela dengan ke dua tangan yang menyilang di depan dada.
Danu menoleh sesaat ke arah Layla. 'Kamu gak tau aja La, banyak wanita di luaran sana yang mengincar posisi mu. Tapi kamu sendiri seakan cuek dengan itu. Ini yang makin membuat ku gak bisa bebasin kamu. Belum lagi dengan mama Sifanye dan Lulu, entah apa yang bisa mereka lakukan pada mu.'
__ADS_1
"Berhenti di sana!" titah Layla, menunjuk jari nya ke depan jalan.
"Itu masih jauh dari sekolah!" tolak Danu secara halus.
"Sengaja, biar gak mancing anak anak yang lain curiga. Udah berhenti di sana aja!" pinta Layla kekeh, kaki nya menghentakkan pada pijakan.
Danu membuang nafas kasar, kengalah menuruti apa yang menjadi keinginan Layla.
Layla beneran turun dari mobil.
"Nanti gak usah pinta ka Arsandi buat jemput, aku bisa pulang sendiri!" ucap Layla, berjalan menjauh dari mobil yang kini hanya ada Danu seorang di dalam nya.
Layla langsung berlari menuju gerbang sekolah nya, bayangan Danu mengajak nya kembali masuk ke dalam mobil berkeliaran di otak nya.
Nafas Layla terengah engah, setelah ia bisa melewati gerbang sekolah dengan selamat.
"Akhir nya bisa bebas juga gue dari ka Danu." gumam Layla.
__ADS_1
Namun ternyata Layla salah, terbebas dari Danu. Namun gak bisa terbebas dari tatapan siswa dan siswi lain yang memandang ke arah nya, dengan tatapan penuh tanya dan curiga, belum lagi ada yang mencibir nya.
^^^"Lihat deh, itu kan... cewek yang ada di foto tadi?" cibir siswi dengan ramput panjang tergerai.^^^
^^^"Iya loh benar, gak nyangka gue... rumor yang beredar waktu itu ternyata ada benar nya juga." timpal kaka kelas Layla.^^^
^^^"Rumor dia jadi pelakor? Apa itu bener juga?" tebak siswi lain.^^^
^^^"Bukan jadi pelakor lagi, emang lo gak liet foto yang lain, dia udah merid." cicit kaka kelas lain nya.^^^
^^^"Astagaaa bisa sih sekolah membiarkan ini anak tetap sekolah! Gak adil itu nama nya!" ucap yang lain nya.^^^
^^^"Kita demo sekolah aja yuk! Ajak siswi lain nya! Tuntut si Layla buat di keluarin dari sekolah!"^^^
Layla berusaha cuek menanggapi tatapan dari para siswa dan siswi lain nya.
'Sabar Layla, anggap ujian. Tau apa yang mereka omongin, jangan dengerin, selagi lu kaga denger apa itu hehehe!' batin Layla.
__ADS_1
Pluk.
Bersambung...