Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Pergi dari sini


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


"Ka Danu!" seru Layla dengan penuh tanya.


"Apa sayang?" tanya Danu, menoleh ke arah Layla dengan melepasss sabuk pengaman yang membelittt tubuh nya.


"Kita gak mungkin masuk ke dalam ka! Tempat ini cuma di buka siang hari, bukan untuk malam hari!" ucap Layla seperti seseorang yang sedang menjelaskan.


"Aku tau itu! Tapi saat ini aku sedang ingin bermain di sana, hanya berdua dengan mu! Menghabiskan waktu dengan mu, menikmati canda tawa mu. Bagaimana dong?" ucap Danu, teguh pada pendirian nya.


"Astagaaa ka, jangan bersikap arogan napa! Ini udah aturan nya ka. Tempat hiburan ini gak di buka untuk malam hari! Kita kembali aja lain kali ka!" tolak Layla, menggenggammm erat tangan Danu, mencoba membuat Danu mengerti.


Danu melepaskannn tangan Layla dari tangan nya dengan perlahannn. Lalu turun dari mobil dengan Layla yang mengikuti pergerakan Danu. Hingga Danu membuka kan pintu mobil untuk Layla.


"Ayo turun! Gak enak membuat para pekerja menunggu kita." ucap Danu dengan tangan menggenggammm jemari Layla, siap mengajak nya untuk memasuki wahana bermain.


Layla terperangah. "A- apa? Pa- para pekerja menunggu kita? Ka Danu bilang apa? Ja- jadi..." tanya Layla dengan gak melanjutkan kata kata nya.


'Jangan bilang ka Danu sewa ini tempat? Gila, berapa banyak uang yang ka Danu ke luarin untuk ini? Buat siapa ka Danu ngelakuin ini semua?' tanya batin Layla.


"Ehem, jadi kalian mau masuk kapan? Jangan bilang masih ingin mengulur waktu! Apa kalian gak kasihan dengan ku, yang hanya seorang jomblo!" cicit seorang pria, dengan suara ngebas yang berdiri di belakang Danu.


"Ini bukan urusan mu! Enyah kau dari hadapan ku!" sungut Danu tanpa menoleh ke belakang.


Layla turun dari mobil dengan tangan yang di genggammm Danu.


"Dia siapa ka? Jangan bilang kalo pemilik tempat ini!" tebak Layla.


"Wah Nona, kau jahat sekali pada ku! Memang kenapa jika aku pemilik tempat ini?" tanya pria muda, dengan setelan kaos lengan panjang, dengan celana jins yang membalut tubuh atletis nya.


"Bu- bukan begitu, maksud ku... suatu kehormatan jika aku bisa bertemu langsung dengan pemilik nya! Beneran! Udah kaya mimpi!" celoteh Layla, dengan serius meyakinkan pria yang ada di hadapan nya itu.


Grap.


Danu mengeratkan tangan nya di pinggang Layla. "Tidak perlu kau jelaskan pada nya sayang! Kita nikmati saja liburan kita malam ini!" ucap Danu, menggiring Layla memasuki wahana permainan.


Ke dua nya melewati pintu masuk tanpa kendala.


"Danu, apa kau tidak ingin mengenalkan nya pada ku? Apa aku hanya akan terus mengekori kalian?" tanya si pria nya masih aja membuntuti Layla dan Danu.

__ADS_1


"Aku tidak menyuruh mu untuk mengikuti kami! Biarkan saja orang mu yang berada di sini, menemani kami selama di sini!" cicit Danu santai.


"Ka!" seru Layla.


"Dia istri ku! Kau bisa memanggil nya Layla! Sudah dengar kan! Sekarang pergi lah! Aku tidak membutuhkan mu di sini!" ketus Danu.


Sreeek.


Wali langsung menghalau ke dua nya dengan berdiri di depan ke dua nya. Lalu tangan kanan nya mengulur ke depan Layla.


"Perkenalkan Nona, nama saya Wali, saya ini dulu nya junior Danu saat di kampus dulu." cicit Wali.


Sreek.


Danu menepis tangan Layla yang hendak mengulur, berniat membalas uluran tangan Wali. Membuat Layla menoleh, menatap heran wajah Danu.


"Ka!" seru Layla penuh tanya.


Tanpa menjawab seruan Layla, Danu mengeluarkan tangan kanan nya ke depan, menyentuhhh lengan Wali, dengan tangan nya pula ia membuat Wali jadi bergeser dari tempat nya berpijak.


Layla dan Danu kembali melangkah, Danu membiarkan Layla memilih pemainan apa yang akan ia naiki.


"Cihssss pelittt sekali, cuma mengulurkan tangan aja gak boleh! Kan hanya berjabat tangan, bukan begitu Nona Layla!" gerutu Wali, meminta di bela oleh Layla.


"Kau mau pergi atau diam! Atau mau aku menarikkk diri dari proyek mu yang baru baru ini berjalan!" seru Danu penuh penekanan, dengan penuh ancamannn dengan ekor mata melirik tajam Wali yang berjalan beriringan dengan nya.


"Apa kamu mau itu sayang?" tanya Danu dengan nada hangat pada Layla, menujuk stand penjual takoyaki.


"Itu aja!" Layla menujuk stand seblakkk.


"Heh mana bisa begitu, kenapa kau ketus saat bicara dengan ku. Tapi saat bicara dengan Layla, kau sangat lembut!" protes Wali.


Tapi sayang nya Danu gak mempersoalkan perkataan Wali. Danu tampak acuh membawa Layla ke stand penjual seblakkk.


"Oke, kita beli itu!" ucap Danu dengan menjawil hidung Layla.


"Ka Wali sedang bertanya sama kaka. Kenapa gak di jawab?" tanya Layla.


"Akan aku jawab sayang! Pasti itu karena kau yang sudah meminta nya!" seru Danu berhenti di stand seblakkk.

__ADS_1


"Pesan lah apa yang kau inginkan!" Danu mengelusss puncak kepala Layla.


"Apa kaka mau juga?" tawar Layla.


"Boleh, kau tunggu aku di sini ya! Hanya sebentar." ucap Danu lembut mengecup bibir Layla tanpa malu.


"Sini kau, aku perlu bicara dengan mu!" Danu memberikan kode dengan jari telunjuk nya yang mengacung pada Wali.


Wali menelan saliva nya dengan sulit. 'Mati aku, jangan bilang Danu marah pada ku? Aku kan hanya bergurau!' batin Wali.


"Yakin, kau ingin aku katakan di sini?" tanya Danu dengan tatapan tajam.


Wali mengagguk kan kepala nya gak betani bersuara.


"Cepat pergi dari sini! Atau mau aku menghubungi Arsandi untuk membatalkan nya?" gertak Danu dengan suara tegas tanpa mau di bantah.


Layla menelan saliva nya dengan sulit, baru kali itu ia melihat Danu yang tampak posesif pada nya.


'Apa segitu nya ka Danu, gak mau waktu nya dengan ku di ganggu dengan kehadiran orang lain? Orang yang bahkan... udah memberi fasilitas ini, membiarkan wahana di buka saat malam hari. Meski hanya untuk ku dan ka Danu.' batin Layla mengedarkan pandangan nya pada tempat ia berpijak.


"Ehehehe seperti nya aku melupakan sesuatu!" ucap Wali dengan tergelak, tangan kanan nya menggaruk kepala nya yang gak gatal.


Danu menatap tajam Wali, seolah dengan mata nya ia tengah memberikan peringatan.


"A- aku ada janji temu dengan pacar ku rupa nya!" Wali melirik jam yang melingkar di pergelangan tangan kiri nya.


"Daaaah, maaf Nona... aku gak bisa menemani mu! Suami mu galak ahahaha!" seru Wali dengan memilih berlari menjauh, menghindari amukannn dari Danu.


"Dasar bocah!" umpat Danu.


Bersambung...


...🥀🥀🥀...


Like dan komentar nya dong, 😅😅


Hayo yang baca ampe scroll akhir. Kasih rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dong.


...Makasih para pembaca ku yang udah setia ku...

__ADS_1


__ADS_2