
...🥀🥀🥀...
"Kamu gak sendirian. Apa pun yang terjadi, aku akan selalu ada buat kamu, La. Aku janji, kejadian kemarin gak akan pernah terulang lagi, meski pun dalam mimpi kamu. Aku akan ada buat bangunin kamu dari mimpi buruk itu, La!" ucap Danu dengan tatapan meyakinkan.
Layla menoleh ke arah Danu, menatap nya dengan kening yang mengkerut, netra coklat Layla menatap wajah Danu. Mencari kesungguhan akan apa yang Danu katakan pada nya.
Bulur bening menerobosss dari pelupuk mata Layla, tanpa permisi lagi, tanpa bisa terbendung lagi.
'Andai saja ini bukan mimpi, alangkah bahagia nya aku. Gak perlu mengalami hal buruk yang menyakitkan, meninggalkan luka. Bayang bayang kejadian itu seakan masih berseliweran di pelupuk mata ku!' batin Layla dengan terisak.
Meski hati kecil Layla, gak mau mengingat lagi akan apa yang ia alami selama di culik, tetap aja perlakuan yang ia terima terus menari nari di pelupuk mata nya.
"Aku sungguh sungguh La! Kalo perlu... di saat kamu tidur, aku akan menjaga mu, aku biarkan diri ku tetap terjaga. Yang penting kamu terbebas dari mimpi buruk!" ujar Danu lagi, merasa Layla belum percaya pada nya.
Layla tersenyum tipis, Danu yang melihat Layla yang kini rapuh, langsung menepikan mobil nya.
Danu menangkup wajah Layla, menyeka pipi Layla yang basahhh karena sisa air mata nya.
"Apa pun yang terjadi, kamu tetap istri aku. Apa pun yang terjadi, aku akan selama nya menjadi milik mu. Begitu pun sebalik nya. Kita akan tetap bersama, terlepas dari apa yang sudah kamu alami." ucap Danu dengan sungguh sungguh.
Layla menyingkirkan perlahan ke dua tangan Danu dari wakah nya tanpa bicara lagi.
'Apa pun kalimat yang kamu ucapkan, itu hanya sebagai bentuk dari rasa kasihan mu. Bisa aja sekarang kamu mengatakan begitu, tapi nanti, di kemudian hari. Di saat ada wanita cantik lain nya datang menghampiri mu, di saat ada wanita dari masa lalu datang ke hadapan mu, aku tidak tau apa kamu masih bertahan pada ku atau meninggalkan ku!' batin Layla.
Layla memilih memandang lurus ke depan, melihat kendaraan yang berada di depan nya tengah berlalu lalang.
"Aku lelah!" seru Layla lirih.
"Iya, kita pulang. Kamu tidur lah. Nanti biar aku bangunkan saat kita sampai di rumah, ya!" titah Danu, mengelusss puncak kepala Layla, sebelum akhir nya ia melanjutkan kembali perjalanan nya.
"Kamu jangan mikir yang aneh aneh La! Kami fokus aja sama kesembuhan kamu! Untuk masalah ulangan, biar nanti kamu ikut ulangan susulan ya!" ucap Danu, dengan fokus nya yang terbagi.
__ADS_1
'Tau gini mending gwe surah Arsandi buat jemput gue tadi di rumah sakit.' sesal Danu.
...---...
Sementara di tempat lain, Noval benar benar menepati janji nya pada putri nya yang lain.
"Ayo ke sana yah! Kita tuh belum masuk ke toko sana. Siapa tau kan, aku bisa menemukan barang bagus lain nya. Mayan loh yah, bisa aku pamerenin ke teman teman di sekolah." Lulu menarikkk lengan sang ayah, membawa nya memasuki sebuah toko sepatu yang ada di dalam mall itu.
Noval menghempaskan tangan Lulu dari lengan nya. Membuat Lulu menatap jengkel sang ayah.
"Apa lagi sih yah!" Lulu menghentakkan ke dua kaki nya di lantai dengan wajah kesal.
Noval mengulurkan ke dua tangan nya, terdapat beberapa paper bag yang ada dalam genggaman tangan nya.
"Ini barang belanjaan kamu udah banyak banget, masih kurang juga belanja nya?" tanya Noval dengan gelengan kepala, menatap heran dengan putri nya ini.
Lulu melangkah menghampiri sang ayah, berkata manis dan merajuk, "Itu belum seberapa, yah! Masih banyak yang harus ayah beliin buat aku! Ayah udah janji lo, bakal kabulin semua yang aku mau, semua permintaan Lulu hari ini bakal ayah kabulin." Lulu menyandarkan kepala nya pada lengan kokoh sang ayah.
Sementara Sifanye, memilih berlama lama di salah satu restoran yang terkenal enak dan mahal, sambil memainkan benda pipih nya.
"Aku harap anak itu tau bagai mana cara nya menghabiskan uang ayah nya." gumam Sifanye, jemari nya berseluncur di layar hape nya, mencari cari barang yang akan ia perlihatkan pada Noval nanti.
'Aku harus meminta Noval untuk membawa ku kembali ke rumah sakit, dengan begitu... aku bisa menjalankan rencana ku yang tadi gagal total gara gara perawat sialannn.' batin Sifanye, dengan tangan mencengrammm kuat.
"Ayo kita ke tempat mama mu, Lu! Mama pasti sudah lelah menunggu kita belanja." bujuk Noval saat ke dua nya sudah ke luar dari toko sepatu, dengan wajah lelah dan kehitaman di kantong mata nya.
Kini bertambah lagi, paper bag berisi belanjaan sang putri yang ia bawa di ke dua tangan nya. Bukan hanya Noval saja yang membawa, Lulu juga kini membawa barang belanjaan, meski jumlah paper bag yang ia bawa lebih sedikit jumlah nya dari yang di bawa sang ayah.
"Gak dong yah! Mama kan udah tau, hari ini tuh waktu nya ayah buat Lulu, apa lagi tadi Lulu udah mau temenin ayah buat jengukin Layla! Apa ayah tega gitu, gak kasihan gitu sama Lulu!" ucap Lulu dengan bibir mengerucut, memperlihatkan wajah nya yang di buat buat semelas mungkin.
Noval menghembuskan nafas kasar lagi, saat Lulu kembali menarik lengan nya untuk memasuki sebuah toko perhiasan.
__ADS_1
"Mau ngapain kita ke sini lu?" tanya Noval, "Gak bagus lo, seorang pelajar mengenakan perhiasan yang berlebihan." ucap Noval lagi yang gak di perduliin sama Lulu.
Udah jelas berlebih, gak tanggung tanggung. Saat ini aja Lulu memakai 2 kalung dengan ukuran berbeda di leher nya. Belum lagi 2 buah gelang tangan yang ada di pergelangan tangan kiri nya, dan 4 cincin yang melingkar di jari tangan nya, masing masing 2 jari di tangan kanan dan kiri nya.
'Melihat mu memakai perhiasan seperti itu aja, kamu udah kaya toko mas berjalan, Lu!' gerutu batin Noval dengan kelakuan Lulu.
Ke dua nya di sambut seorang pelayan toko perhiasan dengan ramah, pelayan toko mengarahkan untuk ke dua nya duduk di depan etalase dengan berbagai perhiasan.
Noval dan Lulu, sama sama meletakkan barang belanjaan nya di lantai, dekat dengan kaki mereka.
"Selamat datang di toko berlian, silahkan masuk ade, kebetulan toko kami sedang loncing perhiasan model terbaru. Dan jika anda membeli nya, makan sudah di pastikan... anda orang ke tiga yang memiliki satu set perhiasan ini." ujar pelayan toko dengan senyum merekah, tatapan nya seakan meminta ke dua nya untuk membeli nya.
...---...
Sementara Nina tampak canggung, saat duduk di bonceng Deri. Berbeda saat perjalanan mereka saat menuju rumah sakit.
Sikap yang di tunjukkan Deri pun berbeda di pandangan Nina. Ini kali pertama bagi Deri, menjalin hubungan tanpa perlu meminta persetujuan dari lawan nya.
Fokus Deri pun terpecah, bukan hanya pada setang motor, melainkan pada kaca sepion yang ia gunakan untuk mencuri pandang sang kekasih.
"Kenapa lo ngelietin gue? Kesambettt lo ya?" ucap Nina dengan ketus, melihat Deri yang sesekali melirik nya dari kaca sepion motor.
...💖💖💖...
Bersambung...
Like dan komentar nya dong, 😅😅 biar ora sepi sepi amat gitu ini novel. Masa cuma tuyul doang yang aktif komen. Yang laen, mana suara nya?
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
...Kehaluan semata...
__ADS_1