Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Penipuuu ulunggg


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


"Kapan Arsandi pergi bi?" tanya Mery.


"Beberapa menit yang lalu. Kenapa kau tanyakan itu?" tanya bibi heran.


'Apa Mery sudah menyesali perbuatan nya? Sampai menanyakan kapan Arsandi pergi ya?' tanya bibi dalam benak nya, ada rasa bahagia dalam benak nya.


"Belum lama maksud bibi?" tanya Mery, memastikan perkataan sang bibi.


"Ya begitu lah kira kira, kenapa sih? Apa kamu sudah berubah pikiran, ingin menjadi istri yang baik untuk Arsandi?" tanya bibi pada akhir nya.


"Jangan mimpi, hape ku ada pada nya. Dan dia belum mengembangkan nya pada ku!" sungut Mery.


Tanpa melihat lantai yang kian berantakan karena ulah nya semalam, kaki kanan tanpa alas kaki nya menginjak serpihan kaca yang ada di lantai.


"Awwwhhh aduhhh, kenapa berantakan gini sih! Siapa coba yang bikin kamar berantakan gini!" Mery berjinjit merasakan perih pada telapak kaki nya.


Bibi bergegas memapah Mery yang terluka. "Salah mu sendiri yang membuat kekacauan ini Mery!" ucap bibi dengan tegas.


Acara Mery untuk menyusul Arsandi pun gagal, bibi hanya bisa menggelengkan kepala nya. Melihat Mery yang belum juga sadar akan kesalahan nya.


.


.


Arsandi membuang nafas kasar, sebelum ia melangkah masuk ke dalam rumah Danu.


"Selamat pagi Tuan Arsandi!" sapa pak Dedi yang menyambut kedatangan Arsandi.


"Pagi pak, apa Tuan Danu sudah turun, pak?" tanya Arsandi yang kini masuk ke dalam rumah dengan pak Dedi yang mengekori nya.

__ADS_1


"Tuan Muda Danu belum turun, Tuan. Mungkin sebentar lagi akan turun. Apa Tuan ingin sesuatu, sambil menunggu Tuan Muda Danu?" tawar pak Dedi.


"Tidak usah pak, biar aku menunggu nya aja di ruang baca." Arsandi hendak melangkah ke ruang baca.


Kruuuk kruuuk krukkk.


Suara perut Arsandi melintas seketika, dengan tanpa di undang, membuat Arsandi menahannn malu dan gak bisa berkelit lagi.


"Biar saya minta koki Adi untuk buatkan sarapan untuk Tuan Arsandi, Tuan pasti belum sarapan kan?" seru pak Dedi dengan senyum di bibir nya.


Arsandi melangkah, "Baik lah, jika tidak merepotkan." Arsandi menggaruk kepala nya yang gak gatal dengan menahannn malu yang di sertai kecanggungan.


"Tidak akan merepotkan Tuan, itu sudah menjadi kewajiban kami, memastikan semua orang yang ada di rumah ini dengan perut kenyang." ucap pak Dedi.


.


.


Sementara di dalam kamar Layla dan Danu sendiri.


Layla yang lebih dulu bangun, mulai mencoba membangunkan Danu dari tidur nya dengan cara nya. Jari telunjuk nya ia towelll towelll di hidung Danu yang mancung.


"Bangun oy bangun, udah pagi ini!" seru Layla dengan meniru suara Danu yang tengah menahannn kesal.


Pluk.


Dengan mata terpejam, tangan Danu kini merekattt di pinggang Layla.


Layla beringsut ke atas, semakin mendekatkan wajah nya dengan wajah Danu, menopang tubuh nya dengan bantuan tangan nya yang memegangi lengan Danu.


"Ka, bangun ka. Matahari udah mulai menyapa loh! Yuk bangun yuk!" bujuk Layla dengan hembusan nafas di depan wajah Danu.

__ADS_1


Grap.


"Akkk emmmpppphhh..."


Tanpa di duga Layla, tangan Danu yang semua merekattt di pinggang nya. Kini berada di kepala belakang nya, mendorong kepala Layla hingga bibir Layla dan bibir Danu saling bertemu.


Dengan mata yang masih terpejam namun penuh kemenangan dalam hati nya, Danu berhasil membuat Layla terbelalak sempurna.


Danu melumattt bibir Layla, menyesappp nya lalu lidah nya menerobosss masuk ke dalam mulut Layla. Membuat lidah nya dengan bebas menyapa deretan gigi putih Layla.


'Sialannn ka Danu, bisa bisa nya aku di permainkan. Dasar ka Danu, penipuuu ulunggg... aku pikir dia masih tidur, gak tau nya udah bangun. Liat ya, pasti akan aku balas ya!' batin Layla menatap Danu jengkel.


"Bibir mu manis banget sayang." goda Danu, menyapu bibir Layla dengan jempol nya yang basahhh karena ulah nya sendiri.


Bugh.


Layla melayangkan kepalan tangan nya di dada bidang Danu.


"Awwwhh sakit, aduh... dada ku sesakkk, ada apa dengan ku La? I- ini gak seperti biasa nya!" Danu pura pura kesakitannn, tangan nya memegangi dada nya.


Dengan panik, Layla langsung beranjak dari tidur nya, tangan nya terulur ikut memegangi dada Danu.


Dengan wajah panik melihat Danu kesakitannn, membuat suara Layla bergetar.


"Apa nya yang sakit ka? Tadi aku mukulll nya pelan kok, ka Danu jangan bercanda. Ka Danu pasti lagi bohongin aku kan?" tanya Layla dengan mata mengembun di gelayutin rasa bersalah, takut terjadi apa apa pada Danu.


"Aduh La, ini beneran sakit, masa kamu gak percaya sama aku La!" Danu pura pura meringisss, menunjukkan keseriusan nya.


...🥀🥀🥀...


Bersambung...

__ADS_1


...Kehaluan semata...


⭐⭐⭐⭐⭐ kalo mau update banyak 🤸🏼‍♀️🤸🏼‍♀️🤸🏼‍♀️


__ADS_2