
...🥀🥀🥀...
Nasib baik masih mendukung Layla. Saat pintu kamar di ketuk dari luar, di susul dengan suara seruan.
Tok tok tok.
"Maaf Tuan, saya mengganggu. Di bawah ada seorang wanita yang meminta untuk bertemu dengan Tuan. Kata nya penting, Tuan. Sangat mendesak."
Danu mengerutkan kening nya, setelah mendengar apa yang di katakan kepala pelayan. Dengan tatapan tidak suka.
Sementara Layla merapihkan kembali pakaian nya, menatap Danu dengan pandangan yang sulit di artikan.
Ada rasa sesak tersendiri di hati nya, ia belum bisa menjalankan kewajiban nya sebagai seorang istri. Meski Danu bisa saja memaksa nya untuk mendapatkan hak nya.
'Maaf kan aku ka, aku masih belum bisa percaya pada mu. Aku belum berani menyerahkan tubuh dan hati ku sepenuh nya pada mu.' batin Layla.
Layla dapat mendengar suara marah yang meninggi dari Danu, saat bicara dengan kepala pelayan.
"Kau bukan hanya mengganggu, tapi merusak mood ku! Siapa nama nya?" tanya Danu dengan suara meninggi, menggaruk kepala nya frustasi, merasakan ngenyut yang tak tertahan, setelah gagal kembali mengecap madu nya Layla.
"Nona Aleta, Tuan!" jawab kepala pelayan dengan takut, bukan hanya takut rasa menyesal pun kini menghinggapi hati nya.
'Jika tau seperti ini, lebih baik tadi aku bilang saja Tuan tidak bisa di ganggu! Dasar bodohhh!' jerit maki kepala pelayan pada diri nya sendiri.
Otak Danu langsung menjelajah, mencari alasan apa yang membuat Aleta menemui nya, bahkan wanita itu tau di mana tempat tinggal nya.
"Apa Tuan akan menemui nya?" tanya kepala pelayan lagi, saat melihat Danu yang belum memberikan nya kepastian.
"Suruh saja wanita itu menunggu ku!" ujar Danu, kembali masuk ke dalam kamar nya dengan menutup pintu dengan keras.
Blam.
Layla berjingkat kaget, melihat Danu yang kembali ke arah nya dengan tatapan marah.
__ADS_1
"Kenapa ka? Ada masalah lagi?" tanya Layla dengan beranjak dari tempat tidur, melingkar kan tangan nya di leher Danu, saat sang suami sudah berada di hadapan nya.
Seolah tau apa yang di butuhkan Danu, Layla membiarkan Danu memeluk tubuh nya, dengan deru nafas hangat Danu yang menyapa leher jenjang sang istri.
"Kau tau kan, aku sangat membenci Aleta. Dan sekarang wanita itu ada di bawah, meminta bertemu dengan ku. Dengan alasan ada hal penting yang ingin ia sampaikan pada ku! Itu pasti hanya akal akalan nya saja!" ucap Danu dengan suara yang terdengar hangat, jauh dari nada tinggi dan emosi.
"Temui saja, biar aku temani!" bujuk Layla dengan senyum tulus tersungging di bibir nya.
Di ruang tamu, Aleta tampak gusar menunggu kemunculan Danu di hadapan nya. Dengan duduk di sofa, namun ke dua mata Aleta seakan sedang menjelajahi rumah megah yang kini di tinggali Danu dan Layla.
'Harus nya aku yang menjadi Nyonya di rumah ini, bukan gadis kampung, gadis tengil itu! Dia pasti menjebak Danu untuk mendapatkan ini semua! Dasar gadis licik. Akan aku rebut apa yang harus nya menjadi milik ku!' batin Aleta dengan seringai di bibir nya.
Kepala pelayan yang sejak tadi memperhatikan tamu Tuan nya, hanya diam dengan hati yang tidak tenang.
'Siapa sih wanita ini! Gara gara wanita ini, Tuan Muda marah pada ku!' batin kepala pelayan menatap jengkel Aleta.
Dengan tatapan tajam, Aleta bertanya pada kepala pelayan. Dengan nada sinis dan dan ketus.
"Harap menunggu sebentar, Nona!" ucap kepala pelayan dengan sopan namun suara nya terdengar datar.
"Sudah berapa kali kau ucapkan itu, pelayan! Kau membuat ku jenuh saja!" omel Aleta, dengan bibir bergerak ke sana dan ke mari.
Tak tak tak tak.
Suara sepasang langkah kaki menuruni anak tangga, membuat Aleta mengfokuskan pandangan nya pada asal suara itu.
Danu dan Layla menuruni anak tangga, dengan Danu yang merekatkan tangan nya pada pinggul Layla, sementara Layla sendiri menyandarkan kepala nya pada bahu Danu.
"Mau apa kau mencari ku?" tanya Danu dengan datar, menatap malas Aleta.
Aleta beranjak dari duduk nya, hati nya panas seakan ingin sekali berlari menghampiri ke dua nya. Dan menarik Layla dari sisi Danu.
"Tentu saja aku ingin mengatakan hal yang akan membuat mu berterima kasih pada ku!" ucap Aleta dengan percaya diri, tangan nya mengepalll menahan kesal.
__ADS_1
'Kecentilan sekali, dasar tante menor!' gerutu batin Layla.
"Aku perlu bicara berdua dengan mu, Danu! Kau pasti akan sangat terkejut, mendengar berita dari ku!" pinta Aleta.
"Aku terkejut, melihat mu ada di dalam rumah ku!" Danu mendudukan diri nya di sofa.
Sreek.
Danu langsung menarik tangan Layla, dan membuat istri nya itu jatuh di atas pangkuan nya.
"Kaaaa, ihsss janagn seperti ini!" rengek Layla, hendak bangkit dari duduk nya.
"Menyebalkan... kau bisa kan meninggalkan kami berdua! Gak dengar apa tadi aku sudah bilang ada yang ingin aku katakan pada Danu!" cerocos Aleta menatap tidak suka pada Layla.
Danu menatap tajam Aleta. "Siapa kau! Berani mengusir istri ku! Di rumah ini... kau itu hanya seorang tamu yang tidak di harap kan, Aleta!"
"Kau bisa mengatakan itu sekarang, tapi tidak setelah mendengar apa yang akan aku katakan pada mu, Danu!" ucap Aleta dengan maju selangkah lebih dekat ke arah Danu.
"Ehem, pak... tolong buatkan minuman untuk tamu ka Danu." pinta Layla pada kepala pelayan dengan ramah.
"Baik Nona."
Aleta mencondongkan tubuh nya, setengah berbisik pada Danu. "Jadi begini, Danu. Aku denger salah satu gudang retail mu sedang bermasalah. Aku bisa memberi tahu mu, siapa dalang nya... dan apa yang sedang mereka rencanakan untuk mu ke depan nya!" cicit Aleta, tangan nya bergerak liar menyusuri lengan Danu, dengan tatapan menggoda.
Bugh.
"Akkkhhhhh!"
Bersambung...
...🥀🥀🥀...
Menuangkan segala ke haluan lewat kata. Dari kata menjadi kalimat. Dari kalimat yang terangkai menjadi sebuah karya 😅😅😅
__ADS_1