
...🥀🥀🥀...
"Dasar kau, gadis malang milik CEO!" goda Danu, menarikkk Layla ke dalam dekapan nya.
Beberapa bulan kemudian.
Danu dan Layla tengah berada di sebuah butik ternama di kota B. Butik yang cukup besar di pinggiran kota dengan berbagai model, diseiner yang berbeda dan hanya ada satu di dunia.
"Kamu sangat memukau sayang! Seperti nya aku gak akan ikhlas membiarkan mu pergi untuk menghadiri acara perpisahan." ucap Danu melihat pantulan Layla di depan cermin.
"Kaaa, kita udah sepakat. Jangan di bahas lagi, gak akan habis waktu nya kalo di bahas lagi!" protes Layla, membalikkan tubuh nya menghampiri sang suami yang duduk di sofa.
"Iya iya iya. Janji ya... kau tidak boleh melirik teman pria mu! Aku akan mengawasi mu saat acara berlangsung!" cicit Danu dengan jari telunjuk mengacung di depan wajah.
"Oke, aku janji. Tapi aku gak bisa menghentikan mata mereka saat menatap ku!" goda Layla dengan seringai di bibir nya.
Danu menarikkk tangan Layla. Membuat Layla kini berada di atas pangkuan Danu.
"Masih berani menggoda ku hem?" tanya Danu dengan tatapan yang sulit di artikan.
Layla menggelengkkan kepala nya dengan tatapan menggoda. "Emang apa yang bisa ka Danu lakukan? Ka Danu gak akan bisa menghentikan mereka untuk gak menatap ku weekkkk!" ledek Layla dengan menjulurkan lidah nya.
"Aku bisa melakukan ini pada mu, bukan pada mereka untuk saat ini ya!" Danu menggelitikkk Layla di perut nya. Membuat gadis itu tawa dengan terpingkal pingkal.
"Ahahahaha ampunnn ka, sudah... hentikannn! Ahahahha kaaaa! Ini geli kaaa!" seru Layla dengan di ikuti tawa, tangan nya mencoba menahannn pergerakan jemari Danu yang menari nari di perut nya.
"Katakan aku mencintai mu ka Danu!" pinta Danu dengan tangan yang masih menggelitikkk Layla.
"Iya iya ahahahha aku mencintai mu ka Danu! Sudah kaaaa hahah ini geliii!" ucap Layla dengan ujung mata meneteskan air mata karena geli.
Dring dring dring dring.
Dering hape Danu berbunyi nyaring. Tapi seperti biasa, Danu akan abai pada dering hape nya. Lalu menjawab panggilan nya dengan terpaksaaa, setelah Layla yang meminta nya. Sama seperti saat ini.
Dring dring dring.
"Kaaa! Di jawab dulu, kali aja penting!" bujukkk Layla.
"Paling hanya Arsandi, biarkan saja!" seru Danu.
Dring dring dring dring.
Hingga ke tiga kali nya, dring hape berbunyi kembali.
"Ka Danu! Di jawab dulu!" titah Layla.
"Iya iya, mungkin aja penting!" Danu mengulang kata kata yang di ucapkan Layla pada nya.
[ "Apa gak bisa menghubungi ku lain waktu hah!" ] ucap Danu dengan nada meninggi.
^^^"Maaf Tuan, ini mendesak. Apa Tuan tau, Leo memanfaatkan Nona Lulu untuk menjadi kan nya alat balas dendam Nona Aleta."^^^
[ "Biarkan saja." ]
^^^"Yakin Tuan? Bagaimana dengan Nona Layla? Biar bagai mana pun Nona Lulu itu saudari dari Nona Layla."^^^
__ADS_1
[ "Aku tidak akan perduli dengan bocah itu!" ] tanpa pikir panjang, Danu memutuskan sambungan telepon nya.
Brak.
Benda pipih itu di lemparrr Danu, jatuh tergeletak di atas sofa lain nya.
"Apa kata bang Arsandi ka?" tanya Layla ingin tau.
"Bukan apa apa. Kamu yakin gak ada lagi yang akan di bawa, atau mungkin kamu butuh sesuatu untuk di bawa besok!" tanya Danu dengan wajah datar.
"Kita cari angin aja lah, sambil beli beberapa cemilan tambahan, aku rasa... aku perlu menabah jumlah cemilan yang aku bawa." pikir Layla, mencari alasan.
"Boleh, ayo kita pergi." Layla menggandeng lengan Danu ke luar dari ruang fitting room VVIP.
Sampai di kasir.
Danu mengeluarkan kartu berwarna hitam. Kartu ajaib, yang bisa di gunakan untuk belanja sesuka hati. Gak sembarang orang yang memiliki nya.
"Kirimkan semua pakaian yang tadi di coba dan di sentuh istri ku ke alamat ini!" ucap Danu dengan menyodorkan kartu ajaib nya dengan tegas.
"Baik Tuan, akan segera kami proses pengiriman nya." ucap sang kasir, yang tampak sesekali mencuriii pandangan dari Danu.
"Ehem ehem ehem!" Layla berdeham dengan cukup kerasss. Membuat Danu dan mbak kasir menoleh ke arah Layla.
"Leher aku gatelll. Kita pulang yuk!" pinta Layla dengan Danu yang kini merangkul nya erat.
Danu dan Layla, ke luar dari butik usai membayar pakaian yang di inginkan Danu, pakaian yang di coba Layla dan ada beberapa pakaian yang cuma di sentuhhh Layla.
Tanpa ke dua nya sadari, sepasang mata mengamati gerak grik ke dua nya, lalu mengikuti nya ke mana pun mereka pergi saat itu.
"Kemana ka?" tanya Layla yang hanya mengetes ingatan Danu.
"Ke mall aja ya! Di depan sana kaya nya ada mall." ucap Danu dengan bibir yang menujuk jalan.
"Mau apa ke mall ka?" twnya Layla lagi dengan menahannn tawa.
"Tentu saja membeli beberapa cemilan untuk kau bawa lusa. Iya kan!" seru Danu, melirik sekilas wajah Layla.
"Kirain beli apa!" goda Layla.
"Jangan menggoda ku sayang! Aku tau, kamu itu dari tadi bertanya tanya hanya sekedar ingin menguji ingatan ku kan?" tebak Danu yang emang benar tanpa melesettt.
"Hihihi jangan marah! Kan hanya sekedar menguji mu ka!" ucap Layla dengan menggeser duduk nya, lebih dekat ke Danu dan memeluk lengan Danu.
"Apa kamu ingin kita makan dulu sayang? Aku rasa sudah waktu nya untuk kita makan siang." ujar Danu, melirik jam yang melingkar di pergelangan tangan kiri nya.
"Boleh juga, aku juga sedikit laper ka!" timpal Layla.
"Bagaimana keadaan papa Baskoro di China ka?" tanya Layla dengan menyandarkan kepala nya pada lengan Danu.
"Alhamdulillah seperti yang kita harapkan, papa baik baik aja." ucap Danu.
"Kalo nenek Dahlia gimana ka? Apa proses operasi nya berhasil? Berjalan dengan lancar kan?" tanya Layla dengan antusias.
"Untuk operasi nya berjalan cukup lancar, hanya tinggal pemulihan dan melewati beberapa terapi untuk berjalan." ucap Danu.
__ADS_1
"Kapan nenek Dahlia dan papa Baskoro kembali ke tanah air ka?" tanya Layla, gak sabar menanti ke pulangan keluarga suami nya.
"Kita do'a kan aja biar nenek Dahlia bisa melewati masa pemulihan nya dengan baik, biar mereka semua cepat pulang, kita bisa kembali berkumpul di sini." ucap Danu.
"Semoga ya ka!" ucap Layla.
Danu memarkirkan mobil nya di basman mall. Lalu mengajak Layla masuk ke dalam mall.
"Aku ke toilet bentar ya ka! Ada yang gak bisa lagi di bendung!" seru Layla, dengan wajah memelas saat sudah berada di lantai 2 mall.
Sreek.
"Ehhhh ka, kenapa aku di tarikkk!" seru Layla saat Danu berjalan lebih dulu dari nya, membawa Layla pada salah satu lorong dan berhenti tepat di toilet wanita.
"Cepat masuk, aku tunggu di luar!" titah Danu yang langsung berbalik badan, pura pura acuh pada sang istri.
"Makasih suami ku!" seru Layla dengan mengecup pipi Danu, lalu masuk ke dalam toilet, memilih bilik toilet yang terbuka lalu menghilang saat ia menutup pintu nya.
'Aku gak boleh gegabah, kejadian beberapa bulan yang lalu gak boleh ke ulang kembali.' batin Danu menatap penuh selidik, setiap wanita yang hendak masuk ke dalam toilet.
Bisik bisik pun terdengar dari beberapa wanita yang hendak memasuki kamar mandi.
^^^"Astagaaa mimpi apa aku, bisa melihat pria tampan, gagah rupawan berdiri di depan toilet wanita?" seru pengunjung berambut pirang.^^^
^^^"Ganteng banget, jangan jangan lagi nungguin ibu nya yang lagi buanggg hajattt di dalam toilet!" tebak wanita berambut merah.^^^
^^^"Hai tampan, kasian amat cuma sendiri di luar. Biar saya temani sini. Tapi saya gak nolak kok... kalo di minta untuk menemani Tuan tampan!" goda nya sambil masuk ke dalam toilet.^^^
Di dalam toilet wanita sendiri. Layla mendengar desas desus, suami nya yang tengah menjadi buah bibir para wanita pengunjung mall.
Layla mencuci tangan nya di westafel, lalu membasuh wajah nya dengan air yang ke luar dari keran langsung.
^^^"Mana ibu ibu yang tengah di tunggu pria muda di depan sana!" seru wanita dengan mengenakan tengtop dan jins pendek sebatas lutut.^^^
^^^"Aku yakin pria yang ada di luar itu, belum punya istri." tebak wanita berhijab.^^^
^^^"Halah, sok tau kamu itu! Biar kata udah punya istri. Gak masalah lah kalo di kejar juga! Toh gak ada satu pun pria yang bisa menolak dengan rayuan maut Fifi." ucap Fifi dengan percaya diri.^^^
^^^"Aku rasa pria itu belum tentu mau dengan mu, Fi!" seru wanita bertengtop.^^^
^^^"Kenapa? Aku cantik, seksiiihhhh, bohayyy, manis pula! Gak ada yang kurang dari ku!" seru Fifi lagi, menjabarkan kelebihan yang ia miliki.^^^
Layla membuang nafas nya dengan kasar. 'Astagaaa ka Danu, betapa besar pesona mu itu ka! Tapi mereka beneran gak tau apa ya... kalo aku ini beneran istri nya pak Danu! Seenak nya membicarakan suami orang!' gerutu Layla yang langsung memilih meninggalkan toilet wanita.
Tak tak tak tak.
Bersambung...
...🥀🥀🥀...
Like dan komentar nya dong, 😅😅
Hayo yang baca ampe scroll akhir. Kasih rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dong.
...Makasih para pembaca ku yang udah setia ku...
__ADS_1