Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Ketularannn mesummm


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


"Siapa yang mengabarin kaka, kalo aku pinsan?" tanya Layla, setelah Danu duduk di kursi belakang kemudi.


Danu menoleh ke arah Layla, "Apa penting untuk mu mengetahui, aku tahu dari mana?" tanya Danu dengan tatapan hangat nya.


'Sebenar nya aku sangat marah. Bisa bisa nya Nina tidak mengabari ku akan kondisi mu, La!' batin Danu menyembunyikan kemarahan dan kecewa nya dari Layla.


Layla membuang nafas nya dengan kasar, 'Paling juga tau dari Nina. Siapa lagi kalo bukan dari Nina.' pikir Layla.


Danu mengelusss puncak kepala Layla, "Ikut aku ke kantor dulu ya! Gak apa kan?" tanya Danu dengan tatapan hangat.


"Iya, aku gak masalah." seru Layla dengan tatapan lurus ke depan.


Danu melirik Layla yang belum juga memasang sabuk pengaman nya.


"Apa lagi yang mengganjalll dalam benak mu, La? Harus nya aku yang marah pada mu! Bisa bisa nya kondisi mu drop! Kau tau, aku mengantarkan mu tadi pagi dalam keadaan sehat. Terakhir kali kita bertemu, kau pun masih sangat sehat." Danu mencondong kan tubuh nya, dengan tangan terulur ke depan. Membuat Layla dengan spontan mencondongkan tubuh nya ke samping, ke arah pintu.


"A- aku gak mikir apa apa, a- apa yang ka Danu lakukan? I- ini masih area kampus! Jangan mesummm ka! A- aku mana tau jika tiba tiba kondisi ku tadi drop." ucap Layla dengan gugup, pipi nya kini bersemu bak kepiting rebus.


"Ey siapa yang mesummm? Aku gak mesummm, aku cuma memasangkan sabuk pengamannn di tubuh mu! Tapi..." Danu menggantung kata kata nya, lalu menatap wajah Layla dengan jarak yang sangat dekat, tanpa jarak, dengan hidung mereka yang saling menyentuhhh.


"I- ini nama nya mesummm ka! Kaka semakin mendekatkan wajah ka Danu dengan wajah ku! Lalu setelah ini, a- akan berakhir dengan kaka mencium ku di bibir." ujar Layla dengan tergagap, seakan sulit bernafas, ia pun sampai memejamkan ke dua mata nya.


Danu menggelengkan kepala nya, 'Mana bisa marah aku, jika di hadapkan dengan tingkah Layla yang seperti ini, aku hanya bisa menggoda nya sebelum akhir nya memenuhi apa yang ia katakan barusan.' batin Danu.

__ADS_1


"Kau memejamkan mata, seakan diri mu yang menginginkan nya, sayang!" seru Danu dengan hembusan nafas di ceruk leher Layla.


'Eh iya benar juga apa kata ka Danu, kalo aku seperti ini. Sama aja aku yang berharap di cium, gila, otak ku udah mulai ketularannn mesummm.' batin Layla.


Layla membuka ke dua mata nya, ingin marah dengan perkataan Danu.


"Bu ummmppppp!"


Belum selesai Layla mengatakan kemarahan nya, kini ia membola dengan sempurna. Saat Danu dengan rakus nya, namun gerakan yang lembut melumattt, menyesappp bibir Layla.


'Aku senang melihat wajah mu yang seperti ini La! Menolak tapi sebenar nya menginginkan!' batin Danu dengan kemenangan.


Ke dua tangan Layla bergerak dengan sendiri nya, melingkar di leher Danu, menikmatiii setiap sentuhannn bibir Danu yang kini menjalar ke leher jenjang nya.


"Sudah ka! Ini area parkir kampus. Gimana kalo ada mahasiswi lain yang melihat nya?" rengek Layla dengan tatapan memohon, untuk Danu melepasakann nya.


"Tetep aja ka! Kita bisa lanjut di rumah! Gak harus di mobil juga ka!" seru Layla dengan gelengan kepala.


Danu menjauhakan tubuh nya dari Layla, menggaruk kepala nya dengan frustasi.


"Baik lah, aku setuju kita gak ngelakuin di mobil. Tapi aku akan melahappp mu di kantor, ruang pribadi ku!" Danu memutuskan dengan tegas, tanpa ingin di bantah Layla.


Layla menelan saliva nya dengan sulit.


"A- apa harus ka?" Layla merapihkan kembali rambut nya dan pakaian nya yang di buat berantakan karena perbuatan Danu.

__ADS_1


Danu melajukan mobil nya, meninggalkan area kampus.


"Aku mencintai mu! Jika ada apa pun yang terjadi pada mu, aku pasti akan langsung tau." ucap Danu dengan tangan kiri nya yang meraih dan mengecup punggung tangan Layla.


"Nina yang memberi tahu kaka? Emang dasar itu bocah atu, gak bisa apa sekali aja gak usah kasih tau kaka kalo aku lagi kenapa kenapa." tebak Layla yang ikut menggenggammm jemari Danu.


Danu melirik kembali Layla, dengan senyum terukir, Danu menggelengkan kepala nya.


"Hah? Jadi bukan Nina yang ngadu sama kaka?" tanya Layla dengan tatapan yang sulit di percaya.


"Iya bukan Nina, kali ini tebakan mu salah sayang." seru Danu.


"Kalo bukan Nina, terus siapa orang nya ka?" tanya Layla ingin tau sampai merubah posisi duduk nya, condong ke arah Danu.


"Kalo kamu bisa menebak nya, aku akan pastikan. Mengabulkan permintaan mu La! Ayo tebak, aku tahu dari siapa?" ucap Danu, menyemangati Layla untuk menebak nya.


"Ihs mana aku tau kalo kaya gitu cara nya ka! Kenapa gak langsung aja sih... kasih tau siapa yang udah kasih tau ka Danu!" protes Layla menghempakan tangan nya dari genggamannn Danu.


"Jika kau tidak bisa menebak nya, maka aku tidak akan membiarkan mu bisa tidur dengan nyenyak nanti malam. Karena aku, akan menghukum mu sayang!" ucap Danu dengan seringai di bibir nya.


"Ka Danuuuuu!" pekik Layla, menatap jengkel wajah Danu.


...🥀🥀🥀...


Bersambung...

__ADS_1


...Kehaluan semata...


⭐⭐⭐⭐⭐ kalo mau update banyak 🤸🏼‍♀️🤸🏼‍♀️🤸🏼‍♀️🤸🏼‍♀️


__ADS_2