
...🥀🥀🥀...
"Astagaaa, ini malam pertama kita sayang!" seru Arsandi dengan ke dua lutut yang luluh di atas lantai.
Malam itu Arsandi benar benar tidur di luar kamar. Mery sama sekali gak merubah keputusan nya. Apa lagi setelah ia tau jika Arsandi masih menyembunyikan apa yang gak ia ketahui perihal sang ayah biologis nya.
Mery menghempaskan tubuh nya di atas kasur. "Apa aku sudah gila! Hanya dengan mendengar perkataan pak penghulu dan pak Arsandi, langsung ia saja gitu menikah dengan pak Arsandi? Benar benar gak bisa di percaya!" gerutu Mery.
'Apa yang sudah di lakukan Baskoro sudah keterlaluan, gak bisa aku terima apa pun alasan nya. Sampai kapan pun, aku gak mau menerima nya sebagai ayah. Ayah apa yang tega tidak mengakui putri nya sendiri! Tidak menikahi ibu ku di saat ia sendiri sudah mengambil kesuciannn ibu! Pria brengsekkk! Sudah jelas aku pernah bertemu dengan nya, tapi kenapa juga aku gak nyadar akan posisi nya yang gak lain ayah ku sendiri! Bodohhh nya gue!' batin Mery mengumpat, melemparrr bantal ke sembarang arah.
Di luar kamar.
"Mery! Kita harus bicara, kamu ingin mendengar nya kan? Aku bisa menjelaskan nya pada mu! Tolong buka pintu nya, jangan biarkan pintu surga mu ini kedinginan Mer!" seru Arsandi, masih berusaha membujuk Mery dengan duduk menyandar pada pintu kamar yang tertutup rapat.
Ceklek.
Bibi ke luar dari kamar nya, melihat pemandangan yang gak biasa, dan mungkin ia harus terbiasa dengan peringai Mery kelak.
"Mery Mery, kamu itu benar benar. Gak bisa di duga." bibi bergumam pelan, menggelengkan kepala nya melihat Arsandi di luar kamar.
"Di kunciin ya sama Mery? Yang sabar ya nak Arsandi! Kamu harus bisa memaklumi Mery, ini gak mudah untuk ia jalani, menerima hubungan baru di antara kalian. Apa lagi kamu orang pertama yang berhasil mengungkap ayah biologis Mery."
"Iya bi, bisa kita bicara sebentar bi! Ini mengenai Mery." Arsandi beranjak dari posisi duduk nya.
"Apa lagi yang ingin kamu ketahui tentang Mery? Kamu udah tau banyak kan tanpa bibi mengatakan nya Ar!" ucap bibi.
"Aku ingin mendengar nya langsung dari bibi. Apa yang sudah di lalui Mery saat masih bersekolah dulu?" tanya Arsandi, mengikuti langkah kaki bibi yang duduk di ruang depan.
__ADS_1
Arsandi gak menyangka, dengan apa yang sudah di lalui Mery dulu. Mengalami hinaan dan cacian sebagai anak di luar nikah. Bahkan gak sedikit orang tua yang melarang Mery,untuk bermain bersama dengan putra putri mereka, yang gak lain tetangga nya sendiri.
"Mery itu anak yang kuat, biar kata gak punya ayah. Di bilang anak pembawa sial. Tapi bagi bibi... Mery adalah seorang anak yang di kirim untuk bibi, agar bibi bisa terus menjalani hidup, mempunyai tujuan hidup untuk merawat dan membesarkan Mery." ujar bibi panjang kali lebar.
"Apa setiap orang tua, akan melarang putra putri nya bermain bersama dengan Mery kecil, bi?" tanya Arsandi.
"Bukan hanya melarang, tapi gak segan melukai, menyakiti fisik Mery. Entah gimana pikiran mereka terhadap Mery, hingga pada akhir nya bibi memutuskan untuk menjual rumah orang tua Mery, dan tinggal di rumah ini. Rumah tempat kami berpulang setelah melakukan aktifitas. Tempat kami berlindung dari hujan dan panasss nya matahari." terang bibi panjang kali lebar.
Arsandi mengerti kenapa Mery selalu bersikap ketus pada orang lain, bersikap acuh pada teman nya di sekolah.
'Jadi selama ini kamu melindungi diri mu agar gak terluka.' batin Arsandi.
Di rumah kediaman Danu dan Layla.
Layla yang sudah tertidur pulas di dalam mobil. Langsung di gendong oleh Danu, tanpa membangunkan nya.
"Hanya tertidur, kau lanjutkan saja pekerjaan mu! Jangan naik ke atas jika aku tidak memanggil mu! Katakan itu pada yang lain nya juga!" titah Danu sambil melangkah menaiki anak tangga.
Dengan hati hati Danu akhir nya bisa sampai di depan pintu kamar mereka.
Namun saat Danu mulai mengayunkan langkah kaki nya, memasuki kamar mereka berdua.
Sreeekkk.
"Ugghhh!" pekik Arsandi, berusaha tetap menjaga keseimbangan tubuh nya yang oleng ke depan, saat kaki kiri nya ternyata malah kesandung karpet.
Di saat yang bersamaan, Layla membuka ke dua mata nya, diri nya merasakan tubuh nya berguncanggg.
__ADS_1
"Ka!" seru Layla.
Bugh.
Ke dua nya jatuh ke lantai, dengan Danu yang berhasil merubah posisi nya, membuat punggung nya merasakan lantai berlapis karpet.
"Kok gak sakit?" tanya Layla dengan membola, hilang sudah rasa kantuk nya.
"Empuk kan tubuh ku? Dada bidang ku bisa memberikan kenyamanan untuk tubuh mu, sayang!" ringis Danu.
Bugh.
Layla memukulll dada bidang Danu.
"Gak lucu! Harus nya bangunin aku kalo kita udah sampai rumah!" protes Layla, beranjak dari tubuh Danu.
"Niat ku kan baik sayang, gak mau ganggu tidur kamu!" jelas Danu ikut beranjak dari posisi nya yang jatuh terlentang.
"Gak mau ganggu tidur ku! Tapi kaka malah mengacaukan mimpi ku kalo udah kaya gini!" Layla menggaruk kepala nya dengan frustasi.
Grap.
...🥀🥀🥀...
Bersambung...
...Kehaluan semata...
__ADS_1
⭐⭐⭐⭐⭐ kalo mau update banyak 🤸🏼♀️🤸🏼♀️🤸🏼♀️🤸🏼♀️