
...🥀🥀🥀...
"Baskoro... kau ini mau membuat hidup putri ku ancur! Layla kan masih sekolah!" protes Noval.
"Kenapa jika masih sekolah? Masalah besar? Layla tinggal mengikuti home schooling, masa depan nya juga pasti akan di jamin putra ku, bukan begitu Danu?" ucap Baskoro ngotot, gak mau kalah dari Noval.
Di luar dugaan Noval dan Baskoro, Dahlia yang sejak tadi berada di ambang pintu, mendengar apa yang di perdebatkan ke dua nya. Membuat wanita tua itu meradang.
Kreeeek.
Pintu ruang rawat Layla, di buka dari luar dengan lebar oleh seorang suster. Nampak nenek Dahlia yang duduk di kursi roda, langsung mengeluarkan gerutuan nya untuk ke dua pria paruh baya, yang gak lain Noval dan Baskoro.
"Kalian berdua, pria paruh baya. Apa gak punya kesibukan lain selain ikut campur dengan rumah tangga cucu menantu ku?" tanya nenek Dahlia dengan tatapan tajam nya.
Baskoro, Noval, Danu dan Layla di buat menoleh ke arah nya. Melihat kedatangan wanita sepuh yang kini sudah lancar bicara nya.
"Mama ngapain di sini?" tanya Baskoro, menghampiri sang mama mertua, dan mengambil alih mendorong kursi roda setelah sebelum nya mencium punggung tangan kanan nya.
"Kenapa gak tunggu kami di rumah aja, nek? Dikit lagi juga Danu bakal bawa pulang Layla." ujar Danu.
Perasaan tidak enak mulai tumbuh di hati Noval, melihat nenek Dahlia terus saja menatap nya dengan tatapan sinis.
'Jangan bilang jika wanita tua itu mendengar apa nya sedang di perdebatkan ku dan Baskoro! Harus nya dia membela ku, bukan!' batin Noval.
Prak.
"Awwwhhhh aku salah apa lagi sih mah!" seru Baskoro, saat lengan nya di geprak Dahlia.
"Masih tanya lagi, jangan paksakan keinginan mu pada cucu menantu ku! Awas kamu ya!" omel nenek Dahlia.
Layla dan Danu menahan tawa, melihat respon Noval dan Baskoro yang seakan mati kutu di depan nenek Dahlia.
"Apa salah nya sih mah!" protes Baskoro, "Layla dan Danu kan sudah sah jadi suami istri, Danu sudah mapan, Layla juga cukup usia nya." kilah Baskoro.
"Poko nya tunggu sampai Layla siap, gak tau apa kalian tuh resiko wanita hamil di usia yang masih sangat muda! Jangan sampai apa yang menimpa Devinta terulang kembali!" seru Dahlia yang tidak bisa lagi membendung amarah nya, seakan tengah menyentil telinga Noval.
"Nenek!" seru Danu dengan gelengan kepala, tatapan memohon pada sang nenek.
"Mah!" seru Baskoro, yang langsung berdiri di depan kursi roda sang mama mertua.
__ADS_1
Noval mengepalkan tangan nya dengan kencang, tampak rahang pipi nya yang seketika mengeras. Dengan tatapan yang sulit di artikan.
'Wanita tua itu masih juga menyalahkan ku! Pada hal aku sudah berusaha menebus ke salahan ku, dengan membesarkan putri nya Devinta. Apa yang terjadi pada Devinta, itu juga bukan sepenuh nya kesalahan ku, wanita tua!' umpat Noval dalam batin nya.
"Apa?" tanya nenek Dahlia menatap kesal Baskoro.
Suasana di kamar rawat Layla seketika memancarkan aura ketegangan. Sementara Layla sendiri, masih belum mengerti dengan apa yang di khawatir sang nenek mertua.
'Sebenar nya apa yang terjadi dengan mendiang mama Devinta, apa hubungan nya dengan hamil di usia muda?' batin Layla dengan kening mengkerut, hati nya bertanya tanya.
Nenek Dahlia menatap Noval, dengan tatapan benci dan dendam yang melebur menjadi satu.
'Semua karena kesalahan mu, Noval... aku jadi kehilangan putri kesayangan ku! Andai saja Devinta mau menuruti perkataan ku! Tidak akan pernah dia kehilangan nyawa nya demi anak yang sekarang menjadi istri nya Danu!'
"Kenapa jadi canggung gini ya? Kalian masih mau berdebat? Apa yang ingin kalian perdebatkan? Bisa kalian jelaskan pada ku?" tanya Layla dengan menggaruk kening nya yang tidak gatalll.
"Gak ada apa apa kok sayang, nenek kamu ini cuma lagi kangen aja sama mendiang istri papa." ucap Baskoro dengan menyunggingkan senyum di bibir nya, meyakinkan Layla.
Noval mengayunkan langkah kaki nya mendekat ke arah Layla.
"Maaf ya sayang, ayah gak bisa ikut anter kamu pulang, masih ada yang harus ayah kerjakan!" Noval mengelusss puncak kepala Layla dengan penuh kasih sayang, lalu mendaratkan kecupan di puncak kepala sang putri.
"Kau tidak ingin mengantar putri mu pulang, Noval?" tanya Baskoro.
'Noval pasti merasa sangat tersinggung, dengan apa yang di katakan mama Dahlia.' batin Baskoro, merasakan perubahan di wajah Noval.
"Pergi sana, gak usah kembali. Muak aku melihat nya!" umpat nenek Dahlia pelan, namun masih bisa di dengar Baskoro, dengan membuang pandangan nya dari Noval.
Baskoro berkata dengan suara yang pelan. "Jangan begitu mah! Biar bagaimana pun dia itu ayah kandung Layla!" Baskoro mencengrammm lembut bahu sang mama mertua.
"Aku antar ayah sampe depan dulu ya, sayang!" Danu beranjak, mengelusss lengan Layla.
Layla hanya mengangguk, menatap punggung sang ayah yang semakin menjauh dari pandangan nya.
"Gimana bisa kamu masuk rumah sakit sih La?" tanya nenek Dahlia ingin tau.
"Ka Danu gak bilang sama nenek?" Layla balik bertanya.
"Danu cuma bilang kamu itu kelelahan, emang kamu kelelahan ngapain, sampai bisa pinsan gitu? Apa Danu membuat kamu lelah semalam? Apa semalam kamu kurang cukup tidur nya? Atau pihak sekolah mu terlalu banyak memberikan kegiatan?" cecar nenek Dahlia.
__ADS_1
Layla menyunggingkan senyum, melihat betapa khawatir nya nenek dari pria yang menikahi nya itu.
"Layla cuma kelelahan aja nek, kurang istirahat. Setelah istirahat yang cukup, pasti akan sehat seperti sedia kala." ujar Layla.
"Kamu belum di pake sama Danu kan La?" tanya nenek Dahlia dengan frontalll.
"Apa nek?" tanya Layla dengan membola.
'Serius, ini nenek lagi nanyain begituan sama aku? Aku jawab apa dong? Apa aku ngaku aja kalo ka Danu udah mendapatkan hak nya sebagai suami aku? Aihhhsss aku ngerti banget apa yang di maksud nenek Dahlia, tapi apa ia aku harus mengatakn nya, kan malu!' batin Layla, menelan saliva nya dengan sulit, pipi nya semakin merona.
"Mah! Pake bahasa yang Layla mengerti lah! Jangan bahasa aneh yang mama ajarkan pada Layla!" protes Baskoro, mengatakan pada mama mertua nya, namun tatapan nya mengarah pada Layla.
Batin Baskoro. 'Aku yakin, Layla dan Danu sudah melakukan nya... di lihat dari wajah Layla yang tampak malu malu, Layla mengerti apa maksud pertanyaan mama, hanya saja Layla belum siap dan bingung untuk mengatakan nya!'
"Benar juga apa kata kamu Baskoro! Layla mana mengerti bahasa mama. Anak jaman sekarang." pikir nenek Dahlia.
"Maksud nenek, kamu dan Danu belum itu kan? Melakukan hubungan___
"Nek, biar Layla di periksa dokter dulu!" ucap Danu, menghentikan perkataan nenek Dahlia.
Di dalam mobil yang masih terparkir di area rumah sakit.
Bugh bugh bugh.
Noval memukulll mukulll setir kemudi dengan kepalan tangan nya.
"Bukan mau ku, Devinta meninggal! Devinta meninggal juga karena keegoisan mu wanita tua!" umpat Noval, lalu bulir bening menerobosss pelupuk mata nya.
"Maaf kan aku Devinta, andai aku bisa membawa mu ke rumah sakit tepat waktu, andai orang tua mu mau merestui hubungan kita, semua tidak akan jadi seperti ini!" ucap Noval dengan lirih dan terisak.
...💖💖💖...
Bersambung...
Like dan komentarnya dong, 😅😅
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
...Kehaluan semata...
__ADS_1