Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Mending sama lo!


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


"Kenapa? Rencana kamu gagal lagi?" tanya Reina dengan ke dua tangan menyilang di depan dada.


"Bukan gagal sayang, hanya saja belum berhasil!" kilah Leo, hendak memeluk Reina ke dalam dekapan nya, namun di tepis Reina dengan kasar.


"Aku gak sudi di sentuh oleh mu, sebelum kamu berhasil menghancurkan Danu dan Layla! Setidak nya kamu harus bisa memisahkan mereka!" Reina berlalu meninggalkan Leo.


"Bini kurang ajarrr! Harus nya gue yang mengancammm nya! Lihat aja, gue gak dapat dari lo, gue bisa dapetin dari luar!" gumam Leo pelan dengan tangan mengepalll.


"Kali ini gue harus bisa menguntit nya!" tekad Leo, dengan topi dan jaket sebagai alat untuk penyamaran nya.


Sementara di ruang kunjungan, tempat di mana Lulu menjalani hari hari nya sebagai bentuk pertanggung jawaban nya atas kematian sang ibu.


Dengan malas Lulu mendaratkan bobot tubuh nya di kursi, enggan menatap Noval yang sudah dulu duduk di hadapan nya dengan meja sebagai penghalang ke dua nya.


"Lu, apa kamu baik baik aja sayang? Ini ayah bawakan kamu makanan kesukaan kamu, di sini juga ada coklat, kamu pasti suka!" Noval mendorong paper bag yang ia bawa, lebih dekat ke depan Lulu.


Lulu menatap Noval dengan benci dan kecewa. "Kenapa ayah tega lakuin semua ini ke aku? Apa karena aku ini bukan darah daging ayah? Bukan anak kandung ayah?" cicit Lulu dengan penuh penekanan.


Noval tercengang mendengar pertanyaan Lulu. Hati nya sakit melihat keadaan Lulu, baru beberapa hari di tempat penitipan anak anak yang bermasalah dengan hukum. Sudah begitu banyak perubahan pada diri dan penampilan Lulu.


"Apa yang kamu katakan Lu? Dari dulu sampai saat ini, kamu tetap putri ayah, putri ayah paling kecil! Putri ayah yang selalu ayah manjakan!" Noval beranjak, melangkah menghampiri Lulu.


Lulu beranjak, mengulurkan tangan kanan nya ke depan dengan jemari yang terbuka.


"Stop yah! Mulai detik ini, kamu bukan lagi ayah ku! Harus nya seorang ayah mengeluarkan putri nya dari tempat jelek ini! Tapi apa? Ayah dengan tega membiarkan mereka membawakan ku ke sini! Aku tersiksaaa di sini yah! Aku ingin ke luar dari tempat ini yah!" ucap Lulu dengan suara meninggi, mengeluarkan kekesalan nya dan kekecewaan nya pada sang ayah.


"Lu, tolong dengar kan ayah! Ayah ini sangat menyayangi kamu, kamu tinggal di sini hanya untuk sementara waktu, setelah itu kamu bebas lu. Kamu bisa kembali tinggal bersama dengan ayah! Kamu bersabar ya! Jalani semua ini dengan ikhlas Lu. Anggap ini pelajaran berharga dalam hidup kamu Lu!" Noval merengguh Lulu yang kini menangis sejadi jadi nya.


"Lulu gak mau di sini yah! Kembalikan kehidupan Lulu seperti sedia kala!" pinta Lulu dalam tangis nya, mencengrammm erat kemeja yang di kenakan Noval.


"Sabar ya sayang! Setiap perbuatan yang kamu lakukan, pasti ada konsekuensi nya Lu. Berfikir lah sebelum bertindak! Apa lagi kamu sudah menghilangkan nyawa mama kandung mu, orang yang sangat menyayangi mu!" Noval mengelusss kepala Lulu, air mata pun luluh lantah, gak bisa lagi membendung perasaan nya melihat Lulu yang hancur masa remaja nya.


Rasa iri, dengki, sudah menutupi mata hati nya. Di tambah dengan ia yang salah bertemu dengan seseorang yang malah menjerumuskan nya dalam perbuatan yang gak terpuji.

__ADS_1


"Maafin Lulu yah! Seandai nya Lulu gak dengarin apa kata Bagas, Lulu gak akan menyakiti mama." ucap Lulu dengan penuh penyesalan.


"Nasi udah jadi bubur Lu. Kini tinggal penyesalan yang tersisa, do'a kan mama di sana. Biar mendapat tempat yang lapang di surga nya Allah." cicit Noval.


Lulu hanya mengangguk kan kepala nya.


Matahari menjulang tinggi, menemani mahluk bernyawa yang tengah menjalankan aktivitas nya.


Bel berakhir nya jam pelajaran sudah lama berbunyi, namun di kelas Layla masih menyisahkan beberapa anak yang masih tinggal di dalam kelas.


'Gue harus tau, mereka mau ada rencana pergi ke mana!' batin Julia, menguping pembicaraan Layla dan teman teman dekat nya.


"Jadi gimana nih keputusan nya, La!" tanya Mery yang masih sibuk memasukkan alat tulis nya ke dalam tas nya.


"Langsung pulang aja deh! Pak supir udah nunggu di depan gerbang sekolah." ucap Layla, setelah menatap layar benda pipih nya.


"Wihhhss getolll amat itu pak supir!" seru Nina, yang masih membuka lembar demi lebar buku pelajaran nya yang ada di atas meja.


"Udah masukin dalam tas, tunggu apa lagi? Emang kamu gak mau pulang, sayang!" tanya Deri yang kini berdiri di depan Nina, dengan meja sebagai penghalang ke dua nya.


"Ah lo, gue aja nunggu sampe sekarang belum ada kabar kabar nya itu, udah tunangan kan lo sama pak Arsandi!" cicit Nina, dengan kerlingan mata ke arah Mery yang berjalan menghampiri Layla.


"Layla!" seru Mery dengan bibir mengerucut.


"Hehehe, bukan gue yang kasih tau. Tapi mata lo tuh yang udah kasih jawaban buat kita kita, kejelasan hubungan lo sama bang Arsandi!"


cicit Layla.


"Nah bener tuh apa kata Layla!" seru Deri, mendukung pengakuan Layla.


"Mau dong, gue di traktir." timpal Juni, menghampiri Mery, dan yang lain nya.


"Ah lo mah, dengar kata traktir aja udah kaya bensin. Nyamber bae lo!" celetuk Mery.


"Hayo lah pulang, kasian pak supir udah nunggu di bawah." Layla beranjak dari duduk nya dengan menyampirkan tas di bahu.

__ADS_1


"Kita juga mau pulang kali La, ayo yank!" Nina beranjak dari duduk nya, dengan tangan nya yang langsung di genggammm Deri.


Layla berjalan lebih dulu. Dengan di ikuti Nina dan Deri di belakang nya.


Juni melangkah beriringan dengan Mery.


"Eet ya, gue genggammm tangan sama siapa ini? Bikin ngiri bae lu pada!" Juni menatap telapak tangan kanan nya, setelah melihat genggammm tangan Deri dan Nina.


"Noh ada cewek nganggur, sama dia aja sana!" seru Mery dengan ekor mata melirik ke arah Julia


"Hadeeh bisa kacauuu hidup gue, mending sama lo aja deh La!" Juni bergidik setelah melirik sekilas ke arah yang di maksud Mery.


Juni mempercepat langkah nya dan menyambar jemari Layla dan menggenggammm nya.


"Dasar lo Juni, gak mungkin lah... gue udah ada ka Danu!" Layla melepaskannn tangan nya dari genggamannn Juni, gak ambil serius ucapan Juni.


'Untung aja gak ada pak Danu, dasar ini anak nekaddd banget sih! Gak takut di lihat sama anak anak yang lain apa ya!' gerutu Deri dengan gelengan kepala melihat sikap Juni.


"Andai gak ada pak Danu, lo mau La sama gue?" tanya Juni dengan menatap nya penuh harap.


"Hadeeh Juni, terpengaruh sama sinetron ikan terbang lo ya? Bini orang masih mau di embattt juga! Haloooo, kemana para single?" goda Mery dengan candaan nya.


"Tau nih Juni, candaan nya garing banget!" timpal Nina.


"La!" seru Juni lagi, gak sabar dengan jawab Layla.


"Belajar ya belajar lah! Biar kata gue gak ketemu ka Danu, prioritas harus belajar dan lulus!" ucap Layla tanpa ragu, senyum terukir di bibir nya.


'Gue tau, siapa lagi yang bisa gue manfaatin!' batin Julia, berseringai dengan jarak yang gak terlalu jauh dari Layla dan rombongan nya.


Bersambung...


...🥀🥀🥀...


Like dan komentar nya dong, 😅😅

__ADS_1


Hayo yang baca ampe scroll akhir. Kasih rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dong, biar makin semangat updat nya


__ADS_2