
...🥀🥀🥀...
"Ini juga mau gue angkat panggilan telepon nya, gak liet lo!" tanpa menghentikan langkah nya, Layla merogoh hape nya yang ada di dalam tas nya.
Brugh.
"Awhhh sakit!" pekik Layla, saat kening nya menabrak benda keras yang ada di hadapan nya.
"Ahahahhaha begooo di piara lu La, La!" Nina terkekeh puas, mentertawakan Layla.
Layla hanya melirik sekilas wajah Nina dengan bibir mengerucut.
"Kenapa gak minggir ka? Udah tau aku mau lewat!" gerutu Layla pada pria yang berdiri di hadapan nya.
Tomi menggeser tubuh nya satu langkah ke kanan.
"Kau lihat, ada pilar menjulang tinggi di depan mu. Gimana kalo aku tidak berdiri di depan nya! Apa yang akan terjadi pada mu hem!" cecar Tomi pura pura marah.
"Owwhhh!" Layla hanya ber oh ria menanggapi perkataan Tomi kaka kelas nya.
"Hanya oh? Aku sudah menghindari mu dari pilar, kamu bilang hanya oh? Astagaaa benar benar gak tau terima kasih." gerutu Tomi.
"Makasih ya kaka senior, sudah menghindari ku dari kejedot!" ucap Layla dengan senyum manis nya, lalu menarikkk lengan Nina untuk melanjutkan langkah nya.
"Gak nyangka lo gue, ada segitu nya itu cowok mau ngelindungin lo dari pilar hehehe." ucap Nina dengan tatapan menggoda Layla.
"Apa sih! Udah deh Nin, gak usah mulai." seru Layla dengan acuh.
"Ada perhatian nya gitu! Selain pak Danu, ada lagi tuh satu orang ahahaha!" Nina tergelak, meledek Layla.
"Eh tadi telpon dari siapa? Udah lo liet?" tanya Nina lagi mengingat kan.
"Belum, coba deh gue liet." Layla kembali merogoh tas nya mencari hape nya.
"Heh kamu, tunggu! Layla!" Tomi berseru memanggil nama Layla.
__ADS_1
Layla dan Nina dengan berat hati, menghentikan langkah kaki nya.
"Apa lagi?" tanya Layla dengan kening mengkerut, tangan kanan nya pun memegang hape milik nya.
Temi menghampiri Layla, berkata dengan angkuh nya.
"Mahasiswi semester 1 kan? Mana sopan santun mu pada kaka senior?" cecar Tomi, menelisik Layla dari ujung kaki sampai ke pala.
"Maaf ya kaka senior, gak sopan lo ngelietin orang... dari ujung kepala sampai ujung kaki!" ucap Layla dengan menohok Tomi.
Nina menahannn tawa, mendengar Layla berani mengatakan nya pada Tomi.
Dengan bersemangat, Tomi mengatakan apa yang menjadi keinginan nya, meski secara gak langsung.
"Hah? Kamu berani bilang aku gak sopan? Asal kamu tau ya, banyak mahasiswi di kampus ini rela an---"
Belum selesai Tomi mengatakan maksud nya, hape Layla kembali berdering. Membuat Layla langsung menjawab panggilan telepon nya.
Dring dring dring.
[ "Assalamualaikum ka!" ] ucap Layla, menempelkan benda pipih nya di telinga kanan nya.
'Waduh, ka Danu udah jemput nih, harus cepat ini mah!' batin Layla.
[ "Iya ini aku sama Nina lagi jalan ke sana, kaka udah di depan apa di parkiran?" ] tanya Layla.
Layla melambaikan tangan pada Nina, lalu berjalan dengan cepat, melupakan Tomi, kaka kelas nya yang di buat melongo saat Layla pergi gitu aja.
"Heh bocah! Urusan kita belum selesai!" sungut Tomi dengan kesal.
"Gak bakal di dengar ka! Urusan nya bisa lebih gawat kalo Layla gak langsung pulang! Singa nya galak." ujar Nina yang lantas berlalu.
"Singa nya galak? Siapa maksud nya?" Tomi menggaruk kepala nya yang gak gatal.
Tomi berdiri di depan dinding pembatas balkon. Melihat dari kejauhan, Layla memasuki sebuah mobil dengan pria berpakaian rapih yang membukakan pintu untuk nya.
__ADS_1
"Siapa pria itu? Tadi Layla menyebut ka, apa mungkin itu kaka nya? Bisa jadi sih." gumam Tomi.
Di sisi lain.
Mobil yang Danu kemudikan, perlahan melaju meninggalkan area parkir kampus.
"Coba lihat, ada berapa kali panggilan tak terjawab hah? Sesibuk itu, kau mengacuhkan telpon dari ku? Berani nya kau tidak menjawab nya!" sungut Danu dengan menahannn kesal.
"Iya, maaf ka Danu. Aku kan gak sengaja melakukan nya. Tadi itu lagi mode getar." kilah Layla.
"Terus, apa saja yang kau lakukan. Aku sudah beberapa menit menunggu mu di parkiran. Jangan kau pikir, aku gak tau jam berapa kamu ke luar dari kelas." ucap Danu, dengan sesekali melirik Layla dengan tatapan menyelidik.
'Aku gak salah kan, jika mencurigai Layla? Aku takut Layla bertingkah seperti Mery.' batin Danu dengan kekhawatiran nya terhadap Layla.
"Tadi itu ada masalah sedikit dengan kaka kelas ka, cuma udah beres kok. Untung aja ka Danu telpon, jadi aku langsung ngacir deh." terang Layla, tanpa menutupi apa pun dari Danu.
"Masalah? Perempuan atau laki laki kaka kelas nya?" tanya Danu dengan kening mengkerut.
"Laki laki, ya gak tau. Cuma karena dia ngelindungin aku dari pilar biar gak kejedot... aku bilang makasih dong. Tapi kaya nya kaka kelas ku itu gak terima. Mungkin minta imbalan uang, atau entah lah. Gak ngerti aku." Layla mengerdikkan bahu dengan polos nya.
"Apa? Laki laki? Jika dia meminta mu melakukan hal aneh, jangan mau! Siapa nama kaki laki itu?" cecar Danu dengan menepikan mobil nya di bahu jalan.
"Kenapa berhenti? Apa ada yang ingin kaka beli?" tanya Layla, melihat Danu berhenti di depan mini market.
"Mana hape mu!" Danu mengadahkan tangan kanan nya.
"Ini!" Layla memberikan hape milik nya tanpa bertanya lagi.
Tak.
Prang.
...🥀🥀🥀...
Bersambung...
__ADS_1
...Kehaluan semata...
⭐⭐⭐⭐⭐ kalo mau update banyak 🤸🏼♀️🤸🏼♀️🤸🏼♀️