Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Nekad


__ADS_3

...πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€...


"Apa tadi kamu bilang La? Aku norak? Norak aku hanya untuk istri aku aja!" goda Danu, mengerlingkan satu mata nya.


"Ka Danu sakit mata?" tanya Layla penasaran.


Danu semakin di buat terpingkal pingkal hanya mendengar satu kalimat yang meluncurrr dari bibir Layla.


"Ahahahaha kamu ini La! Apa kamu serius gak ngerti dengan satu kerlingan mata ku ini La?" tanya Danu setelah menghentikan tawa nya, menatap Layla dengan serius.


"Apa ka Danu melihat aku ini sedang bercanda?" tanya Layla dengan jengkel.


"Iya maaf kan aku ya sayang, karena aku sempat meragukan mu!" Danu mengelusss puncak kepala Layla, lalu kembali fokus lagi dengan setir kemudi.


Mobil berhenti di sebuah rumah berlantai 2, dengan ukuran yang lebih kecil dari rumah yang dulu di tempati Sifanye bersama dengan Noval.


"Apa kaka yakin, ini rumah nya? Apa ka Danu pernah datang ke sini sebelum nya? Mama Sifanye tinggal dengan siapa di rumah ini ya ka? Apa mama Sifanye akan menerima kedatangan ku?" cecar Layla, celingukan di depan kaca depan mobil, menelisik rumah yang akan ia sambangi.


"Memang ini rumah yang ayah Noval berikan untuk mama Sifanye, hadiah karena sudah menemani ayah selama pernikahan, sekaligus hadiah perpisahan." cicit Danu.


"Owwhh." Layla ber oh ria.


'Sebenar nya mama Sifanye salah apa, sampai ayah tega menceraikan mama? Apa ini ada sangkut paut nya dengan ku? Atau ada hal lain yang emang aku gak tau?' batin Layla penuh tanya.


"Ayo turun, tunggu apa lagi!" Danu membuka pintu mobil, lalu berputar ke arah Layla, membuka kan pintu mobil untuk sang istri.


Ceklek.


"Tunggu apa lagi sayang? Apa kamu ragu untuk turun dan menemui nya?" tebak Danu, melihat Layla yang belum juga turun dari mobil.


"E- enggak, a- aku gak ragu. A- aku i- ini mau turun." ucap Layla gugup.

__ADS_1


"Gak usah takut La, ada aku. Mama Sifanye gak akan bisa menyakiti kamu selama ada aku." ucap Danu dengan yakin.


Layla membuang nafas dengan kasar, lalu turun dari dalam mobil.


Ting nong, ting nong.


Danu menekan bel dengan tangan kanan nya, sementara tangan kiri nya menenteng belanjaan yang Layla beli di supermarket.


"Kenapa gak ada satpam yang menjaga rumah ini ya ka? Pos satpam di biarkan kosong." celetuk Layla, melihat pos satpam yang ada di rumah itu tanpa seorang pun yang terlihat.


"Aku gak tau La." Danu menekan kembali bel nya.


Ting nong, ting nong.


Ke dua tangan Layla mencengrammm pagar berwarna hitam yang tinggi nya 1 meter setengah itu.


"Mah, buka pintu nya mah! Ini Layla sama ka Danu!" seru Layla dengan suara nyaring, berharap Sifanye mendengar nya dan mau membuka kan pintu untuk mereka berdua.


Layla mengguncanggg pagar nya.


"La, jangan seperti itu! Mungkin mama lagi gak dengar, biar aku coba tekan bel lagi!" ucap Danu, kembali menekan bel.


Ting nong ting nong.


"Ihsss sialll, pake di gembok. Apa mama lagi gak ada di rumah ka?" tanya Layla dengan kening mengkerut, dengan wajah yang mulai tampak cemas.


'Apa mama baik baik aja? Mama tinggal dengan siapa sih di rumah besar ini?' batin Layla penuh tanya, ada rasa khawatir yang mencuat dalam diri nya untuk Sifanye.


Kreek kreeek kruntang.


Layla memanjat pagar besi hitam itu dengan ke dua kaki nya, lalu mendarat dengan hati hati dengan ke dua kaki nya pula.

__ADS_1


Bugh.


"Layla, astagaaa... apa yang kamu lakukan? Kita bisa di teriakin malinggg La!" seru Danu dengan gelengan kepala, gak percaya saat ke dua mata nya melihat tingkah abstrak Layla yang terbilang nekad.


"Maaf ka, ini jalan satu satu nya! Aku khawatir sama mama, perasaan aku gak enak. Aku takut mama kenapa kenapa." ucap Layla panjang kali lebar. Lalu berjalan menuju pintu utama dengan langkah tergesa gesa.


"Aku gak bisa biarinin Layla sendiri." gumam Danu, mengikuti jejak Layla.


Danu menyangkutkan kantong belanjaan nya di gagang pagar besi. Lalu mulai memanjat pagar besi hitam bak seekor kera yang lincah.


Kreek kreeek kruntang.


Bugh.


"Tunggu aku La!" seru Danu.


"Hei kalian, apa yang kalian berdua lakukan di dalam rumah? Apa kalian mau malinggg? Bisa bisa nya kalian mau malinggg di daerah kekuasaan ku!" seruan terdengar tegas dari seorang pria yang berada di luar pagar, dengan seragam yang melekattt pada tubuh gembul nya.


"Sialll, kenapa ada orang, tadi aku gak lihat ada orang!" pikir Danu, menoleh ke asal suara dengan sedikit tercengang saat tau siapa yang menegur nya.


Dugh dugh dugh.


"Assalamualaikum mah! Mah! Buka pintu nya mah!" ketukan pintu dan seruan Layla saat sudah berdiri di depan pintu rumah.


Bersambung...


...πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€...


Like dan komentar nya dong, kalo bisa di kasih rate 5 ya biar makin cemanget update nya ☺️


Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan πŸ˜…πŸ˜…

__ADS_1


__ADS_2