Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Tidak ada bedanya


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


Tangan Danu terulur mencubittt pipi tirus Layla. "Kamu harus banyak makan Layla! Biar saat aku cubittt, pipi mu akan terasa kenyal, kaya bakpau!" gumam Danu tanpa sadar.


Prak.


Layla menggeprak tangan Danu yang sembarangan mencubittt pipinya.


"Bisa gak sih! Gak usah pegang pegang! Pipi mahal nih!" sungut Layla, beralih menatap buku buku yang tersusun rapih tidak jauh dari tivi berada.


"Kamu suka baca?" tanya Danu, tidak menghiraukan perkataan Layla.


"Suka, tapi kalo di sekolah aja sih! Kalo di rumah, udah gak bakal ada waktu buat baca buku." Layla mendudukkan kembali dirinya di sofa yang ada di depan Danu, dengan pandangan yang fokus pada sebuah buku yang ia bawa dari susunan buku yang tertata rapih.


Danu mengerutkan keningnya. "Kenapa gak sempat baca buku kalo di rumah? Tapi ada waktu kan buat ngerjain tugas rumah?"


Layla menghembuskan nafasnya dengan kasar, berfikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan Danu, gak mungkin aku ngomong jujur sama Danu, siapa Danu buat aku, aku jujur pun cuma akan memperkeruh keadaan. Toh selama ini aku sudah terbiasa menyembunyikan perasaan kecewa, dan sedih ku di depan orang lain, kebenaran dan kejujuran tidak ada bedanya lagi untuk ku.


"Kok bengong! Kenapa kalo di rumah gak bisa baca buku? Baca buku kan gak makan waktu banyak!" terang Danu, dengan tatapan menyelidik, pasti ini anak mau nyembunyiin sesuatu lagi dari gue.


"A- ku lebih suka bantu ibu Tati, bantu pekerjaan si mbok kalo lagi ada di rumah ayah Noval." jawab Layla dengan tergagap, membuang pandangan dari Danu.


"Kalo lagi di ajak ngomong itu, tatap lawan bicara kamu! Gak sopan buang pandangan dari lawan bicara kamu, La!" terang Danu.


"Udah sih, situ fokus nonton tivi aja! Biar aku bisa fokus baca buku!" Layla mengerucutkan bibirnya, ke dua kakinya ia naikkan ke atas sofa yang ia duduki, dan bersila, dengan punggung menyandar pada sandaran sofa.


Danu menggelengkan kepalanya melihat apa yang Layla lakukan. "Udah kaya bos aja kamu kaya gitu!" celetuk Danu.


"Situ baru tau kalo aku bos? Ketinggalan berita!" ucap Layla tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang ia baca.


Untuk beberapa saat, suasana menjadi hening tanpa suara perdebatan Danu dan Layla. Layla fokus dengan buku yang ia baca, dan Danu fokus dengan berita terkait kemajuan dan kemunduran bursa saham.

__ADS_1


"Ehem kalo aku bermalam di sini, besok aku sekolah gimana Danu?" tanya Layla dengan menatap Danu.


"Kamu tidur di kamar, biar aku yang tidur di sofa. Apa lagi yang mau di tanya?" tanya Danu tanpa mengalihkan pandangan dari layar tivi.


"Itu baju baju di lemari, emang kamu yang udah siapin buat aku ya, Dan?" tanya Layla dengan wajah penasaran.


Batin Layla berteriak, ayo Danu. Bilang kalo itu emang sengaja di siapin buat lu, Layla! Ihs senengnya gue, udah kaya terbang ke awan. Bajunya bagus bagus.


Bukannya menjawab pertanyaan Layla, Danu malah berbalik memberikan pertanyaan pada Layla. Yang cuma membuat Layla jengkel saat mendengarnya.


"Lo berharap siapa yang nyiapin itu semua? Baju baju di dalam lemari, aksesoris wanita, seragam sekolah, beberapa sepatu, sendal dan tas?"


"Ihs nyebelin banget si lo, Dan! Kalo gue nanya, bukannya di jawab... tapi malah nanya balik! Dasar nyebelin lo!" marah Layla.


Bugh.


Layla melemparkan bantal sofa ke arah Danu, tepat mengenai wajah Danu dari samping.


"Uuhhhh, Laylaaaaaa!" pekik Danu.


"Puas banget kamu ya, nawain saya!" Danu beranjak dari duduknya.


"Iya lah seneng, situ duluan yang bikin sewot!" celetuk Layla dengan mengikuti pergerakan Danu dengan sisa kekehan dari bibirnya.


Danu berdiri di samping Layla. "Masih berani mentertawakan saya?" tanya Danu datar, memasang wajah marah dan tegas pada Layla.


Layla mendorong paha Danu, agar menjauh darinya. "Pufff... jangan kaya gitu mukanya, yang ada aku malah pengen ketawa!" Layla menahan tawanya, melihat wajah Danu yang tampak lucu di matanya.


Danu ternganga, lah ini anak bukannya takut, kenapa malah ketawa, malah pipinya merona gitu, makin gemes kan gue lietnya!


"Apa kamu bilang? Aku lucu? Jadi wajah marah aku ini, kamu anggap lucu?" tanya Danu, masih memasang wajah marah, dengan nada suara yang datar.

__ADS_1


"Ehem ehem, udah gak. Udah sana aku mau lanjut baca lagi!" Layla menetralkan perasaan, menghentikan tawanya, mengibaskan tangannya, menyuruh Danu kembali pada sofa yang tadi ia duduki.


Bukannya mendengarkan Layla untuk kembali duduk, Danu malah mencondongkan tubuhnya dan menyerang Layla dengan mengelitik perut Layla.


"Ahahahhaa lepas Danu, hentikan! Ahahaha Danu ini geli!" Layla kegelian dengan ulah Danu yang menyerangnya dengan kelitikan, ke dua tangan Layla berusaha menjauhkan tangan besar Danu dari perutnya.


"Enak aja minta maaf, gak semudah itu minta maaf. Kamu itu udah buat aku marah!" ucap Danu dengan tangannya yang masih menggelitik Layla.


"Ahahhaha Danu ihs, geli! Ahahahha lepas Danu! Nanti kalo aku gak nafsu makan gimana, Danu ihs geli!" ucap Layla di sela sela tawanya yang pecah.


Bruk.


"Akhhhh!"


Tubuh Danu terlentang di atas lantai di antara sofa dan meja, sementara Layla berada di atas tubuh Danu. Ke dua tangan Layla berada di atas dada Danu, sementara ke dua tangan Danu melingkar di pinggang Layla.


Nafas ke duanya sama sama ngos ngosan, Danu yang saking bersemangat menggelitik Layla, Layla yang terus teriak minta Danu berhenti menggelitiknya.


Tatapan ke duanya sama sama beradu pandang, debaran jantung ke duanya sama sama kencang dan jeras. Danu merasakan debaran jantung Layla, sebaliknya pun Layla merasakan debaran jantung Danu.


Kenapa gue jadi berani gini nyentuh Layla! Apa mungkin karena Layla ini tunangan gue? Tapi gak mungkin lah, gue gak punya perasaan apa apa sama ini anak. Paling setelah kita nikah, Layla udah bisa hidup mandiri, gue bisa lepasin ini anak buat bebas dari ikatan pernikahan atas dasar perjodohan.


Layla menelan salivanya dengan sulit, astaga Layla... lo bisa sedekat ini sama Danu! Jangan gila, nanti gimana kalo pacarnya Danu dateng ke sini, ngeliet lo, yang ada lo di amuk! Come on Layla, woy sadar! Bangun dari mimpi, bangun dari dunia hayal, gak mungkin Danu yang cakep, keren gini suka sama lo! Inget moto hidup lo cuma belajar, kejer ampe lulus tuh sekolah lo, baru lo bisa hidup mandiri tanpa orang tua lo, semangat Layla!


Ting nong, ting nong.


Bersambung...


...🥀🥀🥀...


Menuangkan segala ke haluan lewat kata. Dari kata menjadi kalimat. Dari kalimat yang terangkai menjadi sebuah karya 😅😅😅

__ADS_1


...Jangan lupa tinggalin jejak, like, rate 😅 komen dah kalo perlu....


...Makasih yooo ☺️☺️...


__ADS_2