
...🥀🥀🥀...
"Siapa sekarang yang kena mental?" tanya Danu, seakan mengejek karyawan toko yang sudah mundur 2 langkah dari tempat nya berpijak.
Teddy melirik ke samping, namun ternyata Tono sudah 2 langkah di belakang nya. Lirikan tajammm pun gak bisa lagi terelakkan dari Teddy untuk Tono.
"Kamu mau ke mana Tono? Apa yang sudah kamu katakan pada Tuan Danu? Apa kamu menyinggung nya?" tebak Teddy dengan tatapan tajam, sangat kenal betul dengan peringai Tono, yang gak lain bawahan nya.
Danu yang berniat mengadukan apa yang di lakukan karyawan toko, langsung di cegah Layla.
"Jelas di--- awwhhh!" pekik Danu saat tangan Layla mencubittt lengan nya, menatap Layla dengan membola.
Layla nyengir kuda, dengan enteng menyangkal apa yang ingin di adukan Danu.
"Gak ada pak, karyawan bapak melayani kami dengan baik kok. Bisa tolong langsung di bungkus aja pak, laptop yang di minta suami saya? Yang paling mahal, ke luaran terbaru tahun ini! Sekarang ya pak, kami buru buru!" cicit Layla, gak memberi kesempatan Danu untuk berkata.
Tono mengerutkan kening nya, menatap aneh Layla dan Danu secara bergantian. 'Ada apa dengan pasangan muda ini? Aku pikir ke dua orang ini akan mengadukan perkataan ku yang gak mengenakkan. Tapi wanita ini malah melindungi ku? Aku bisa aja kehilangan pekerjaan.'
"Benar begitu Tono?" tanya Teddy yang gak langsung percaya dengan perkataan Layla, wanita yang belum ia kenal status nya apa di mata Danu.
"Be- benar pak, sa- saya akan siapkan laptop yang Tuan Danu inginkan sekarang juga. Laptop ke luaran terbaru tahun ini!" cicit Tono dengan gugup.
Danu menghembuskan nafas nya dengan kasar. "Cepat siapkan barang ku! Watku mu hanya 5 menit untuk menyiapkan laptop itu!" Danu berbalik badan, tangan kanan nya semakin erat melingkar di pinggang Layla.
"Kita mau ke mana ka? Kan belum di---" belum selesai Layla berkata, Danu langsung memotong perkataan Layla.
"Bayar laptop nya! Mau tunggu apa lagi emang?" tanya Danu ketus.
'Bisa bisa nya Layla membela bocah menyebalkan itu di depan ku! Gak tau apa, itu pria sudah membuat ku jengkel setengah mati!' sungut Danu dengan wajah yang tampak merah padam.
"Jangan marah ka!" seru Layla, mengelusss lengan Danu, dengan suara yang di buat manja.
"Kenapa kau membela nya? Aku tau, kau sengaja kan. Melindungi karyawan toko itu! Menjengkelkan!" ucap Danu ketus, memalingkan wajah dari Layla.
"Ssstttt gak ada untung nya buat kita ngadu. Yang ada, kita malah buat orang itu ke hilangan pekerjaan nya! Kasian kan keluarga nya yang menunggu di rumah!" jelas Layla, menimbang dampak yang akan terjadi jika Danu berhasil mengadukan pria itu pada manajer nya.
"Aku tidak perduli, dia saja sudah berani memandang ku rendah! Pria seperti itu tidak pantas untuk di beri kesempatan kerja." ketus Danu.
Usai melakukan pembayaran, Danu dan Layla meninggalkan toko trand. Dengan laptop yang kini berada di tangan Danu.
"Kita ke sana dulu yuk ka! Siapa tau aja ada aksesoris yang bisa aku beli!" Layla mengacungkan tangan kanan nya ke arah toko yang ada di sebrang merek.
"Boleh!"
Sama hal nya di toko trand, di toko aksesoris ke dua nya di sambut ramah oleh karyawan wanita dengan senyum yang terukir di bibir nya.
"Selamat siang kaka, silahkan di pilih aksesoris nya! Atau kaka mau lihat barang baru, ada gantungan hape coupel pasangan. Sangat lucu dan menggemaskan!" ujar seorang wanita dengan rok hitam di atas lutut, mengenakan stoking hitam.
"Boleh kami melihat nya?" minta Layla, yang langsung menunjukkan ketertarikan nya.
__ADS_1
"Di sebelah sini Nona!"
Danu membiarkan Layla memilih milih aksesoris yang akan ia beli, termasuk gantungan hape coupel.
Dengan sembunyi sembunyi, Danu kembali mengirimkan pesan pada Doni.
..."Mana orang mu? Aku belum melihat nya! Jangan bilang kau belum bisa menemukan kriteria pengawal yang ku minta!" umpat Danu lewat pesan yang ia kirim ke Doni....
^^^"Wanita yang sedang Nona hadapi, itu adalah salah satu nya, Tuan! Dan 2 orang lain nya sedang menyamar sebagai pengunjung. Jadi aman jika Tuan ingin ke toilet ahahaha!" goda Doni, yang sudah yakin alasan di balik pesan Danu.^^^
..."Ingat, jika kau gagal. Nyawa mu sebagai ganti nya!" umpat Danu, menahannn kesal....
^^^"Siap Tuan! Sana pergi, sebelum toilet penuh. Membuat Tuan Muda menunggu lama." goda Doni lewat pesan nya.^^^
"Sayang, aku ke toilet sebentar ya! Jangan pergi ke mana pun, sebelom aku kembali!" titah Danu, menjawil hidung Layla.
"Siapa juga yang mau pergi ka! Udah sana!" seru Layla dengan gelengan kepala.
"Aku titip ini! Lindungi istri ku dari pengunjung lain nya!" ucap Danu dengan suara pelan, menyerahkan tas berisi laptop yang baru ia beli pada karyawan wanita.
"Siap Tuan!" ucap karyawan wanita.
"Ingat pesan ku tadi! Tunggu sampai aku kembali." ucap Danu sebelum pergi meninggalkan Layla ke toilet, meninggalkan kecupan di kening Layla.
"Dasar ka Danu aneh. Ke toilet aja lebay gitu!" gumam Layla dengan suara pelan.
Toko aksesoris yang tadi nya hanya ada beberapa pengunjung, kini mulai di padati pengunjung. Membuat indra penciuman Layla di buat sesakkk, dengan aneka aroma parfum dan bau keringat yang mencuat.
Pyarrrr.
Seorang bocah perempuan yang berlari menubruk kaki Layla, membuat minuman dingin yang di bawa bocah itu, tumpah membasahi kaki jenjang Layla dan sepatu nya.
"Huaaaa, es ku tumpah huaaa kaka cantik nakal huaaaa es ku!" tangis bocah perempuan itu pecah, dengan mengucek mata nya dengan tangan kiri, sementara tangan kanan nya mengacung pada es cup nya yang membasahi lantai.
Layla membungkukkan badan nya, mengelusss lembut pipi chabi bocah kecil itu.
"Cantik, jangan nangis. Nama mu siapa? Mama dan papa mu di mana?" tanya Layla lembut, dengan mata nya yang celingukan mencari orang tua si anak.
"A- aku Lea! Es jatuh, gara gara kaka cantik huaaaa." ucap nya dengan terisak, masih menyalahkan Layla.
Namun dalam pikiran bocah itu berbeda. 'Aduuh gimana ini. Kaka cantik nanyain di mana mama dan papa. Aku harus apa lagi? Aku gak mau di hukum mama dan papa.' batin Lea dengan tatapan takut.
Beberapa kali Lea menoleh ke belakang, seakan mencari cari keberadaan 2 pasang mata orang dewasa, yang terus mengawasi nya dari kejauhan.
"Kamu kenapa? Kehilang mama dan papa? Kaka bantu cari kan ya! Mau kan!" cecar Layla dengan penuh sabar.
Lea mengangguk kan kepala nya.
"Tapi kaka ke toilet dulu ya! Kaki kaka lengkettt karena tumpahan es mu tadi!" Layla menyorot ke dua kaki nya yang basahhh dengan sisa minuman yang tumpah di kaki nya.
__ADS_1
Lea menggelengkkan kepala nya. "Cari mama, papa, di luar kaka cantik!" ucap Lea dengan tangis yang mereda.
Layla mengerut kan kening nya, menatap curiga gadis kecil yang ada di hadapan nya.
'Aneh, kalo kehilangan orang tua nya, kenapa anak ini bisa tau jika mama papa nya ada di luar? Perasaan ku aja apa emang ada yang aneh di sini?' tanya Layla dalam hati nya.
"Ikut aku kaka cantik, ke tempat mama dan papa!" Lea menyapu sisa air mata nya di pipi chabi nya dengan jari mungil nya.
Grap.
Lea menggenggammm jemari Layla. 'Aku harus bisa bawa kaka cantik ini ke mobil, biar aku gak di tinggal di jalan sama mama dan papa.' batin Lea dengan tatapan ngeriiii, membayangkan jika diri nya benar di tinggal di jalan seorang diri.
"Tunggu dulu! Aku gak bisa ikut dengan mu! Aku harus menunggu suami ku dulu!" tolak Layla, menahannn langkah kaki nya.
"Huaaaaa kaka cantik nakal, kaka nakal huaaa!" Lea menangis kembali, masih menggenggammm jemari Layla.
Beberapa pengunjung yang melihat nya menatap penuh tanya, ada pula yang menghampiri ke dua nya.
"Ada apa ini?" tanya seorang ibu ibu.
"Kamu mau menculik bocah kecil ini nak?" tanya seorang pria dengan tongkat sebagai alat bantu berjalan nya.
"Huaaa, ayo ke mama. Ayo ka huaaa!" pinta Lea dengan masih menangis.
"Kirain penculikan, kamu kaka nya? Udah sana bawa adik kamu ke tempat orang tua kalian!" titah si ibu dengan ketus, mengira bicah yang menagis itu kaka beradik.
"Huaaaa mama, aku ingin mama!" tangis Lea kembali.
'Astagaaa ini anak mengingatkan ku pada Lulu? Pandai berakting. Tunggu? Pandai berakting? Jadi aku sedang di jebak? Ada yang ingin berniat jahat pada ku? Aku harus mengalihkan perhatian bocah ini!' batin Layla, dengan kening mengkerut.
"Kok diam? Udah sana bawa adik mu ke mama kalian! Ini mall bukan untuk mencari perhatian orang lain!" umpat pak satpam yang entah sejak kapan berdiri tidak jauh dari Layla.
"Iya pak!" seru Layla, berjalan mengikuti bocah perempuan itu yang kini tampak tersenyum dengan kemenangan.
'Kamu pikir, aku bodohhh! Menggunakan anak kecil sebagai alat untuk memperdaya ku? Huh, aku jadi penasaran, siapa dalang dari ini semua!' batin Layla.
Sementara orang yang di tugaskan Doni, mengikuti Layla dari jarak aman.
Danu berlari dengan tergesa, setelah mendengar aduan dari Doni lewat sambungan telepon nya.
"Bodohhh, harus nya aku gak selama itu di toilet! Ini pasti sudah di rencanakan! Reina dan Sony, mereka pasti ada di balik ini semua! Siapa bocah yang mereka manfaatkan!" gerutu Danu, tatapan nya mengedar mencari Layla.
Sreeek.
...🥀🥀🥀...
Bersambung...
...Kehaluan semata...
__ADS_1
⭐⭐⭐⭐⭐ kalo mau update banyak 🤸🏼♀️🤸🏼♀️🤸🏼♀️🤸🏼♀️