Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Salah tingkah


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


"Maaf maaf, enak banget kalo ngomong! Bokonggg gue sakit nih!" omel Aleta tidak terima.


"Gak ada yang luka, gak usah berlebihan gitu juga kali!" cibir Danu menatap datar Aleta.


Danu menarikkk lengan Layla, hingga ke dua nya berdiri sejajar. "Gak usah di bantuin, dia bisa punguti barang nya sendiri!" ucap Danu dengan tatapan hangat ke arah Layla.


"Iya tapi ini kesalahan ku, wajar kalo aku bantuin tante ini buat pungutin barang belanjaan nya!" cicit Layla dengan tatapan memohon.


Aleta beranjak dari posisi nya, tangan kanan nya menyambar keranjang yang tergeletak di lantai.


"Kamu itu di takdirkan memang untuk ku, sayang!" ucap Aleta dengan tatapan berbinar.


Dengan tidak tahu malu nya, Aleta melingkarkan tangan kiri nya pada lengan kekar Danu. Menatap pria itu dengan penuh damba, tidak menghiraukan Layla yang sudah jelas ia tau apa status nya dengan Danu.


Sreek.


"Jaga sikap mu Aleta!" Danu menepis dengan kasar tangan Aleta dari lengan nya.


"Bertemu dengan mu, adalah kesalahan terbesar dalam hidup ku!" Danu membawa Layla menjauh dari Aleta, dengan jemari yang saling bertautan.


Aleta menatap punggung ke dua nya dengan memburu, tangan nya mengepalll.


Sialannn si Danu, bisa bisa nya dia gak perduli sama gue. Lo itu cuma milik gue Danu. Bukan milik cewe mana pun!


"Danu! Beri aku kesempatan! Aku tidak akan menyia nyiakan mu lagi! Aku tau, kamu masih sangat mencintai ku kan!" ucap Aleta dengan nada tinggi, berharap jika Danu masih perduli pada nya dan kembali pada nya.


Layla menoleh ke belakang, melihat Aleta yang tampak menatap nya dengan penuh harap. Layla juga dapat melihat Aleta yang menangis.


"Danu! Aku rasa tante Aleta benar benar sudah berubah. Apa tidak bisa kamu beri kesempatan untuk nya walau sekali?" cicit Layla yang kini menatap Danu, menuntut pria yang ada di samping nya untuk mengerti.


"Jangan katakan apa pun lagi, jika itu berhubungan dengan Aleta! Hanya ada aku dan kamu, mengerti kan?" pinta Danu dengan tatapan hangat nya, berbeda saat Danu menatap Aleta dengan datar.


"Jagan egois jadi cowok!" sungut Layla, melangkah kembali mendahului Danu, setelah melepas kan genggamannn tangan nya dari Danu.


Danu membuang nafas nya dengan kasar, menyusul Layla kembali dengan mendorong troli belanjaan.

__ADS_1


"Apa lagi yang ingin kamu beli, La?" tanya Danu setelah berhasil menyamakan langkah kaki nya dengan Layla.


"Terserah lo aja!" jawab Layla dengan acuh.


"Jangan ngambek lagi dong, La! Gak enak lo di liet sama pengunjung lain!" ucap Danu dengan tatapan menggoda Layla.


Seorang pengunjung wanita dengan pakaian minim, menghampiri Danu dan menepuk bahu Danu.


Pluk pluk.


"Permisi, ganteng! Bisa tolong ambilkan saya itu! Yang ada di atas sana!" ucap nya dengan manja, menunjuk susu diet yang ada di paling ujung rak pajangan toko.


Layla tampak acuh melihat nya, namun hati nya penasaran, Danu bakal bantuin gak ya?


"Ini!" Danu menyerahkan susu yang di minta si wanita dengan wajah datar.


"Terima kasih ganteng, bisa tolong ambilkan yang itu juga?" pinta wanita seksi lagi dengan suara nya yang di buat semanja mungkin.


"Maaf, aku harus menjaga mood istri ku yang sedang mengandung!" ucap Danu dengan berlalu meninggalkan wanita itu.


"Aihhhh kirain adik nya, gak tau nya istri nya! Pupus lah sudah harapan gue!" ucap wanita seksiii dengan nada penuh kecewa.


"Bukan aku yang butuh, tapi kamu! Kirain lupa ke sini sama siapa, mau pulang bareng itu cewek baru!" cicit Layla dengan bibir yang bergerak gerak, mata nya mendelik tajam pada Danu.


"Jangan bilang kalo kamu lagi cemburu?" ledek Danu dengan tatapan yang mengerling.


Seketika ke dua pipi Layla merona. Dan kacau nya lagi Layla gelagepan sendiri untuk menjawab kicauan Danu. Tangan Layla terulur untuk menggaruk kepala nya yang tidak gatal. Benar benar Layla di buat salah tingkah.


"A- apa? A- aku cem- cemburu?Ahahahha jangan gila deh! Dasar suka ngadi ngadi! Bisa banget ngadi ngadi nya!" kilah Layla.


Danu menatap Layla dengan intens, membuat jantung Layla seketika ingin melompat dari tempat nya.


Dug dug dug.


"Udah gak usah ngelak. Aku suka jika kamu cemburu! Itu arti nya sudah ada cinta di hati kamu buat aku!" Danu menyunggingkan senyum tipis nya, tatapan nya penuh binar, penuh cinta.


Layla menelan saliva nya dengan sulit, Danu lagi ngomong apa sih! Bikin gue bingung aja harus ngomong apa, astaga Danu!

__ADS_1


Pluk.


"Jadi... benar kan, udah ada cinta di hati kamu buat aku?" ucap Danu dengan yakin, satu tangan nya mendarat di bahu Layla dan mencengkrammm nya dengan lembut.


"Si- siapa juga yang cemburu! Ge'er banget si lo!" Layla berjalan mendahului Danu, meninggalkan trolli belanjaan nya begitu saja.


"Ini beda nya kamu dengan Aleta, dan wanita mana pun La! Kita sudah menikah, tapi kamu masih aja malu malu di depan ku!" gumam Danu.


Barang belanjaan Danu dan Layla sudah aman, sudah masuk ke dalam bagasi mobil.


"Apa ada lagi Tuan, yang bisa saya kerjakan?" tanya Arsandi yang kini berdiri di depan ke dua nya.


"Apa lagi ya!" Danu tampak berfikir, pasal nya barang barang yang ingin di beli pun sudah semua nya mereka dapat kan.


Bukan lagi Danu yang menjawab, tapi Layla yang berkata dengan bijak. "Gak ada bang... abang udah bebas dari lembur. Sekarang udah boleh pulang, istirahat lagi!"


Arsandi menatap Danu, meminta penjelasan dari Tuan Muda nya. Setelah mendapat anggukan kepala dari Danu. Baru lah Arsandi menunduk dengan hormat dan pamit.


"Kalo begitu, saya izin pulang Tuan, Nona!" ucap Arsandi.


"Apa kau ingin nonton bioskop?" tawar Danu, saat Layla menatap ke arah antrian pengunjung di loket tiket.


"Apa kamu mau?" tanya Layla dengan polos nya.


"Tunggu di sini, biar aku yang antri beli tiket." Danu melangkah ke arah antrian.


Layla dan Danu saling tatap, meski ke dua nya berjarak, tapi tatapan ke dua nya seakan tidak ingin lepas dari pandangan nya.


Prak.


Bahu Layla di tepuk dari belakang. Dan betapa terkejut nya, saat Layla tau siapa orang yang menepuk bahu nya.


"Layla! Astaga benar kan dugaan gue! Pandangan gue itu gak pernah salah!" ucap Nina dengan nada senang, membawa Layla ke dalam pelukan nya.


"Lo ke sini sama siapa, La?" tanya Mery dengan tatapan menyelidik.


Bersambung...

__ADS_1


...🥀🥀🥀...


Menuangkan segala ke haluan lewat kata. Dari kata menjadi kalimat. Dari kalimat yang terangkai menjadi sebuah karya 😅😅😅


__ADS_2