Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Pacaran setelah menikah


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


Prak.


Bahu Layla di tepuk dari belakang. Dan betapa terkejut nya, saat Layla tau siapa orang yang menepuk bahu nya.


"Layla! Astaga benar kan dugaan gue! Pandangan gue itu gak pernah salah!" ucap Nina dengan nada senang, membawa Layla ke dalam pelukan nya.


"Lo ke sini sama siapa, La?" tanya Mery dengan tatapan menyelidik.


"A- aku sama ka Danu." ucap Layla dengan gelagepan, membuang nafas nya dengan kasar setelah Nina melerai pelukan nya.


"Ciyeee, tau deh yang lagi helong helong hihihi!" ledek Nina dengan menyikut lengan Layla dengan siku nya.


"Awas lo, tar suka aja sama pak Danu. Sepupu sih iya sepupu, tapi inget juga lah. Dia kan guru di sekolah kita!" celetuk Deri, yang gak suka melihat kedekatan Layla dan Danu.


"Apaan sih lo! Nyaplak aja jadi lanang!" semprot Mery dengan wajah masam.


"Tau luh! Kalo suka tuh ngomong! Jangan dieeeem aja kaya kedebong kanyut!" sindir Nina, kepalan tangan nya memukulll mukulll lengan Deri.


"Ihsss apaan sih lu, jadi cewek kemeretelan banget! Kalem dong kaya Layla!" Deri memutar bola mata nya malas, melihat kepalan tangan Nina.


"Di mana kaka sepupu lo, La?" tanya Mery.


"Itu, di sana. Kalian ke sini kok gak ngabarin gue? Gue kan bisa ikut bareng sama kalian!" cicit Layla, menunjuk di mana Danu berada.


"Kita bahas ini kali di grup, lo aja yang gak baca." ujar Nina.


"Kita nonton bioskop aja deh yuk! Biar bisa bareng sama Layla. Lo mau nonton kan?" tanya Deri dengan tatapan menyelidik.


Tuing.


Mery menoyor kening Deri dengan gemas.


"Dasar lo, begooo di piara. Udah pasti mau nonton lah. Kaga liet apa pak Danu ngantri beli tiket." sungut Mery panjang kali lebar.


"Ihs kamprettt banget lu, senang banget bully gue!" Deri menutupi kepala nya dengan jaket kupluk yang ia kenakan. "Udah, poko nya kita nonton dulu! Cegah ini anak berduaan!" sindir Deri, menatap penuh arti pada Layla.


Nina, Mery dan Layla saling pandang.


Mapusss aja ini si Deri, gak tau aja kalo pak Danu itu suami nya Layla. Malah masih usaha buat deketin Layla, hadeeh, temen gak punya akhlak. teriak batin Nina.


Haduuuuh begini nih ribet nya kalo Layla belum mau terbuka sama Deri. Kesian pan si Deri jadi berharap mulu. Secara Deri belum tau kalo Layla dah nikah sama pak Danu. Mery menggelengkan kepala nya, menatap penuh arti pada Deri.

__ADS_1


Layla menelan saliva nya dengan sulit, menatap Mery dan Nina dengan tatapan memohon. Tolongin gue gays, kali ini aja. Sebelum gue jujur sama Deri.


"Ki- kita jangan nonton deh... kita kan bisa muter dulu!" tolak Mery.


"Gak lah, kasian tau... tar kalo temen kita di apa apain sama pak Danu, gimana?" bantah Deri.


"Gu- gue laper, kita makan dulu yuk!" kilah Nina dengan mengelusss perut nya yang masih tampak datar.


"Kalian berdua aneh banget, gue mau kita nonton dulu! Biar gue yang beli tiket nya." cicit Deri, mengayunkan langkah kaki nya.


"Kalian di sini juga?" tanya Danu dengan tatapan datar pada murid nya.


"Hehehe i- iya pak." Nina menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


"Saya duluan ya! Ayo La, kita masuk!" cicit Danu, berjalan begitu saja dengan menggenggam jemari Layla.


"Gu- gue gak salah liet nih?" Deri mengucek mata nya dengan tangan nya, memastikan kembali apa yang ia lihat.


"Gu- gue laper! Udah gak bisa di tahan nih!" Nina menarik lengan kanan Deri, di ikuti Mery yang ikut menarik lengan kiri Deri.


Layla menoleh ke belakang, memastikan ke tiga sahabat nya, maaf gays, gue ngerepotin kalian!


Tampak kursi kursi dalam gedung bioskop mulai terisi, Layla dan Danu duduk di urutan paling depan.


"Gak kok, ini udah bener. Kenapa emang?" tanya Danu, duduk dengan tenang di kursi nya.


"Cuma kita doang yang duduk di depan. Yang lain pada di belakang." tanya Layla dengan heran, menoleh berkali kali ke belakang.


"Gak akan ada yang duduk di depan sampai barisan ke 3 dari depan La." terang Danu, menjawab rasa heran Layla yang bersarang dalam hati nya.


"Kenapa?" Layla menatap Danu dengan tatapan polos nya.


Tup.


Lampu di bioskop padam, tanda film akan segera di putar. Layar yang putih besar pun menyala terang, menampilkan degan demi adegan.


Danu mendekatkan wajah nya dengan wajah Layla. Membuat Layla menelan saliva nya dengan sulit.


"Biar kamu nyaman saat nonton bersama ku!" ucap Danu dengan kerlingan mata nya.


Cup.


Danu mendaratkan bibir nya pada bibir Layla dengan sekilas.

__ADS_1


Jemari Layla menyentuh bibir nya sendiri.


"Ini beneran gak sih, gue di cium sama Danu lagi bae?" gumam Layla dengan suara pelan, yang masih bisa di dengar Danu.


Danu mengelusss kepala Layla dan membawa nya dalam dekapan nya.


Jedag jedug, jedag jedug.


"Ini beneran suara jantung kamu, Danu?" Layla mengadahkan wajah nya, saat kepala nya menempelll pada dada bidang Danu.


"Emang kamu pikir itu suara apa, La?" Danu menatap Layla dengan tatapan penuh arti.


Kenapa di mata ku, kamu itu selalu bersinar La, saat gelap sekali pun.


"Kaya suara dram yang lagi di maenin, dug dug dug gitu!" ucap Layla, tangan nya terulur menyentuh dada bidang Danu.


Grap.


"Kita belajar buat terima pernikahan ini ya! Anggap aja kita lagi pacaran setelah menikah!" ucap Danu.


"Istilah baru?" Layla memainkan alis nya naik turun.


"Apa pun itu, apa mau mu aja!" ledek Danu.


Sementara dari kursi penonton bioskop lain nya, sepasang mata tampak tajam menatap ke arah kursi depan penonton. Yang mana hanya ada 2 pengunjung yang tampak mencolok. Karena hanya mereka berdua, pengunjung bioskop yang dapat menonton dari jarak dekat.


"Gue gak salah liet kan? Gila banget, siapa sih itu cowok! Bisa bisa nya kursi sebanyak itu di bokinggg, gak di tempatin lagi. Gak nyangka gue, Layla bisa dapetin cowok tajir." gumam nya dengan nada sinis.


'Aakkkkk!'


Suara teriakan ketakutan menggema dari gedung bioskop, saat layar besar menampilkan sosok sosok yang menyeramkan.


Berkali kali pula, Layla mendaratkan cubitan di perut dan pinggang Danu.


"Ini gila nama nya! Kamu nyeselin banget sih! Kamu mau ngerjain aku!" omel Layla, dengan menyembunyikan wajah nya di lengan kekar Danu.


"Ahahahha, maaf sayang! Gak mungkin kan aku ajak kamu nonton film dewasa!" Danu menahan tawa nya, melihat Layla yang ketakutan.


Bersambung...


...🥀🥀🥀...


Menuangkan segala ke haluan lewat kata. Dari kata menjadi kalimat. Dari kalimat yang terangkai menjadi sebuah karya 😅😅😅

__ADS_1


__ADS_2