
...🥀🥀🥀...
^^^"Buruan aman, datang ke sekolah sendiri tanpa supir. Bisa lah siang ini jalan kan rencana yang tertunda!"^^^
"Sialannn nih orang! Gak tau udah di bantu, bukan nya makasih atau apa kek. Malah ngatain gue ekor! Gue bukan ekor lo!" sungut Julia di depan benda pilih nya.
^^^"Gak usah banyak ngatur! Kau itu cuma ekor! Bukan kepala!" pesan yang di kirim Leo.^^^
Kelas masih tampak lengang, belum banyak siswa yang datang karena masih terlalu pagi.
Dengan bibir nya yang julid, Julia menuduh Layla dengan seenak nya saat melewati Layla.
"Ehem, abis nyuri di mana itu kalung? Apa cuma imitasi aja? Gak nyangka gue, saking pengen nya jadi orang kaya, sampe nekaddd gitu nyuri, hati hati, pintu penjara ke buka buat lo!" ucap Julia dengan tatapan sinis pada kalung yang melingkar di leher Layla.
Layla menyentuhhh kalung yang ia kenakan. "Eeh gak nyangka loh aku, kamu sampe seperduli itu kah terhadap ku?" Layla menggeser tubuh nya, menatap Julia yang kini duduk di kursi nya.
"Biasa nya nih ya, orang yang bermulut besar, orang yang gak mampu mencapai tujuan nya. Hingga nekaddd mengambil jalan pintas, hati hati menjadi salah satu dari mereka! Sekedar mengingat kan, kita kan teman satu kelas!" ucap Layla dengan senyum penuh kemenangan.
"Apa lo bilang? Gue gak mampu? Kalo gue mau, gue bisa beli kalung yang kaya lo pake itu! Cuma imitasi aja belagu!" sungut Julia dengan nafas memburuuu, menatap jengkel Layla.
"Aku hanya membalas perkataan mu yang manis, Julia! Gak usah marah! Marah itu menunjukkan kebenaran nya!" Layla beranjak dari duduk nya.
"Cari angin lah di luar. Seketika di dalam kelas jadi panasss gini!" Layla mengibaskan wajah nya dengan tangan nya sendiri.
"Sialannn lo Layla! Sekarang lo bisa tersenyum puasss, tapi setelah pulang sekolah. Tamat lah riwat lo, Layla!" ucap Julia dengan seringai di bibir nya.
Di sebuah rumah yang di tempati Yanto dan Tati.
Yanto duduk bersandar di atas kasur dengan memangku laptop, jemari nya semakin lihai bermain main pada keyboard.
Ceklek.
__ADS_1
Tati ke luar dari dalam kamar mandi, lengkap dengan pakaian modis yang membaluttt tubuh nya.
"Kamu mau ke mana, bu? Udah rapih aja. Ini kan masih pagi!" tanya Yanto, melirik sekilas Tati yang semakin tampak berkilau di usia nya kini.
"Apa sih pak, aku mau ke pasar sebentar. Ada yang harus aku beli." cicit Tati, duduk di meja rias, mengenakan beberapa koleksi perhiasan yang di berikan Yanto.
"Kalo pake perhiasan, jangan berlebihan bu! Ngundang pencuri!" seru Yanto, menasehati sang istri.
"Ini gak berlebihan pak, buat apa punya perhiasan di simpan. Perhiasan itu di beli untuk di kenakan, meningkatkan drajat ibu yang memakai nya pak!" celetuk Tati.
Yanto menyingkirkan laptop yang ia pangku di atas kasur, setelah mematikan laptop nya.
"Bapak antar ya bu!" Yanto beranjak dari tempat tidur, mengayunkan langkah kaki nya menuju lemari pakaian.
"Gak perlu pak! Kan ada supir, ibu bisa pergi sendiri! Bapak jangan mengacau. Udah diam aja urus tuh restoran biar semakin berkembang, menghasilkan banyak uang. Belikan lagi ibu perhiasan yang mahal dan mewah!" bibir Tati terus mengoceh, dengan membawa tas yang nangkring di lengan kiri nya.
Deg.
Perkataan Tati seakan sembilu di dada Yanto.
"Gak usah baper pak! Ibu berangkat dulu!" Tati melepasakan tangan nya dari genggamannn Yanto.
Brak.
Tati menutup pintu dengan kasar.
"Ada apa dengan istri ku! Kenapa kian hari, kian berubah! Kebersamaan ku seakan mahal untuk kami saat ini!" gumam Yanto, mengelusss dada nya dengan gelengan kepala, menatap pintu yang kini tertutup rapat.
"Enak aja mau nganterin! Bukan nya nganterin, yang ada hanya merusak rencana ku!" gerutu Tati, melangkah ke luar menuju mobil yang terparkir di garasi.
"Pak supir! Cepat buka pintu nya! Antar aku sekarang juga!" titah Tati dengan suara menggelegar.
__ADS_1
"Baik Nyonya!" teriak pak supir dari dalam paviliun, ia langsung berlari dengan tergesa gesa. Menyudahi acara minum kopi nya.
"Lama sekali sih kamu! Gak tau apa, ini bedak bisa luntur!" gerutu Tati, saat sang supir sudah berada di hadapan nya.
"Maaf Nyonya besar! Kita langsung berangkat sekarang?" tanya pak supir dengan kepala tertunduk, gak berani nenunjukkan wajah nya jika Tati sedang mengomel.
"Iya lah, masa tahun depan! Tunggu apa lagi!" Tati mengelap leher nya dengan telapak tangan nya dengan gerakan yang gemulai, sengaja di perlambat.
"Tunggu Nyonya besar masuk ke dalam mobil!" ujar sang supir.
Tati menghembuskan nafas nya dengan kasar. "Kamu bodohhh atau buta! Cepat buka pintu nya! Masa orang kaya di suruh buka pintu nya sendiri!" umpat Tati dengan tangan kanan berada di pinggang.
"Baik, akan saya buka kan pintu nya Nyonya besar!" sang supir membuka kan pintu mobil untuk Tati.
Tati masuk ke dalam mobil, mendudukkan diri nya dengan duduk tegak, memamerkan perhiasan yang ia kenakan pada angin.
"Punya supir kok bodohhh nya gak ketulungan! Menyusahkan aja! Harus nya aku minta pada Danu, fasilitas yang lebih dari sekedar mobil, rumah, pembantu, supir kalo perlu. Supir yang berpendidikan dan berpengalaman, gak nyusahin kaya kamu!" cicit Tati dengan tatapan gak suka, pada sang supir yang baru satu minggu di pekerjakan Yanto untuk mengantar jemput Tati.
Supir mendelik, melirik sejenak pada sang majikan nya lewat kaca spion. 'Gue gak nyangka, istri nya Yanto bisa berubah drastis setelah bergelimang dengan harta. Bener apa kata sebagian orang, harta bisa merubah sifat seseorang. Dari yang baik bisa jadi buruk. Dari yang buruk bisa jadi baik. Contoh buruk nya, ini si Tati.'
"Bawa aja mobil dengan benar! Mau kamu kita kecelakaan, karena supir yang gak becus mengendalikan kemudi! Belum lagi, pasti aku akan meminta keluarga mu untuk ganti rugi mobil mewah ku ini!" cicit Tati, masih bicara dengan seenak nya.
"Astagfirullah Nyonya besar, kalo bicara ya di pikir dua kali. Ucapan itu sama aja do'a. Lebih baik Nyonya besar ucapkan yang baik baik aja!" seru pak supir panjang kali lebar, menasehati Tati yang gak lain istri dari sahabat nya.
Bugh.
Bersambung...
...🥀🥀🥀...
Like dan komentar nya dong, 😅😅
__ADS_1
Hayo yang baca ampe scroll akhir. Kasih rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dong.
...Makasih para pembaca ku yang udah setia ku...