Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Mimpi


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


Bugh.


Layla menjatuhkan tubuh nya di atas kasur, menenggelam kan wajah nya di bawah kasur karena posisi nya yang tengkurap.


"Kamu cemburu La?" tanya Danu, menyusul Layla, dengan seringai di bibir nya.


Layla menggelengkan kepala nya, tidak berani memperlihatkan wajah nya yang kini bersemu.


'Sialll kenapa juga aku bilang gitu tadi, pasti deh ini guru jadi jadiaan besar kepala. Mikir kalo aku cemburu! Tapi bisa bisa ka Danu mikir aku cemburu! Enak aja, aku tuh gak cemburu. Cuma kesel aja sama pikiran di otak aku.' gerutu Layla, dongkol sendiri dengan pemikiran yang terlintas di kepala nya.


"Gak apa kali La, kalo kamu cemburu! Aku malah seneng!" ucap Danu, yang malah menggoda Layla.


'Aku yakin, tanpa Layla sadari, hati nya udah terbuka buat aku! Layla udah bisa menerima kehadiran aku di sisi nya!' batin Danu, menatap punggung Layla yang tampak anteng.


"Berisik! Aku mau tidur tau!" gerutu Layla, merangkak di atas kasur mencari posis ternyaman untuk diri nya tidur.


"Ehem ehem, yakin kamu... bisa tidur La?" goda Danu, menarik sudut bibir nya ke atas. Melihat Layla yang kini memunggungi nya dengan memeluk bantal guling.


"Cerewet!" dengus Layla sebal, mata nya ia paksa kan terpejam, dengan detak jantung nya yang masih gak karuan.


'Gila, kenapa sih ini sama gue? Perasaan ngapa jadi nervous gini ya? Ah masa sih gue nervous di dekat ka Danu? Gak masuk akal emang.' gerutu batin Layla.


Hati Layla makin gak karuan, saat merasakan ada nya pergerakan dari tempat tidur ia berbaring.


Layla menelan saluva nya dengan sulit. 'Itu pasti ka Danu yang ikut berbaring di atas kasur, tidur Layla, ayo pejemin mata kamu, besok lo masih harus bangun pagi buat sekolah!' Layla menggigit bibir bawah nya, memaksakan hati nya untuk tidur.


Sreek.

__ADS_1


"Akkkhhhh!" pekik Layla kaget dengan mata melotot.


Tangan besar Danu menarikkk lengan Layla, membuat gadis itu kini berpaling dan menatap ke arah nya.


"Ma- mau a- apa lo ka? U- udah malam ini, be- besok aku tuh harus bangun pagi buat sekolah!" ucap Layla tergagap, tanpa di minta malah menjelaskan aktivitas nya besok pagi.


Pok pok pok pok.


"Aku bantu kamu buat tidur La!" Danu memukulll mukulll kan telapak tangan nya pada paha Layla dengan pelan, alias empok empok bak anak kecil yang susah tidur.


"Tapi aku bukan anak kecil yang harus di empok empok buat tidur! Kan ngaur banget! Nyari alesan lo ya ka, buat terus deket sama gue?" cicit Layla pelan, menatap wajah Danu dengan jarak yang sangat dekat, apa lagi kini Danu terpejam.


"Gak usah banyak omong La! Yang ada besok kamu kesiangan! Baca do'a, langsung pejemin mata kamu!" titah Daniel dengan suara yang terdengar hangat.


Layla menurut, setelah membaca do'a, ia berusaha memejamkan ke dua mata nya kembali. Membayangkan akan hari yang indah esok pagi.


Cup.


"Mimpi yang indah, istri kecil ku!" seru Danu, setelah mendarat kan kecupan singkat di bibir Layla.


Bukan mimpi indah yang Layla dapat, awal yang sangat indah. Namun membawa hal lain untuk akhir nya.


Tanpa terasa waktu subuh hampir tiba.


"Pergi! Aku gak kenal sama ibu, ibu ini bukan mama ku! Pergi! Aku gak mau ikut sama ibu! Ibu bukan ibu aku! Pergi!" Layla terus berteriak, dalam keadaan mata terpejam, peluh membasahi wajah nya, kerutan pun nampak di kening Layla.


Danu mengerjap kan ke dua mata nya, membuka ke dua mata nya dengan perlahan.


"Layla? Kamu kenapa La? La, bangun!" Danu langsung beranjak dari tidur nya, mencoba membangun kan Layla dari tidur nya.

__ADS_1


"Ini anak mimpi apa sih! Di bangunin susah banget!" gerutu Danu dengan gelengan kepala.


"La! Layla! Bangun La!" ucap Danu lagi, menepuk nepukkan pipi Layla dengan suara meninggi.


Layla langsung beranjak dari tidur nya, dengan nafas tersengal sengal, bak orang yang habis di kejar kejar maling.


"Hous hous hous!" deru nafas Layla yang gak karuan, namun dari tatapan nya memancarkan rasa takut. Entah apa yang baru aja Layla mimpikan.


"La!" seru Danu lagi, dengan ke dua tangan yang memegang lengan Layla.


Grap.


Layla langsung memeluk Danu, menyembunyikan wajah nya di dada bidang Danu. Punggung nya pun kini bergetar, dan itu di rasakan oleh Danu.


"Tenang, ada aku. Itu hanya mimpi La!" seru Danu, mengelusss punggung Layla.


"Tapi itu seperti nyata!" seru Layla, menatap wajah Danu, dengan bulir bening membasahi pipi nya.


"Apa yang kau mimpi kan La?" tanya Danu, menyapu pipi Layla yang basahhh sisa air mata nya.


...💖💖💖...


Bersambung...


Like dan komentarnya dong, 😅😅


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata...

__ADS_1


__ADS_2