
...🥀🥀🥀...
[ "Tuan Danu mengalami kecelakaan Tuan! Tuan datang aja ke rumah sakit xxxxx, karena Tuan Danu akan di larikan ke rumah sakit itu!" ] cicit Arsandi.
^^^"Luka nya serberapa parah? Apa kau sudah menghubungi Layla?" tanya Baskoro sebelum Arsandi memutuskan sambungan telepon nya.^^^
[ "Belum Tuan besar, jam segini pasti Nona masih mengikuti proses belajar mengajar di kelas nya." ] ucap Arsandi.
^^^"Ya sudah, kau urus baik baik putra ku. Pasti kan Danu mendapat kan perawatan terbaik. Untuk masalah Layla, biar saya yang akan menjemput nya di sekolah." ucap Baskoro tegas, ia langsung menghubungi seseorang lewat benda pipih nya.^^^
"Ada apa dengan Tuan Danu, Tuan?" tanya Feli, yang sejak tadi masih menatap bos besar nya dengan tanda tanya, ia bahkan sampai menghentikan aktivitas nya.
"Danu kecelakaan." Baskoro menjawab singkat pertanyaan Feli.
Feli langsung beranjak dari kursi nya, "Apa Tuan? Kecelakaan? Ko bisa? Pasti kondisi Tuan Danu parah, apa tidak bisa di selamat kan? Emmm ba- bagai mana dengan kondisi mobil nya? Apa parah? Apa mobil Tuan Danu meledak dan Tuan Danu tidak bisa selamatkan? Saya turut berduka ya Tuan! Tuan yang tabah ya, semoga Tuan Danu bisa tenang di alam sana." cecar Feli dengan segala pertanyaan yang tidak masuk akal di pikiran Baskoro.
^^^"Nanti aku hubungi kau lagi!" ucap Baskoro di saat panggilan telepon nya tersambung. Dengan tatapan menyelidik pada Feli.^^^
"A- ada apa Tuan? A- apa a- aku sa- salah bicara? Bagaimana keadaan Tuan Danu, Tuan besar?" Feli berjalan mundur, menghindari Baskoro yang melangkah maju ke arah nya.
"Aku pasti kan, jika kau terlibat dalam kecelakaan yang menimpa putra ku, kau tidak akan lepas dari genggaman ku, Feli! ucap Baskoro dengan penuh penekanan.
Deg.
Feli menelan saliva nya dengan sulit, menatap Baskoro dengan tatapan takut. Ke dua tangan Feli meremasss ujung bluse nya sendiri.
'Sialannn nih tua bangka, pake curiga lagi sama gue. Ta- tapi kenapa ini aki aki bisa curiga sama gue sih! Gue udah biasa aja kok, memperlihatkan wajah terkejut gue saat dengar pak Danu kecelakaan. Sialnnn gue harus ngeles.'
Bugh.
Punggung Feli membentur dinding, ia tidak bisa lagi berjalan mundur.
"Sa- saya mana mungkin te- terlibat pak. Sa- saya dari tadi kan di kantor. Sa- saya tidak berbohong pak!" kilah Feli.
Baskoro mencengkrammm ke dua lengan Feli. "Apa pun yang kau katakan saat ini, katakan saja pada pihak kepolisian, karena masalah ini, pasti akan aku laporan kan pada polisi! Kau tau kan, hukuman dari polisi itu sangat berat jika terbukti kau bersalah, dan aku pasti kan... kau juga akan mendapat hukuman dari ku!" ancam Baskoro lalu berlalu meninggalkan Feli.
__ADS_1
Feli membuang nafas nya lega. "Sialannn itu aki aki. Gue harus pastiin si Danu mati!" gumam Feli.
^^^"Gimana? Lo berhasil kan, nyingkirin pak Danu?" tanya Feli, dengan seseorang yang ia hubungi lewat telpon kantor yang ada di atas meja kerja nya.^^^
[ "Tenang bos, rencana bos berjalan dengan lancar. Itu cowok yang udah nolak cinta bos. Udah gak bakal bisa lolos dari yang nama nya malaikat kematian, mobil nya udah ringsek di tambah dengan hantaman keras dari mobil lain nya bos." ]
^^^"Awas kalo lo sampe bohongin gue!" Feli tersenyum sinis, saat mendengar orang suruhan nya.^^^
[ "Lo kirimin aja sisa pembayaran nya!" ]
^^^"Gue bakal bayar sisa nya, setelah gue liet sendiri pak Danu mati!" Feli langsung memutuskan sambungan telepon nya.^^^
Feli menyeringai, melangkah memasuki ruang kerja Danu.
"Kali ini lo bakal nyesel pak Danu, selama ini lo itu terlalu mengabaikan keberadaan gue di kantor ini. Udah saat nya gue depetin bapak lo. Lo lenyap, Layla belum punya keturunan dari lo, posisi gue bakal aman kalo pun gue harus nikah sama bandottt tua macam Baskoro." Feli menduduk kan diri nya di kursi kebesaran Danu. Mata nya terpejam dengan menatap langit langit.
...----...
Sebuah mobil melaju di jalan raya, dengan Baskoro yang duduk di kursi penumpang.
"Tidak perlu, kita tunggu saja Layla di parkiran. Biar Asep yang akan menjelaskan pada Layla." terang Baskoro.
"Baik lah kalo itu mau Tuan. Emmm Tuan, bagaimana keadaan Tuan Danu?" tanya sang supir.
Baskoro memijat kening nya, menyandarkan punggung nya pada sandaran kursi mobil yang ia duduki.
"Entah lah, aku sendiri belum tau pasti... bagaimana keadaan putra tunggal ku! Aku harap Danu tidak mengalami luka serius." ujar Baskoro dengan tangan mengepalll.
...---...
Setelah mendapat perawatan dari dokter, Danu di pindahkan ke ruang rawat VVIP. Dengan cairan infus dan kantong darah menancap pada tangan nya.
"Aku sudah katakan, aku ini baik baik saja! Kenapa harus memberikan ku kantong darah hah? Itu sakit!" Danu terus mengomel akan jarum infus yang berisi kantong darah.
"Tidak apa Tuan, itu biar Tuan bisa cepat pulih, bisa kembali beraktivitas." ujar Arsandi, mencoba memberikan pengertian pada bos nya.
__ADS_1
"Kau ingat pesan ku kan tadi! Tapi apa kau yakin, Layla akan ke sini bersama dengan papa?" tanya Danu.
"Pasti Tuan, Tuan Baskoro sendiri yang mengatakan pada saya di telpon tadi. Tuan besar akan membawa serta Nona Muda ke sini" jelas Arsandi.
"Ar, aku rasa ada seseorang yang ingin melenyapkan ku." gumam Danu.
"Apa ada seseorang yang tuan curigai?" tanya Arsandi dengan tatapan menyelidik.
"Untuk saat ini, aku tidak bisa mengatakan apa apa. Aku belum memiliki gambaran dan motif nya. Kenapa mereka ingin mencelakai ku!" ujar Danu.
"Jangan terlalu banyak berfikir Tuan. Fokus lah untuk kesembuhan Tuan. Untuk kasus kecelakaan ini, biar di tangani pihak kepolisian." terang Arsandi yang duduk di kursi, yang ada di samping ranjang rawat Danu.
"Untuk kasus gudang, orang orang yang aku kerahkan untuk menangani nya sudah menemukan titik terang, Tuan." ucap Arsandi, memberikan angin segar di tengah tengah masalah yang sedang di hadapi Danu.
"Apa yang mereka dapat?" tanya Danu dengan penasaran.
Ke dua tangan Danu mencengkrammm selimut yang menutupi tubuh nya.
'Akan aku buat mereka yang terlibat, menyesali perbuatan nya. Aku aku habisiii mereka. Sampai mereka akan memilih mati dari pada bertahan untuk hidup.' batin Danu dengan tatapan memburu.
Ceklek.
Pintu ruang rawat Danu di buka dari luar.
"Ka Danu!" seru Layla dengan terpaku, saat melihat kondisi Danu, pria yang berbaring tidak berdaya di atas tempat tidur pasien.
"Ya Allah nak, kenapa nasib papa buruk sekali!" seru papa Baskoro gak kalah heboh dengan Layla. Sama sama terpaku, menatap putra semata wayang nya.
...💖💖💖...
Bersambung...
Like dan komentarnya dong, 😅😅
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
__ADS_1
...Kehaluan semata...