
...🥀🥀🥀...
"Jadi penasaran gue, kaya apa sih itu istri nya Danu." gumam Doni di balik masker yang menutupi mulut nya.
Dring dring dring.
"Siapa sih, gak tau orang lagi sibuk apa. Pake telpon telpon segala!" gerutu Doni, mendengar dering telpon dari hape nya.
Dering telpon berhenti berbunyi, sementara Doni melanjutkan kesibukan nya. Mengabaikan dering telpon nya. Hingga ke tiga kali nya, baru Doni menjawab panggilan telepon nya.
[ "Kenapa kau menghungi ku terus? Waktu mu terlalu senggang kah!" ] umpat Doni, menempelkan benda pipih pada daun telinga kanan nya.
^^^"Heh sialannn, aku menghubungi mu ingin membawakan mu makanan, tapi jika kau tidak mau... sudah lah, biar aku habiskan saja ini makanan nya!" ujar Beni.^^^
[ "Dasar kau teman tidak berperasaan! Mana bisa begitu! Kau di mana?" ] tanya Doni dengan kening mengkerut, lalu ke luar dari ruang laboratorium milik nya.
^^^"Aku sedang di Drive thru, mau ku pesan kan apa untuk mu?" tawar Beni.^^^
[ "Apa saja lah, porsi jumbo ya! Aku tidak ingin kau bawakan aku porsi kecil!" ] ujar Doni, melepasss atribut laboratorium yang melekat pada tubuh nya.
^^^"Dasar kau, suka suka orang yang membawakan mu makan!" maki Beni yang lantas memutuskan sambungan telpon nya.^^^
Ceklek.
Doni langsung merebut makanan yang di bawa Beni, membawa nya masuk ke dalam rumah yang tampak mewah di dalam nya.
"Gila ini rumah apa kandang hewan?" tanya Beni, melihat barang barang berserakan tidak pada tempat nya.
"Kau ke sini ingin mengomentari rumah ku, atau membawa kan ku makanan hah?" umpat Doni, mendudukkan diri nya dengan meletakkan bungkus makanan di atas meja.
"Tentu saja aku ingin makan, siapa juga yang membiarkan mu makan seorang diri!" Beni mengambil alih makanan bagian milik nya dan menyantap nya.
"Apa kau tau, apa yang terjadi dengan Aleta? Kenapa bos Danu sampai ingin membuat nya membusuk di penjara?" tanya Doni ingin tau.
"Ahahahhaha yakin kau tidak tau apa apa soal itu? Kau bahkan tidak mendengar nya sama sekali? Astagaaa, teman macam apa kau?" ledek Beni dengan tawa nya, gak nyangka jika Doni bisa gak tau berita Aleta.
Doni mendengus kesal. "Waktu ku terlalu mahal hanya untuk mencari tau apa yang terjadi pada Aleta! Kau tau sendiri bukan, pekerjaan ku ini sangat berisiko!" ujar Doni, menikmati makanan istan yang di bawakan Beni.
"Aleta itu bekerja sama dengan Kevin, untuk menghancurkan perusahaan Danu. Aleta juga sebagai kompor atas apa yang menimpa Layla dan juga Danu." terang Beni.
__ADS_1
"Apa masih belum paham, ceritakan pada ku secara rinci!" pinta Doni, dengan kening mengkerut.
"Payah kau, otak mu sudah terlalu buntu dengan pekerjaan mu." ledek Beni.
"Sialannn lu! Dari pekerjaan gue itu, gue bisa memiliki apa pun yang gue butuh kan! Lo liet tuh rumah gue, udah lengkap kan semua nya!" ucap Doni dengan bangga.
"Ahahha ngaca lo, hidup lo belum lengkap tanpa ada orang di sisi lo yang mencintai lo!" ujar Beni dengan tatapan meledek.
"Kamprettt lo, waktu gue terlalu berharga kalo cuma buat nyari cewe mah!" jelas Doni.
"Alah, bilang aja lo masih ngarep sama Mela kan, mantan lo itu yang sekarang menghilang entah ke mana." goda Beni.
"Gue udah nemuin dia kok!" seru Doni menyudahi makan nya.
"Serius lo? Terus lo udah ketemu itu anak? Kata nya apa? Orang tua nya udah setuju sama lo? Kan lo udah kaya sekarang!" cecar Beni ingin tau.
"Dia bukan lagi anak orang kaya, dia hilang ingatan karena kecelakaan yang menimpa nya dan orang tua nya tewas. Perusahaan orang tua nya juga udah di ambil alih sama salah satu orang kepercayaan bokap nya." jelas Doni panjang lebar.
"Lo gak lagi ngarang cerita kan, Don?" tanya Beni dengan tatapan gak percaya.
...---...
"Suka, tapi jangan bilang ini punya aku juga?" tebak Layla dengan tatapan menuntut.
"Kalo iya, kenapa? Toh aku membuat ini juga memang untuk mu, untuk masa depan kita kelak." jelas Danu.
Tampak seorang pria yang usia nya gak kalah jauh dari Danu, menghampiri ke dua nya.
"Selamat siang Nona Layla, pak Danu!" seru nya dengan ramah, menyambut kedatangan orang nomor satu di restoran yang tengah ia pimpin itu.
"Nama nya Jaya, dia salah satu teman kuliah ku saat kita menempuh perguruan tinggi." jelas Danu, memperkenalkan pria yang menyambut mereka.
Layla hanya mengangguk.
"Ayo kita masuk, kebetulan acara pembukaan restoran ini baru akan di mulai beberapa saat lagi." ujar Jaya.
Danu menggenggammm jemari Layla.
"Gak usah gugup!" bisik Danu di telinga Layla.
__ADS_1
"Kita mau apa di sini?" tanya Layla.
"Tentu aja mau meresmikan tempat ini La." jelas Danu.
Layla tampak takjub dengan restoran yang di usung Danu. Jaya juga mengajak ke dua nya untuk berkeliling, mengenalkan apa saja fasilitas yang ada di restoran yang di kelola nya.
"Dari luar tuh kirain cuma ada restoran doang, tapi ternyata ada tempat wahana bermain anak juga!" Layla tampak takjub dengan apa yang ia lihat.
"Karena Tuan Danu ingin mengusung konsep rekreasi di tengah kota, dan karena minim nya lahan, jadi lah seperti ini. Meski agak terbatas dan sedikit memaksa kan." jelas Jaya dengan sesekali melirik Danu, yang enggan melepaskan genggamann tangan nya dari Layla.
'Nih cewek aura nya kenapa beda banget ya, sama setiap cewek yang selama ini gue kenal! Apa yang buat ini cewek spesial di mata Danu? Tubuh nya aja masih lebih bagus Aleta kalo di bandingin sama ini anak!' batin Jaya, menelan saliva nya dengan tatapan nya yang memindai Layla dari ujung kuku sampai ujung kaki.
"Pasti kamu bakal nagihhh, sama menu menu yang ada di sini La." ujar Danu, membawa Layla ke tempat inti acara berlangsung.
"Benar apa yang di katakan Tuan, Nona Muda. Koki di sini sudah melewati seleksi ketat, dan hanya yang terpilih yang bisa bekerja di sini " jelas Jaya menambahkan.
Danu menarik sebuh kursi, yang ada di meja barisan paling depan panggung untuk di duduki Layla.
"Selamat datang untuk Tuan Danu dan Nona Layla, selaku pemilik restoran ini. Beri tepuk tangan yang meriah untuk ke dua nya." ujar MC wanita yang tengah memimpin acara di atas panggung.
Danu hanya tersenyum datar dan Layla tersenyum malu dengan sedikit membungkuk.
"Waah jadi itu pemilik nya! Gak nyangka ya, masih muda." ujar salah satu ibu, yang melihat ke arah Layla dan Danu.
"Waah pas banget nih, kalo di jadikan mantu, apa lagi putri saya cantik. Cocok deh sama pak Danu yang ganteng!" ujar salah satu ibu lain nya.
"Boleh minta sambutan nya sedikit Tuan Danu, atau Nona Layla. Untuk pembukaan restoran nya? Kami persilahkan untuk naik ke atas panggung." ujar MC wanita, yang di sambut dengan tepuk tangan dari para pengunjung restoran.
"Jadi itu bos kita?" tanya salah seorang berseragam pelayan.
"Yang mana sih? Ganteng gak?" tanya salah seorang pelayan lain nya.
...🥀🥀🥀...
Bersambung...
Like dan komentar nya dong, 😅😅
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
__ADS_1
...Kehaluan semata...