Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Setan alasss


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


"Masa di apartemen ada hantu sih! Gak mungkin lah, berasa lagi uji nyali gue! Danuuuuu!" teriak Layla, memanggil Danu sekencang nya.


Grap.


"Aaaakkkkkk!!" teriak Layla.


Saat ke dua tangan besar, mengunci tubuh nya dari belakang dengan melingkarkan di lengan nya.


"Lepas gak! Woy! Siapa si lo! Mau maling lo ya?" ucap Layla dengan penuh penekanan, terus berontakk, mencoba melepaskan diri. Rasa takut yang tadi sempat hinggap, kini berubah menjadi kesal.


"Kok kamu gak takut sih, La? Kebanyak cewek itu pasti takut kalo ngadepin situasi yang terancam kaya gini!" ujar Danu, malah menyandarkan kepala nya pada punggung Layla dengan santai.


"Dasar kamprettt lo! Gue pikir orang jahat mana! Lepas gak! Danu ihhhssss gue gak bisa bebas ini gerak nya!" Tangan Layla mencoba menyingkirkan tangan Danu dari lengan nya.


"Sebentar aja La, biar kaya gini dulu. Udah suasana nya sunyi, gelap, mendukung banget kan buat mesra mesraan!" gumam Danu.


Layla membuang nafas nya dengan kasar. "Ihs pikiran lo yang ada ngeres tar! Udah lepas ihs! Gue kudu sapu dulu itu pikiran lo, biar kaga ngeres!"


"Kalo lo terus terusan gerak, yang ada pikiran gue beneran jadi ngeres ini. Maka dari itu... lo diem dulu! Jangan pancing batang gue buat berdiri, lo tau kan kalo udah berdiri, dia gak bakal mau tidur kalo belum ketemu kunci nya!" ucap Danu dengan terkekeh.


"Batang apaan yang berdiri? Gue gak liet lo punya batang. Konci apartemen, bukan nya sama lo ya?" cicit Layla dengan pikiran polos nya.


Danu membuang nafas nya dengan kasar, membalikkan tubuh Layla hingga ke dua nya saling berhadapan.


"Serius gak ngerti itu batang?" tanya Danu, menatap Layla di bawah lampu yang tamaran, karena mereka berdua kini berada dekat sudut ruang dekat dengan dapur.


Danu dapat merasakan degupan kencang Layla, sama seperti yang kini ia rasakan. Jantung nya seakan berpacu dengan lebih cepat.

__ADS_1


"Danu! Udah malam, kata nya mau istirahat. Besok lo anterin gue kan, gue mau beli oleh oleh buat yang lain. Lo juga tadi udah bilang apa coba sama Lulu." Layla menelan saliva nya dengan sulit.


Tubuh nya seakan membeku, saat ke dua tangan Danu yang besar masih mencengkrammm ke dua lengang nya, seakan tidak akan melepaskan nya.


Sementara kening Danu sendiri bertaut dengan kening nya. Layla semakin dapat merasakan hembusan hangat bafas Danu, saat Danu menempelkan batang hidung nya yang mancung ke depan, dengan batang hidung Layla yang mancung ke dalam.


"Iya, aku ingat itu. Dan kenapa kamu gak bilang kalo besok kamu itu libur? Masuk kembali hari selasa? Kau membuat ku tampak bodohhh di depan papa!" ucap Danu, dengan tangan kanan nya yang bergerak merabaaa punggung Layla secara perlahan.


"Danu! Lo emmmmpppp." sial kan gue, dasar begooo, mau bae lagi gue di kadalinnn si Danu. Awas lo ya! Gue balas.


Dalam hati Danu merasa menang, merasa puas, karena berhasil mencuri lagi bibir Layla yang manis, pria itu melumattt bibir tipis Layla, bermain di dalam rongga mulut Layla, seakan tidak akan berhenti, sebelum mengabsen sederet gigi putih yang berbaris dengan rapih.


Danu melumattt, memilinnn lidah Layla, ia juga seakan mengajari nya cara berciumannn. "Coba kau lakukan, seperti yang aku lakukan!" pinta Danu, setelah melepasss pagutan nya.


"Gak! Udah ihs mmppp..."


Baru juga mau menolak, Danu kembali melumattt lagi bibir Layla, dengan penuh kelembutan. Otak Layla seakan menerima meski di hati nya ingin menolak. Takut terbuai dan Danu melakukan hal yang di luar batas, lupa akan janji dan perkataan nya yang tidak akan menyentuh nya.


Danu menggendong Layla tanpa melepasss kan pagutannn nya. Membawanya dengan langkah pasti.


Layla mengalungkan ke dua tangan nya pada leher Danu, terkesiap dengan yang di lakukan Danu, yang dengan mudah nya membawa nya dalam gendongan ala ala bridal.


Gilaaa, Danu. Lo mau bawa gue ke mana! Awas aja kalo lo bertindak di luar batas, gue bakal kabur, gak mau lagi gue ngeliet muka lo! ucap Layla dengan mata melotot, tapi gue gak bisa pungkirin, ciuman bikin nagihhh, wahahhaha.


Bugh.


Danu menendang pintu kamar, hingga terbuka.


Keringat dingin mulai Layla rasakan, ia menelan saliva nya dengan sulit, mencoba melepaskan pagutan nya dari Danu.

__ADS_1


Mati dah gue, Danu beneran bawa gue ke kamar, gue gak mau, tapi kalo gue nolak, gue bisa dosa sebagai istri gak mau ngelayanin suami nya, itu kan hak Danu. Tapi gue gak siap. Gimana ini, ya Tuhan, tolong hamba mu ini.


Danu menatap dalam mata Layla, ini anak pasti udah ketakutan banget kalo gue lepas kendali, tenang sayang, gue sadar ko buat gak terkam lo saat ini. Otak gue masih waras La. Gua gak mau merusak masa masa remaja lo dengan ngurung lo di rumah, dengan segudang tanggung jawab lo sebagai istri.


Danu merebahkan tubuh Layla di atas kasur. "Mimpi yang indah!" ucap Danu menyapu wajah Layla dengan hembusan nafas nya setelah melepasss pagutan nya.


Layla mengerutkan kening nya, beranjak dari posisi tidur nya, hingga menyadar pada kepala ranjang.


"Maksud nya?" tanya Layla dengan bodohhh nya, mengikuti pergerakan Danu yang melangkah ke arah kamar mandi.


"Aku mau mandi, lengket. Kamu tidur aja, kalo mau mandi bareng, aku gak keberatan. Ayo!" ucap Danu, dengan senyum tersungging di bibir nya, tangan kanan nya terulur siap menyambut Layla jika menginginkan nya mandi bersama.


"Dasar gila!" maki Layla dengan wajah merona, antara kesal dan malu bercampurrr menjadi satu.


Layla langsung menenggelamkan tubuh nya di bawah selimut, melanjutkan memaki Danu.


"Kurang ajarrr banget si Danu, dasar laki pe'a, nyeselin, otak gue udah traveling jauh jauh, gak tau nya cuma sebatas itu. Sialannn, nyeselin hiks hiks!" maki Layla.


"Aku masih mendengar nya La! Ahahaha, ayo, kita lanjutkan di kamar mandi! Aku sungguh tidak keberatan jika kau yang menginginkan nya!" ledek Danu, tergelak puas berhasil mempermainkan, membuat marah Layla.


Bugh.


Layla melempar bantal ke arah Danu, namun meleset karena jarak yang terlalu jauh, membuat bantal itu mendarat sempurna tanpa mengenai Danu sama sekali.


"Gak usah bacottt! Mandi aja sana! Setan alasss!" sungut Layla dengan geram.


"Ahahahha, aku mencintai mu, La!" Danu hilang di balik pintu, terdengar suara gemericik air dari shower, yang berarti Danu melanjutkan kegilaan nya seorang diri dengan bermain solo tanpa Layla tau.


Bersambung...

__ADS_1


...🥀🥀🥀...


Menuangkan segala ke haluan lewat kata. Dari kata menjadi kalimat. Dari kalimat yang terangkai menjadi sebuah karya 😅😅😅


__ADS_2