
...🥀🥀🥀...
Ceklek.
Tatapan Danu nyalang ke depan, dengan bola mata yang seakan hendak ke luar dari tempat nya, melihat ke atas panggung. Tangan nya mengepalll dengan kencanggg.
"Kurang ajarrr Basuki! Benar benar minta gue habisiii!" umpat Danu dengan penuh kemarahan.
Dor.
Danu memuntahkan timah panas ke arah lampu.
"Aaahhhh!" suara jeritan dari para tamu undangan Basuki terdengar bersautan.
Brak.
Trangggg.
Di susul dengan Lampu kristal yang awal nya menggantung indah, memberikan penerangan pada setiap mata orang yang ada di dalam ruang. Dengan seketika jatuh dengan menyisakan ruang yang kini gelap, dan pecahan kristal lampu berserakan di lantai. Membuat semua orang langsung menjerit.
Di tengah gelap nya ruang, Arsandi membantu Danu membebaskan Layla dari akuarium berukuran besar.
"Tolong, siapa pun tolong aku!" ucap Layla dengan suara yang terdengar putus asa.
"La, ini aku La!" ucap Danu, menempelkan telapak tangan nya di dinding akuarium.
"Danu? Tolong aku hiks, aku gak mau di lelang hiks hiks!" ucap Layla dengan terisak.
"Gak La, kita bakal pulang La. Aku bakal bawa kamu pulang!" ucap Danu, mencoba membuat Layla tenang.
Arsandi sibuk dengan alat yang ia miliki, dan mencoba membuat kunci gembok yang terhubung dengan akuarium itu terlepas.
Kreek.
Arsandi berhasil mengeluarkan Layla dari akuarium. Dan orang orang yang di bawa Danu kini terlibat baku hantam dengan orang orang nya Basuki di bawah terang bulan.
'Bisa bisa nya Basuki melakukan ini pada mu, La!' batin Danu gak abis pikir, melihat Layla dengan baju minim di pertontonkan di dalam akuarium, menampilkan lekuk tubuh Layla dengan Layla yang terisak.
__ADS_1
"Penjaga! Hei! Dasar bodoh! Jaga bocah itu! Jangan sampai dia kabur!" titah Basuki dengan suara menggelegar, mengingat tawanan nya masih berada di dalam akuarium.
"Deddy, aku takut! Jangan biarkan Layla kabur Ded!" rengek Ratna.
'Gila aja kalo sampe Layla bisa kabur, bisa bisa dia bakal cari cara buat bales gue!' batin Ratna.
Grap.
Layla langsung berhambur memeluk Danu dengan terisak.
"Aku takut hiks!" ucap Layla di tengah tangis nya, meski dalam hati merasa senang karena akhir nya Danu menemukan nya.
"Awwhhhhh, perih, sakit!" pekik Layla dengan menggigit bibir bawah nya. Menambah semakin deras air mata nya.
Layla gak bisa lagi menahan rasa perih, dan sakit di lengan dan punggung nya. Di saat Danu membalas pelukan Layla, dan di saat Danu berniat mengelusss punggung Layla, mencoba memberikan kenyamanan.
"Ada apa La? Apa yang mereka lakukan sama kamu?" tanya Danu, menangkup wajah Layla.
"Sebaik nya kita bawa Nona pergi dari sini, Tuan!" Arsandi mengingat kan Danu.
"Kau urus mereka! Aku akan membawa Layla!" ucap Danu, yang langsung melepaskan jas yang ia kenakan, lalu mengenakan nya pada tubuh Layla.
Arsandi, Juni, Deri dan beberapa anak buah Danu, menahan Basuki dan anak buah Basuki yang hendak menghentikan langkah Danu untuk membawa Layla.
Ruang pelelangan yang tadi nya tertata rapih, kini tampak berantakan dengan kursi dan meja yang gak karuan, ada yang patah dan tidak berada pada tempat nya.
Para peserta yang mengikuti pelelangan langsung berhambur ke luar menyelamatkan diri, setelah tadi lampu kristal jatuh karena peluru yang di muntahkan senjata api Danu.
"Makasih karena kamu udah mau selamatin aku, aku pikir kita gak akan ketemu lagi. Aku pikir hidup ku akan berakhir tragis setelah di beli salah satu orang yang ada di tempat tadi itu." ucap Layla, saat Danu membawa nya ke luar dari rumah tua itu.
"Jangan pernah berfikir seperti itu, La! Kalo aku tau kamu bakal ngalamin hal kaya gini, aku gak bakal biarinin kamu ke luar dari rumah! Mereka gak apa apain kamu kan?" tanya Danu dengan mengeratkan gendong nya.
'Mereka nyiksa tubuh aku, tubuh aku sakit, mereka menyentuh kulit tubuh ku! Mereka hiks hiks hiks.' Layla gak bisa lagi berkata, hanya deras nya air mata yang ke luar dari pelupuk mata nya dengan bahu Layla yang bergetar hebat.
"Kamu aman La sekarang! Jangan nangis lagi La! Mereka yang menyakiti mu, pasti akan mendapatkan balasan yang setimpal La!" ucap Danu, gak tau apa yang terjadi dengan Layla.
Salah seorang anak buah Danu membuka kan pintu mobil setelah melihat kedatangan Tuan nya.
__ADS_1
"Kau bawa mobil, antar aku ke rumah sakit terdekat!" titah Danu setelah duduk di kursi penumpang dengan memangku Layla di atas ke dua paha nya.
"Baik Tuan!" jawab anak buah Danu yang kini menjadi supir.
Mobil melaju dengan kecepatan di atas rata rata, di saat jalan yang mereka lalui jalan sepi. Dan mobil melaju dengan kecepatan sedang, saat mereka memasuki jalur jalan yang cukup ramai dengan kendaraan lain nya.
Danu mengelusss puncak kepala Layla, mengelusss lengan Layla. Di saat Layla menyandarkan kepala nya di dada bidang Danu.
Pikiran Layla seakan melayang, angan angan nya dan hati nya seakan penuh tanya.
...Kenapa nasib aku jadi kaya gini! Tinggal di rumah ibu Tati, gak jarang aku di kurung di kamar mandi, di suruh ngantar catring setelah pulang sekolah dengan keadaan oerut kosong. Di suruh masak, beres beres rumah. Ibu kandung ku sendiri memperlakukan ku layak nya seorang pembantu tak berharga. Dan di saat aku tinggal di rumah ayah kandung ku, mama Sifanye dan Lulu, tak jarang berlaku kasar pada ku meski mereka nelakukan nya saat ayah gak ada di rumah....
...Dan di saat aku menikah, aku memiliki seorang suami. Aku harus menghadapi kejam nya orang orang yang sama sekali gak aku kenal. Apa mereka musuh ka Danu? Belum lagi apa yang sudah Ratna dan Irfan lakukan pada ku. Apa salah aku sama mereka? Mereka teman ku, tapi kenapa mereka menganggap aku ini seakan musuh nya?...
"Maaf La, karena aku. Kamu jadi mengalami hal buruk kaya gini! Aku janji, ini gak akan pernah ke ulang lagi La!" ujar Danu.
Dani mengeratkan pekukan nya.
"Uuhhhhhh sakit!" pekik Layla, mencoba menyingkirkan lengan Danu dari lengan nya.
Danu mengerut kan kening nya, melihat sikap Layla.
'Ada apa dengan lengan Layla?' tanya batin Danu.
Tangan Danu menyingkap jas milik nya, jas yang ia gunakan untuk menutupi tubuh Layla karena memgenakan pakaian minim bahan, namun ke dua tangan Layla mengenakan manset berwarna kulit.
"Aku lihat sebentar ya!" pinta Danu, yang melihat Layla meringis kesakitan.
...💖💖💖...
Bersambung...
Like dan komentar nya dong, 😅😅 biar ora sepi sepi amat gitu ini novel. Masa cuma tuyul doang yang aktif komen. Yang laen, mana suara nya?
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
...Kehaluan semata...
__ADS_1