Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Makin


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


"Pak, Layla kemana?" tanya Danu pada pak satpam.


"Nona Layla sudah jalan beberapa menit yang lalu Tuan." ucap pak satpam.


"Apa? Dengan apa Layla pergi? kenapa gak ada yang kasih tau saya?" tanya Danu dengan nada meninggi.


"Maaf Tuan, Nona melarang kami untuk mengatakan nya... Nona takut mengganggu waktu sarapan Tuan." ucap kepala pelayan yang baru aja nongol dari belakang Danu.


"Naik apa Layla pergi? Dengan siapa?" tanya Danu gak sabaran, memasukkan kotak bekal ke dalam kursi penumpang bagian depan.


"Nona naik motor sendiri Tuan, motor yang Tuan sediakan untuk transportasi para pekerja." ucap sang satpam, semakin merasa bersalah karena sudah membiarkan Nona Muda nya mengendarai motor.


"Kalian ini, benar benar! Jika sampai terjadi apa apa dengan istri saya! Kalian yang harus tanggung jawab!" ucap Danu dengan nada mengancam.


Brak.


Danu menutup pintu mobil dengan kasar, melaju kan mobil nya dalam keadaan marah.


Tin tin tin.


"Cepat buka gerbang nya, dasar bodohhh!" umpat Danu, setelah membunyikan klakson beberapa kali setelah mobil nya berada di depan gerbang.


Gerbang langsung terbuka. Danu melesatkan mobil nya dengan kecepatan tinggi, ke luar dari area perumahan yang hanya baru beberapa bangunan yang berpenghuni.


"Akhir nya aku bisa menyusul nya." gumam Danu senang, melihat dari kejauhan Layla yang hendak ke luar dari area perumahan, melajukan motor dengan kecepatan sedang.


Tin tin tin!


Danu membunyikan klakson mobil, saat mobil nya sudah berada di samping motor yang Layla kemudikan.


"Ka Danu, cepat amat sarapan nya?" tanya Layla, dengan menoleh ke arah kanan, melihat Danu yang berada di belakang kemudi mobil, dengan kaca mobil yang di buka.


"Hentikan motor nya!" titah Danu.


"Iya iya!" Layla langsung melakukan apa yang Danu minta.


Danu langsung turun dari mobil, menghampiri sang istri.


Klek.


Danu mengambil konci motor, dari stop kontak nya dengan tatapan nyalang.


"Gak bisa, kamu tunggu aku sebentar aja? Sampai harus ke sekolah bawa motor sendiri? Udah bosen pergi pulang sekolah bareng aku, aku ini suami mu La!" cicit Danu panjang kali lebar, dengan nada tinggi di depan wajah Layla.

__ADS_1


Deg.


Layla langsung tertegun, melihat reaksi yang di perlihat Danu pada nya.


Layla langsung turun dari motor, setelah memarkir motor nya. Berkata dengan gak kalah tinggi dan Danu.


"Kenapa jadi marah sama aku sih! Aku kan udah bilang bakal telat kalo nunggu ka Danu sarapan! Aku ini murid, bukan guru yang bisa datang seenak nya!" seru Layla dengan ke dua tangan di pinggang.


"Siapa bilang aku sarapan? Aku meminta si mbok, menyiapkan bekal untuk ku dan dan kamu! Kita gak akan telat ke sekolah! Kita masih bisa sarapan di dalam mobil!" ucap Danu dengan menghembuskan nafas kasar nya.


"Aku dah gak nafsu buat makan, sini... aku mau berangkat sendiri aja!" Layla berusaha meraih konci motor yang di pegang Danu.


"Aku gak izinin kamu bawa motor sendiri! Masuk mobil!" titah Danu, mengangkat tangan kanan nya yang menggenggammm kunci motor.


"Nyebelin banget sih jadi orang!" gerutu Layla, menghentakkan kaki nya baru masuk ke dalam.


Brak.


Pintu mobil di titup dengan kencanggg oleh Layla.


"Sabar Tuan, menghadapi anak seumuran Nona Layla, harus banyak sabar. Nguruttt dada!" seru sang satpam, yang berjaga di pintu gerbang kompleks.


"Saya titip kunci pak! Nanti orang rumah yang akan ambil." Danu menitipkan kunci motor pada satpam yang mendengar perdebatan ke dua nya.


Danu mendudukkan diri nya di belakang kursi kemudi. Melirik sekilas Layla, yang belum juga mengenakan sabuk pengamannn nya.


Baru juga Danu memiringkan duduk nya, hendak membantu Layla memasangkan sabuk pengamannn. Layla tersadar dan menolak nya.


"Gak perlu, aku bisa sendiri!" tolak Layla ketus.


Danu membuang nafas nya dengan kasar, mengelusss puncak kepala Layla.


"Maafin aku, aku udah membentak mu, aku cuma gak mau terjadi apa apa lagi sama kamu La! Kamu ngerti itu kan?" ujar Danu, mengatakan apa yang ada di kepala nya.


"Hem!" Layla memalingkan wajah ke arah jendela mobil, menatap ruas jalan yang akan mereka lalui.


'Perasaan dulu lagi belum kenal ka Danu, lagi belum nikah sama ini orang. Hidup gue tenang tenang aja, biar kata dapat siksaan, perlakuan buruk dari orang tua.Tapi gue bebas, dalsm artian gak ngerasa terkekang. Ini makin ke siniin... ka Danu makin banyak ngatur, makin banyak larangan yang gak jelas.' batin Layla.


"La, jangan marah lagi. Ayo sarapan bersama, suapi aku. Kamu suap sendiri!" ucap Danu yang kini mulai melajukan mobil nya.


"Ka Danu aja yang sarapan, aku gak laper!" ketus Layla.


"Gimana cara nya? Kamu kan lihat aku sedang mengemudi." jelas Danu.


"Alesan aja! Bilang aja minta di suapin!" gerutu Layla.

__ADS_1


Mengambil kotak bekal yang tersimpan di atas dasboard mobil.


"Ka Danu beneran belum sarapan?" tanya Layla dengan tatapan menyelidik.


"Aku gak bohong La!" ucap Danu dengan sungguh sungguh.


Krukkk krukkk krukkk.


'Sialll, kenapa pake harus berbunyi sih! Memalukan!' umpat Danu, setelah cacing cacing dalam perut nya berdemo dengan suara nyaring.


"Aku gak bohong kan La!" Danu menggaruk kepala yang gak gatel dengan tangan kiri nya.


"Iya, aku percaya!" Layla mengambil sepotong senwich dari dalam kotak makan, mengarahkan ke depan mulut Danu.


"Kamu juga ikut makan La. Kamu kan belum sarapan." protes Danu dengan mulut mengunyah senwich nya.


"Aku kan udah bilang, gak laper. Ka Danu aja yang nyarap. Banyak protes nih!" gerutu Layla, mengarahkan kembali senwich ke depan mulut Danu.


Danu menerima suapan nya kembali. "Nanti kamu laper La! Ayo ikut sarapan! Atau mau aku suapin dengan cara ku?" Danu memainkan alis nya naik turun, menatap nya dengan tatapan menggoda.


Layla menatap Danu aneh. "Jangan bercanda, tadi di suruh makan sendiri... gak mau, alesan nyetir, pake sok sokan mau nyuapin aku pake cara ka Danu sendiri! Dasar aneh!" gerutu Layla panjang kali lebar.


"Kamu suapin aku dulu, terus dari bibir ku suapin ke kamu. Mau kaya gitu?" tawar Danu


Plak.


Layla menggeprak lengan Danu dengan keras.


"Makan sendiri nih!" Layla meletakkan kotak bekal nya dia atas dasboard mobil, lebih dekat ke Danu.


"Ahahahha gitu aja ngambek, ayo suapi aku lagi!" bujuk Danu dengan tergelak.


"Ogah! Suap aja sendiri! Males aku sama ka Danu. Makin ke sini banyak aturan, makin banyak mau!" umpat Layla.


"Karena sekarang aku makin cinta, makin sayang, makin gak mau kehilangan kamu! Semakin ingin menjaga kamu!" cecar Danu.


Layla menghembuskan nafas kasar. "Bisa di kondisikan gak? Makin nya? Boleh besok aku bawa motor sendiri ke sekolah?" pinta Layla dengan tatapan memohon.


Bersambung...


Like dan komentar nya dong, 😅😅


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


Hayo yang baca ampe scroll akhir. Kasih rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dong, biar makin semangat updat nya 😭😭

__ADS_1


__ADS_2