Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Hanya pengawal biasa


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


"Ayah ngelamun?" tanya Layla penuh selidik.


"Ayah gak ngelamun sayang! Kamu datang sendiri? Apa Danu masih sibuk di luar negri?" tanya Noval, beranjak dari duduk nya, menghampiri Layla.


"Iya masih di luar negri, cuma masih sempat pulang ngerayain pesta kecil. Ayah kenapa gak datang? Apa jadwal ayah sedang padet ya, jadi gak ada waktu." cicit Layla, memeluk erat lengan sang ayah.


"Ada apa dengan putri ayah? Gak biasa nya kamu bersikap manja seperti ini?" tanya Noval penuh selidik, mengelusss puncak kepala Layla.


Layla mengendurkan pelukan lengan Noval, mengadahkan wajah menatap sang ayah yang gak lagi muda.


"Apa aku gak boleh bersikap manja seperti ini? Apa aku masih harus bersikap tegar? Aku lagi kangen yah, sama ayah!" Layla kembali memeluk sang ayah dengan bibir mengerucut.


Noval menggiring Layla berjalan ke arah sofa, lalu mendudukkan nya di sofa.


"Ayah punya sesuatu untuk mu, tunggu sebentar ya!" ucap Noval, berjalan mendekati meja kerja nya.


"Ayah, bagaimana dengan keadaan Lulu? Apa aku boleh menjenguk nya?" tanya Layla dengan sorot mata gak lepasss dari sang ayah.


Noval menghembuskan nafas nya kasar. "Sebaik nya tahannn dulu La, ayah takut jika Lulu melihat mu, emosi nya akan semakin tidak terkendali. Terakhir ayah mengunjungi nya, Lulu tampak belum bisa berdamai dengan kenyataan." cicit Noval panjang kali lebar.


"Kenapa ayah melarang Layla untuk mengunjungi nya? Apa ayah pikir, Layla akan mengejek, mentertawakan keadaan Lulu yang sekarang?" tanya Layla.


"Bukan itu maksud ayah melarang kamu La, tapi kan kamu tau sendiri. Pikiran Lulu gak pernah sejalan dengan kamu." Noval mendudukkan diri nya kembali di samping Layla dengan paper bag di tangan nya.


Layla menghembuskan nafas kasar. "Kalo begitu, ayah harus izinkan Layla buat mengunjungi Lulu. Layla ini kan kaka nya. Layla tau harus bersikap gimana ke Lulu!" cicit Layla kekeh dengan pendirian nya.


"Buka dulu, ini hadiah dari ayah. Sehat selalu ya nak, jangan lupa untuk berikan ayah cucu yang banyak dan lucu!" Noval menyerahkan paper bag yang ia bawa ke Layla.


Layla melotot sempurna, mendengar kalimat yang baru di ucapkan sang ayah.


'Itu lagi yang di bahas!' batin Layla.


"Setelah kamu lulus sekolah nanti! Ayah gak mendesak mu untuk memberikan ayah cucu, hanya saja ayah akan menerima dengan senang hati, jika ada tangisan bayi di rumah kalian hehehe!" Noval terkekeh dengan gurat menua yang ada di kening nya.


"Ini apa yah? Boleh aku buka?" Layla mengeluarkan sebuah kotak berudu, dari dalam paper bag yang ada di pangkuan nya.

__ADS_1


"Ayah sudah memberikan nya pada mu, masa hanya untuk di lihat tanpa di buka isi nya! Kamu ini La!" Noval menggeleng kan kepala nya. Menatap Layla yang tampak antusias membuka hadiah nya.


"Ini cantik banget ayah! Ini pasti mahal! Kenapa ayah memberikan ini untuk ku?" cecar Layla, dengan tatapan takjub pada gelang tangan yang di berikan Noval pada nya.


"Kamu suka? Biar ayah bantu pasangkan!" Noval membantu Layla, mengenakan gelang tangan bertahtakan permata, dengan desain yang khusus di buat untuk Layla.


"Makasih ayah!" seru Layla memeluk sang ayah.


Layla kembali pulang ke rumah, setelah menghabiskan 1 jam mengobrol dengan ayah nya.


"Aku pulang lah yah! Waktu ayah jadi terbuang untuk ku!" pamit Layla, menyalami tangan ayah nya.


Layla dan Noval jalan beriringan menuju pintu.


"Hati hati di jalan! Biar ayah minta pak Jono untuk mengantar mu!" ujar Noval.


"Gak perlu yah!" tolak Layla.


"Jangan bilang kamu mau naik angkutan umum lagi, La!" tebak Noval.


"Siapa bilang!"


"Nak Doni? Sejak kapan kamu di luar? Jangan bilang kamu yang mengantar Layla ke sini?" tanya Noval dengan menunjuk Doni, lalu berganti menatap Layla dengan tatapan menyelidik.


Doni hanya membungkuk kan tubuh sedikit, memberi hormat pada ayah mertua Tuan nya.


"Ya emang Layla sama dia! Siapa tadi kata ayah? Doni? Jadi nama kamu Doni? Sok misterius banget!" ketus Layla, setelah tau nama supir nya.


Tak.


Noval menjitak kepala Layla dengan pelan.


"Ayah kenapa menjitak kepala ku?" protes Layla, meski gak sakit tapi malu juga di depan orang dewasa di jitak kepala nya.


Doni hanya menahannn tawa, meski di hati bertepuk tangan riang. 'Ahahahhha itu baru pembalasan yang setimpal, membuat ku berdiri, menunggu selama 1 jam!'


"Jelas ayah menjitak kepala mu! Doni ini lah yang membantu ayah untuk menemukan keberadaan Lulu saat hilang dulu. Nak Doni ini salah satu orang kepercayaan nak Danu. Pantas saja Danu bisa fokus dengan pekerjaan nya di luar negeri, ternyata ada kamu yang menjaga Layla!" ujar Noval, panjang kali lebar.

__ADS_1


Tanpa di sengaja dan di minta, Noval menjelaskan sedikit yang Layla akhir nya ketahui siapa supir pengganti nya kini.


"Hanya pengawal biasa Tuan, sedikit bisa di andalkan untuk mengemudi. Sedikit tahu tentang cari mencari informasi." cicit Doni merendah di depan Layla.


Pluk pluk.


Noval menepukkk nepukkk bahu Doni. "Senang akhir nya saya bisa bertemu lagi dengan kamu nak! Titip putri om ya! Oh iya, sebagai permintaan maaf dari om, karena kamu sudah menunggu lama di luar... gimana kalo kita makan siang dulu!" tawar Noval.


"Yah!" seru Layla, menolak tawaran sang ayah.


"Tidak perlu om, ini sudah tugas saya melindungi Nona Muda selama Tuan Muda tidak berada di tempat." cicit Doni.


Setelah makan siang yang terlewat, akhir nya Noval membiarkqn Layla pulang bersama dengan Doni.


"Apa kamu melapor kan apa yang terjadi pada ku tadi sama ka Danu?" tanya Layla, menyandarkan punggung nya pada sandaran kursi mobil, menatap ruas jalan dari jendela mobil.


"Sudah pasti saya laporkan pada Tuan Muda, Nona." cicit Doni.


"Apa kamu tau, untuk siapa Leo itu bekerja?" tanya Layla lagi dengan duduk tegak, menatap penuh selidik.


"Aleta."


"Tante menor itu lagi? Kenapa orang itu memusuhi ku? Aku buat salah apa sama tante menor? Gak abis abis nya punya ide untuk membuat ku celaka!" gerutu Layla dengan ke dua tangan menyilang di depan dada.


"Karena Nona sudah berhasil membuat Tuan Muda berpaling dari nya. Hingga ia gagal untuk kembali bersama dengan Tuan Muda Danu." jelas Doni dengan singkat.


"Cihs segitu cinta nya kah, sampe harus menggunakan segala cara untuk menyingkirkan ku?" tanya Layla lagi.


"Bukan hanya cinta, tapi karena hal lain juga. Kekuasaan yang di miliki Tuan Danu, nama besar Tuan Danu, bahkan bisa menaikkan derajat seseorang. Apa Nona gak sadar itu?" balik Doni melemparrr pertanyaan pada Layla.


Layla terperangah. "Aku gak mikir ke arah itu loh!" seru Layla dengan polos nya.


Bersambung...


...🥀🥀🥀...


Like dan komentar nya dong, 😅😅

__ADS_1


Hayo yang baca ampe scroll akhir. Kasih rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dong.


...Makasih para pembaca ku yang udah setia ku...


__ADS_2