
...🥀🥀🥀...
"Apa? Yang benar kamu, Lu!" Noval beranjak dari duduk nya.
Tanpa pikir panjang lagi, Noval melangkah menuju lantai 2, di mana Layla berada dengan wajah tampak cemas, gelisah, panik menjadi satu.
Ada apa dengan mu, nak!
"Layla!"
Ke dua mata Noval membulat sempurna, mendapati Layla yang tersungkur di atas dingin nya lantai kamar mandi.
Noval menyelusuppp kan tangan nya di bawah leher Layla dan di bawah ke dua lutut Layla, membawa tubuh putri nya yang sudah di pastikan tidak lagi sadarkan diri ke luar dari kamar.
"Siapkan mobil, cepat!" titah Noval dengan suara yang menggelegar, dengan ke dua langkah kaki yang lebar.
"Yah! Layla kenapa?" tanya Sifanye dengan pura pura panik, berusaha menyamakan langkah kaki nya dengan sang suami.
Sifanye menatap tajam wajah Layla dengan bibir yang tampak pucattt, ini gimana cerita nya Layla bisa kaya gitu? Aduuuh mana itu anak pucattt banget muka nya... astagaaa buat berantakan pagi orang aja sih!
"Gak tau, ayah mau bawa Layla ke rumah sakit... biar dokter bisa memeriksakan kondisi Layla." ucap Noval dengan mengamati wajah Layla.
Batin Noval, kamu akan baik baik saja nak! Sabar ya sayang, ayah akan bawa kamu ke rumah sakit! Kamu pasti sembuh! Kamu pasti akan baik baik saja!
"Loh, Tuan... Nona kenapa Tuan?" tanya Jono yang panik begitu melihat Noval menggendong Layla.
"Gak usah banyak tanya, cepat Jon! Kita harus ke rumah sakit!" titah Noval
"Mama ikut, yah!" Sifanye langsung masuk ke dalam mobil, memangku kepala Layla di atas paha nya.
"Lulu ikut juga, yah!" pinta Lulu.
"Ngaur kamu, udah kamu sekolah aja. Paling juga kaka kamu ini gak kenapa napa, cuma kecapean karena kemaren habis keluyuran!" Sifanye sengaja berkata begitu, biar Noval mengurungkan niat nya untuk menjodohkan Layla dan Danu. Dan Sifanye akan punya kesempatan untuk menjodohkan Lulu dengan Danu.
"Mah! Jaga bicara kamu!" bantah Noval, yang kini sudah duduk di kursi depan, samping kemudi.
Sifanye menatap kesal Noval yang kini duduk di kursi depan, dan Layla secara bergantian. Lagi lagi, karena kau, aku di marahi ayah Noval! Dasar anak tiri tidak tau diri! Menyusahkan ku saja!
Dengan terpaksa, Lulu membiarkan ayah, mama nya pergi membawa Layla tanpa diri nya.
"Sialll banget sih gue... di rumah sendiri, pergi sekolah harus pake mobil antar jemput sekolah, sementara si Layla... ihsss bolos mulu itu anak dari sekolah." Lulu menghentakkan ke dua kaki nya, memasuki rumah dengan malas.
...---...
Di sekolah Pelita. Nampak sekolah yang sudah banyak berdatangan para siswa siswi, dengan di sertai para tenaga pengajar yang juga sudah berdatangan, ada yang langsung menuju ruang guru, ada juga yang langsung ke kantin sekolah sekedar untuk memesan sarapan, lalu meminta di antar ke ruang guru. Dan memakan nya di sana.
"Selamat pagi pak guru, makin ganteng aja nih kalo di perhatikan." celetuk Yuli, salah satu guru bahasa Inggris di sekolah itu.
__ADS_1
Danu hanya tersenyum tipis.
"Pak, ini saya tadi buat sarapan kebanyakan. Jadi dari pada mubazir, saya bawa aja buat bapak sarapan. Pasti bapak belum sarapan kan!" Yessi meletakkan kotak makan berbentuk hati, berwarna merah muda di atas meja Danu.
"Ehem ehem, cuma buat pak Danu aja nih, bu? Buat saya gak?" bibir mengerucut nampak di perlihatkan pak Widi.
Yessi tersenyum lebar saat menatap Danu, aku menyukai mu, pak Danu. Namun tersenyum sinis saat pandangan nya mengarah pada pak Widi, apa apaan sih pak Widi ini!
Pak Widi mengepalkan tangan nya, sialannn... gue yang udah lama ngincer, tapi malah dengan mudah bu Yessi terpikat sama pak Danu, yang cuma sekedar guru pengganti.
"Terimakasih, harus nya tidak usah repot repot." ucap Danu dengan datar.
"Aduh bu Yessi, pagi pagi toh ya jangan jadi kompor... kaya gak tau perasaan pak Widi aja sama sampean!" ujar pak Asep, dengan membenarkan letak kaca mata yang menengger pada batang hidung nya yang mancung ke dalam.
"Apa sih pak, jangan ikut ikutan deh! Kalo bapak mau, kan ibu kantin juga jual... tinggal pesan di kantin. Bukan begitu pak Danu?" ucap bu Yessi, meminta dukungan pada Danu akan perkataan nya, dengan senyum senyum sendiri.
Danu menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal, menatap kotak bekal yang ada di hadapan nya, situasi yang sangat tidak menguntungkan! Warna merah muda, tidak pantas untuk ku.
"Di habiskan ya, pak! Kalo bapak mau, besok saya bisa kok bawakan bekal sarapan untuk bapak lagi, bapak besok mau sarapan apa? Biar saya masakkan untuk bapak!" tawar bu Yessi dengan senyum mengembang, tatapan penuh harap.
"Tidak perlu, besok saya tidak ada kelas." tolak Danu.
"Owwh begitu ya, kalo begitu saya permisi pak." dengan wajah kecewa, bu Yessi kembali ke meja nya.
"Haduuuh bu Yessi, lama lama ini sekolah bukan lagi tempat untuk menuntut ilmu, tapi tempat untuk mencari jodoh!" gumam bu Rahma, salah satu guru yang mengisi pelajaran komputer.
"Ini, saya tidak berminat dengan ini!" Danu menyodorkan kotak makan itu pada pak Widi.
"Terima kasih! Saya pasti akan membalas kebaikan anda ini!" ucap pak Widi dengan malas.
"Ternyata anda cukup peka juga ya, dengan kode yang sudah saya berikan pada anda!" cicit Danu dengan tersenyum sinis lalu berlalu pergi.
"Phufff
"Selamat pagi!" ucap Danu dengan melangkah memasuki kelas 1 IPA dengan langkah yang ringan.
"Pagi pak!" ucap semua siswa dengan serempak.
Danu menatap tajam pada bangku kosong, bangku yang biasa Layla tempati selama ini. Kemana anak itu? Kenapa dia gak masuk?
Danu mengabsen semua nama nama murid nya yang ada di dalam kelas itu. Begitu ia menyebutkan nama Layla yang ada dalam daftar absensi kelas.
"Layla Khumaira!"
"Gak masuk pak!" seru Nina.
Danu mengangkat kepala nya, bertanya pada Nina. "Kenapa teman kamu itu? Apa dia mengabari mu?"
__ADS_1
"Belum sih pak, tapi kalo udah jam segini... pasti Layla gak bakal masuk. Saya hubungi nomor nya juga gak di jawab pak!" terang Nina.
"Apa di antara kalian ada yang tau, Layla kenapa tidak masuk kelas?" tanya Danu pada murid nya yang lain.
"Gak tau, pak!" cicit Irfan dengan mengangkat ke dua bahu nya.
"Kemaren itu anak baik baik aja, gak ada tanda tanda sakit. Masa iya Layla sakit sih!" gumam Mery.
"Iya juga sih!" timpal Nina.
"Alah pak, paling juga bolos... lagi jalan kali sama pacar nya pak!" ejek Sopur dengan wajah sinis.
"Fitnah itu lebih kejam dari nuduh!" sungut Deri, menatap tidak suka pada Sopur, ini anak nyari gara gara mulu. Salah apa sih Layla sama itu bocil.
"Sudah sudah! Kenapa jadi kalian yang berdebat, cepat ke luarkan buku LKS kalian, kerjakan halaman 35, jika sudah selesai... kalian bisa kumpulkan sekarang juga!" ujar Danu.
"Yah elah pak, selesai dari mana, tugas aja baru di kasih, kilat amat kita ngerjain itu tugas... langsung di kumpulin!" ledek Sofyan.
"Mungutin batu kerikil bae pak tugas nya, demenan itu buat Sopur ahahaha." ledek Nina.
"Sialannn lo, lo aja... lomba ngerayu pak Danu, pasti temen lo yang ke luar sebagai pemenang nya!" ejek Sopur, dengan ekor mata menatap tajam Danu, ayo pak, belain itu anak, dugaan gue pasti bener.
Pluk pluk pluk.
Danu mengetuk ngetuk meja nya dengan penghapus papan blackboard.
"Sudah sudah! Bapak bilang apa tadi... kerjakan tugas kalain, jika masih rusuh, bapak tambah tugas kalian!" ucap Danu dengan tegas.
"Huuuuiu gak asik nih guru, tampang doang cakep... ngasih tugas seabrek!" sungut Mita.
Danu menatap tajam Sopur, anak ini pasti terlibat... dengan kejadian Layla di bioskop beberapa hari yang lalu.
Danu mengetikkan pesan pada layar hape-nya. Lalu memgirimnya ke nomor Arsandi. Orang yang ia yakini, bisa menemukan apa yang ia cari.
^^^Bagaimana pun caranya, kau harus dapatkan CCTV yang ada di bioskop C21, pada hari Jum'at lalu! Kabari aku jika kau menemukan apa yang aku cari!^^^
"Gampang bos!" balas Arsandi.
Dring dring dring.
Bersambung...
...🥀🥀🥀...
Menuangkan segala ke haluan lewat kata. Dari kata menjadi kalimat. Dari kalimat yang terangkai menjadi sebuah karya 😅😅😅
...Jangan lupa tinggalin jejak, like, rate 😅 komen dah kalo perlu....
__ADS_1
...Makasih yooo ☺️☺️...