Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Propokator


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


"Pilihan kamu itu terlalu terbuka bagian punggung nya! Kamu pake gaun pernikahan bukan untuk memamerkan punggung indah kamu buat tamu, tapi hanya untuk aku, La! Suami kamu!" cicit Danu, tangan kanan nya terulur mengelusss pipi Layla.


Blur.


Ke dua pipi Layla merona.


"Jadi kalian sudah putuskan, mau gaun mana yang akan Layla kenakan?" tanya Dena yang mengagetkan ke dua nya.


Danu dan Layla sama sama menoleh ke belakang, melihat ke arah Dena dengan senyum mengembang.


"Taaa! Dita!" Dena berseru memanggil sang asisten nya, membantu Layla untuk mencoba gaun pengantin yang sudah di pilih Danu.


Beberapa menit kemudian, Danu memilih berdiri di depan tirai yang menjadi penghalang, Dena memilih duduk di sofa, sambil mencatat apa saja yang di perlukan untuk acara Danu dan Layla.


Sementara di balik tirai, ruang pas untuk mencoba gaun. Layla berdiri dengan anggun, setelah di bantu Dita untuk mengenakan gaun pengantin yang akan ia kenakan.


"Cantik!" satu kata meluncur bebas dari bibir Danu, saat Layla muncul di balik tirai yang di buka oleh sang asisten Dena, Dita.


"Gimana? Aku cantik gak, tan? Dan?" tanya Layla dengan menoleh Dena dan Danu secara bergantian.


"Pasti cantik lah, Non! Setiap wanita yang akan menikah itu pasti cantik, mereka akan memancar kan aura nya sendiri. Ibarat kata, make up itu pelengkap deh." celetuk Dita.


Tanpa sadar, Danu berjalan mendekat ke arah Layla. Menggenggammm ke dua tangan Layla.


"Kita pulang aja, yuk! Nikah sekarang juga!" celetuk Danu dengan berbisik di telinga Layla.


Layla membola, ia menganga saking terkejut nya dengan perkataan Danu.


Danu berkata dengan datar, menghilangkan kecanggungan nya di depan Layla.


"Aku cuma bercanda! Kamu ini terlalu di anggap serius perkataan ku! Sudah sana, cepat ganti baju mu! Masih ada yang harus aku bicarakan dengan tante Dena!" Danu mengelusss pucuk kepala Layla, lalu berlalu menghampiri Dena.

__ADS_1


Layla menghentakkan ke dua kaki nya, bersungut dengan menatap jengkel Danu.


"Benar benar menyebalkan!"


Dita menahan tawa, melihat pasangan yang akan menikah dalam hitungan hari itu. Kapan ya aku nikah, sayang nya aku belum ketemu calon imam ku! Jadi lah aku jomblo ngenes. Sedangkan Nona Layla, masih berstatus kan pelajar aja udah dapet jodoh, hiks hiks hiks, jodoh mak, cepet dateng!


...---...


Layla merebahkan tubuh nya di atas kasur, setelah usai mengerjakan pekerjaan rumah nya.


"La! Gue perhatiin belakangan ini lo jarang banget ada di rumah. Ke mana aja lo, La?" tanya Lulu yang kini mendudukkan diri nya di kasur Layla.


"Ngerjain tugas kelompok, ka Danu ngajak aku buat ngurus pernikahan, sesekali aku juga ke kantor nya ka Danu." terang Layla.


"Ooowwwh, enak ya... punya calon suami anak orang kaya, pengusaha juga lagi calon suami lo! Tapi apa lo gak takut, bisa aja kan pernikahan kalian itu bakal gagal, pisah gitu misal nya! Secara orang tua lo kan pisah." ucap Lulu bak kompor yang sedang menyalakan api di hati Layla.


"Maksud kamu ngomong gitu, apa Lu?" tanya Layla dengan nada datar, memutar dengan malas bola mata nya.


Layla membuang nafas nya dengan perlahan, sabar Layla. Lulu itu ibarat kompor meleduk, apa yang di ucapin, jangan sampe mancing emosi lo, mancing keraguan di hati lo buat pernikahan lo sama Danu. Kalo bahasa keren nya itu, Lulu lagi jadi propokator buat hubungan lo sama Danu.


Lulu menyeringai, mampusss lo, makan tuh omongan gue, lo telen deh tuh mentah mentah perkataan gue, kalo udah begitu kan tinggal gue yakinin Danu... buat nikah sama gue aja, pasti lah Danu mau nunggu gue sampe usia gue pantes buat nikah sama dia.


"Ooo gitu ya! Hoooamm!" Layla menguap, lalu memeluk bantal guling, dan memejamkan ke dua mata nya.


Dalam keadaan ke dua mata yang terpejam, Layla bergumam dalam hati. Dari pada ambil pusing, mending tinggal tidur aja lah, ketawan menjelajahi alam mimpi, hihihi.


Sementara di tempat lain.


Danu yang sudah berusaha keras untuk memejamkan ke dua mata nya, hanya bisa mendengus kesal, lantaran ke dua mata nya yang tidak bisa di ajak kompromi.


Ia sudah berbalik badan, dari kiri ke kanan, dari kanan ke kiri, dan akhir nya ia hanya bertelentang dengan ke dua tangan yang ia rentangkan ke kiri dan kanan.


"Astaga! Kenapa wajah nya yang tersenyum, tersipu malu, selalu terlintas di mata ku! Ada apa dengan ku ya Tuhan!" gumam Danu, kini tangan kanan nya terulur, bak menyentuh angin.

__ADS_1


Detik berikut nya tangan yang terulur, menyentuh angin itu terjatuh. Dengan ke dua mata yang terpejam, sudut bibir yang tertarik ke atas.


Di sebuah kamar kost yang terbilang mewah dengan beberapa fasilitas, sepasang muda mudi tengah bergulattt di atas ranjang yang empuk, dengan dingin nya pendingin ruangan, tidak menyurutkan gairahhh api cinta yang menggelora. Di tambah lagi dengan pengaruh alkohol yang ke dua nya cicipi sebelum melakukan hal yang tidak seharus nya terjadi.


Sudah beberapa kali ke dua nya terbang dan terbuai dalam permainan ke dua nya. Berkali kali pula sang wanita dan pria sudah melalui masa pelepasan.


"Kau sungguh membuat junior ku tidak ingin berhenti, sayang!" ucap Nugi dengan terus memaju mundurkan pinggul nya, menatap Sopur dengan tatapan penuh nafsuuu.


"Kau jangan menggoda ku, ka Nugi! Aku ini memang ahli nya dalam hal ranjang, apa kau baru menyadari nya? Hem!" cicit Sopur dengan di selingi desahannn, dan lenguhannn yang lolos begitu saja, dari bibir nya yang tipis dengan pewarna merah cabe.


"Iya iya, kau ini memang gak bisa di ragukan lagi soal ranjang, apa lagi jika di lihat dari jam terbang mu kan! Kau terbilang berpengalaman." ucap Nugi dengan sinis.


Berbeda dengan Layla! Aku yakin, bocah itu pasti belum terjamah tangan pria, bahkan dari cara nya menatap ku, semakin membuat ku bernafsuuu untuk mencicipi manis madu nya! monolog batin Nugi.


Cetek cetek.


Dari luar kamar kost Nugi, ada beberapa orang yang mencoba untuk membuka gagang pintu kamar kost dengan paksa.


"Woy, buka pintu nya woy!" suara seruan pria dan wanita terdengar dari luar.


Namun sayang nya, untuk pasangan yang tengah di mabuk gairahhh itu sama sekali tidak mendengar nya. Karena ke dua nya kini sudah teparrr di atas ranjang dengan tubuh polos, karena kelelahan.


Brak.


Pintu kost, berhasil di buka dengan cara di dobrak dari luar oleh 2 orang pemuda berbadan besar.


Bersambung...


...🥀🥀🥀...


Menuangkan segala ke haluan lewat kata. Dari kata menjadi kalimat. Dari kalimat yang terangkai menjadi sebuah karya 😅😅😅


...Jangan lupa tinggalin jejak, like, rate 😅 komen dah kalo perlu....

__ADS_1


...Makasih yooo ☺️☺️...


__ADS_2