
...🥀🥀🥀...
"Bioskop, nonton yuk ka!! seru Layla gak sabaran.
"Boleh juga. Mau nonton film apa?" tanya Danu, dengan tatapan mengarah pada antrian loket tiket.
"Yang romantis, boleh ka. Horor aja deh ka!" ucap Layla meralat perkataan nya.
"A- apa? Horor? Yang benar aja La! Mending yang romantis aja ya sayang!" bujuk Danu.
"Gak mau, mau yang horor ka, itu lebih seru." ucap Layla dengan tatapan menginginkan.
"Iya udah, tunggu sini. Biar aku yang beli kan tiket nya." ucap Danu, meminta Layla menunggu di cafe yang berada di area bioskop.
Grap.
Baru 2 langkah, Layla menggenggammm pergelangan tangan Danu. Membuat pria itu menghentikan langkah nya.
"Ada apa lagi sayang?" tanya Danu lembut.
"Aku ikut antri ya! Aku gak mau tunggu di sini!" pinta Layla.
"Iya udah, ayo!!" Danu dan Elis mengantri, dengan jemari yang saling bertautannn erat.
"Malu gak ka?" tanya Layla dengan berbisik di telinga Danu, dengan kaki yang berjinjit.
Danu menoleh ke arah nya. "Malu karena apa?" tanya Danu bingung.
"Jalan sama bocil!" seru Layla.
__ADS_1
"Kenapa harus malu? Bocil ini juga istri ku!" Danu merangkul bahu Layla dengan cuek.
"Kali gitu___"
"Ssttt gak usah di lanjut." Danu menempelkan jari telunjuk nya di depan bibir Layla.
Kini 2 tiket sudah di tangan.
"Ayo kita masuk, 10 menit lagi film di mulai!" ajak Danu, dengan jemari yang saling bertautannn.
"Tunggu! Ada yang ketinggalan ka!" Layla enggan melangkah, membuat langkah Danu tertahannn.
"Ada apa lagi? Apa ada yang ketinggalan? Apa kamu urung nonton horor?" tanya Danu dengan wajah serius.
Layla hanya menggeleng. "Bukan itu, itu semua pikiran ka Danu palingan!
"Tau aja kamu sayang! Jadi apa lagi?" tanya Danu dengan sabar.
"Kamu mau aku kaya gitu, La?" tanya Danu ragu.
Layla membuang nafas kasar. "Bukan kaya gitu isssh ka Danu mah!" Layla mencubittt gemasss pinggang Danu.
Kreek.
"Aawwhhh sayang" pekik Danu dengan menggeliettt.
"Kirain aku, kamu ingin aku berpenampilan seperti pria itu sayang!" jelas Danu, mencari alasan.
"Gak ah masa kaya gitu, penampilan kaka jangan di rubah. Gini udah keren." ucap Layla jujur.
__ADS_1
"Yakin? Kamu gak malu punya pacar tuwir kaya aku ini?" goda Danu dengan menjawil hidung Layla.
Sreek.
Layla menepis tangan Danu. "Apa sih, gak lucu deh. Aku mau popcorn sama minum nya ka, buat! di dalam." pinta Layla.
Tatapan Layla menunjuk pada sepasang kekasih yang tengah berdiri di antrian masuk gedung bioskop.
Danu menghembuskan nafas kasar. "Aku belikan, kamu tunggu di sini.
Di dalam gedung bioskop dengan lampu yang kini padam. Hanya menyisakan sinar lampu dari layar.
Dengan santai nya Layla dan Danu duduk di kursi sesuai dengan nomor yang tertera di tiket masuk.
"Hehehe kaaaa Danu, awas ya... kalo setannn nya muncul.. kaka teriak di telinga aku!" goda Layla, dengan menyikut lengan Danu, tatapan nya tertuju pada layar.
"Aku ____" ucap Danu, langsung d potong Layla.
"Aku bakal tawain kaka ahahaha! Awas ya, pipis di celana hehehe." Layla tergelak membayangkan Danu berteriak, ketakutan, memeluk nya dengan ke dua tangan melingkar
di perut Layla.
Danu menggelengkan kepala nya. 'Ini bocah demen banget ngeledekin gwe, awas ya!' batin Danu.
"Aaakkkkkk sereeeem!"
Bersambung...
Like dan komentar nya dong, 😅😅
__ADS_1
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...