
...🥀🥀🥀...
"Jadi begini La, bapak dan ibu udah aku percayai untuk mengelola rumah makan milik mu, gak apa apa kan? Lagi pula, setelah rumah makan itu di kelola bapak dan ibu, pengunjung makin ramai." jelas Danu, dengan senyum tanpa dosa.
"Sejak kapan aku punya rumah makan, ka?" tanya Layla dengan kening mengkerut.
"3 bulan setelah kita menikah, aku langsung mendirikan sebuah rumah makan, di bantu Arsandi dan sekarang di kelola ibu dan bapak." jelas Danu.
"Tau gak ka, nama rumah makan nya apa?" tanya Dea dengan mengadahkan wajah nya, menatap Layla dengan menggerakkan satu alis nya.
"Apa?" tanya Layla.
"Rumah Cinta Layla, itu ka Danu loh yang kasih nama." ujar Dea dengan kerlingan mata pada Danu.
"Rumah Cinta Layla?" Layla mengulang nama rumah makan nya itu, lalu menatap Danu penuh selidik.
"I- iya karena aku cinta kamu, jadi rumah makan cinta Layla." Danu menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"Kamu cepet sembuh ya La, biar bisa lihat langsung gimana rame nya rumah makan kamu itu!" ujar Tati, menggenggammm jemari Layla.
__ADS_1
Layla menganggukkan kepala nya. 'Aku senang melihat ibu, bapak dan Dea bahagia... bukan aku aja yang merasa bahagia dan bersyukur dengan pernikahan ku dan ka Danu. Ada keluarga kecil ibu juga. Semoga ayah dan mama Sifanye merasakan hal yang sama.' batin Layla penuh harap.
'Mungkin ini waktu yang tepat untuk aku meminta maaf sama Layla. Atas kesalahan ku pada anak ini!' batin Yanto.
Tanpa Layla sadari, kini Yanto sudah berdiri di depan Layla, menggenggammm jemari sang putri yang selama ini sering ia sakiti baik lewat perkataan dan ringan tangan nya.
"Makasih ya sayang, maafin bapak ... selama ini bapak kurang tulus menyayangi mu, selama ini bapak pilih kasih sama kamu dan Dea.... maafin bapak, bapak belom bisa jadi bapak yang baik dan berguna buat kamu, La." ucap Yanto dengan tulus.
Ke dua mata Layla kian memanas, hati nya bersorak senang mendengar apa yang selama ini ia tunggu, ternyata keras nya batu dalam hati bapak nya kini bisa mencair juga.
"Tanpa bapak minta maaf, Layla udah maafin. Layla gak pernah anggap bapak pilih kasih, Layla anggap itu pelajaran buat Layla sendiri biar bisa bersikap adil kelak." ucap Layla dengan tulus tanpa kebohongan di mata nya.
Layla memeluk ke dua orang tua nya, Yanto dan Tati dengan bulir bening yang menerobosss tanpa permisi ke luar dengan deras, tangis Layla pecah.
Dea ikut berhambur pada ke tiga nya.
"Maafin aku ya, La... aku belum bisa jadi adik yang baik. Aku kadang sengaja buat kamu di marahin bapak sama ibu. Maaf ya ka!" ucap Dea di sela isak tangis nya.
"Iya, aku udah tau itu! Aku juga minta maaf ya Dea, belum bisa nemenin kamu main, aku sibuk sendiri sana pelajaran aku, sampe buat kamu marah dan kesepian gak ada teman main." ucap Layla dengan sesenggukan.
__ADS_1
Ada perasaan lega dan plong, sudah mengatakan apa yang ingin ia katakan sejak dulu.
Danu membuang nafas lega, senyum terukir di bibir nya.
'Alhamdulilah aku bisa liat kamu bahagia sama ibu dan bapak, La. Ini kan yang selama ini kamu tunggu.' batin Danu.
"Adem banget ngeliet keluarga yang utuh bisa bahagia kaya gini! Jadi iri, apa boleh Danu ikut gabung?" tanya Danu dengan senyum sok cool.
Bersambung...
...🥀🥀🥀...
Berawal dari kehaluan, dengan jemari tangan menari nari di atas papan ketik. Jadi lah tulisan.
Yuk komen yuk! Biar tambah semangat buat update 🤭 nya.
...💖💖💖...
...Kehaluan semata...
__ADS_1