
...🥀🥀🥀...
"Gak jadi Ar, cari klinik terdekat aja!" titah Danu berubah pikiran.
"Iya Tuan."
"Gak jelas banget sih jadi orang!" sungut Layla, menyandarkan punggung nya pada sandaran kursi, menumpukan kepala nya pada tangan yang menopang pada jendela mobil.
Danu mengerutkan kening nya, tangan kanan nya terulur dan menempel di kening Layla.
"Normal ko!" ucap Danu dengan heran.
"Ihs lo tuh! Apaan sih pake pegang pegang segala!" Layla menepis tangan Danu dari kening nya.
Danu menatap tajam Layla, seolah sadar dengan kesalahan nya. Layla langsung minta maaf sama Danu. Dari pada ujung ujung nya kena ceramah Danu.
"Maaf maaf, keceplosan ngomong lo, kaka Danu!" ucap Layla dengan suara yang di buat manja, dengan menampilkan sederet gigi putih nya.
"Jangan bilang, tadi kamu pura pura mual, La?" tebak Danu, menunjuk Layla dengan jari telunjuk tangan kanan nya.
Layla cengengesan. "Hehehe maaf, tapi tebakan kamu itu, bener banget ka Danu!" ucap Layla tanpa dosa.
Danu memijat pangkal hidung nya yang mancung ke luar. "Astagaaa Layla, kau hampir saja membuat jantung ku hampir copot, dan sekarang kau bilang tadi hanya pura pura! Di mana pikiran mu, Layla!" Danu tidak habis pikir dengan pola pikir Layla.
Arsandi melirik sepintas Nona Muda nya, lalu menahan tawa, ahahaha dasar Tuan Muda Danu, kita ini seumuran, tapi kau tidak mengerti istri mu. Sudah jelas jelas istri mu itu tidak suka melihat mu dekat dengan Aleta.
Danu menyandarkan punggung nya pada sandaran kursi. "Kau kenapa Arsandi? Kau mentertawakan ku? Benar begitu hem?" Danu menatap tidak suka pada Arsandi lewat kaca spion mobil, Arsandi kedapatan mentertawakan Danu dalam diam.
"Saya tidak berani Tuan, maksud saya... saya tidak mungkin berani mentertawakan anda Tuan Muda." ralat Arsandi.
"Aku melihat mu lewat kaca spion mobil, jangan bohong pada ku... Arsandi! Apa yang kau tertawakan dari ku? Jawab sebagai jujur!" tanya Danu dengan menuntut.
"Apa sih ka, udah deh biarin aja bang Arsandi fokus nyetir. Gak usah di tanya tanya! Udah kaya lagi wawancara kerja aja, pake di tanya tanya." celetuk Layla.
"Kau membela nya? Bukan membela ku?" Danu bertanya pada Layla dengan tatapan menyelidik.
__ADS_1
"Emang bener kan? Kaka gak nyadar? Ihs susah ya kalo ngomong sama orang yang lebih tua, pemikiran nya gak nyampe sama anak muda!" ledek Layla dengan gelengan kepala.
"Layla!" seru Danu dengan tegas.
"Apa? Mau ngajak ribut? Ayo!" Layla menegakkan duduk nya, menggulung lengan baju nya hingga naik sedikit, lalu bertulak pinggang, menantang Danu.
"Jelas aku berani, kau yang menantang ku lebih dulu!" Danu menatap Layla dengan tajam.
"Ehem ehem ehem, maaf Nona, Tuan, jadi kita mau langsung ke mana dulu?" tanya Arsandi, memecah ketegangan di antara ke dua nya.
"Klinik!" seru Danu.
"Rumah sakit!" seru Layla.
Ciiiit.
Arsandi menepikan mobil yang ia kemudikan di tepi jalan.
"Kenapa berhenti? Kita kan belum sampai!" tanya Danu dengan tatapan heran.
"Bang Arsandi mau terjun ke sawah? Manen sawah gitu? Alih profesi ya bang?" cecar Layla dengan pertanyaan nya yang absrud.
"Klinik atau rumah sakit? Lebih baik kalian fikirkan dulu. Baru aku akan kembali melanjutkan perjalanan!" ucap Arsandi dengan santai.
Arsandi kembali membenarkan duduk nya pada posisi semula. Menyandarkan punggung nya pada sandaran kursi.
Arsandi bersiul, memainkan siulan nya, dengan ekor mata yang melirik ke arah kaca spion. Menunggu jawaban apa yang akan di berikan Tuan nya.
"Kita ke rumah sakit aja, ka! Udah tunggu apa lagi, ayo lanjutin bang Ar!" ucap Layla setelah melirik sekilas pada Danu, menyuruh Arsandi memuju rumah sakit.
Danu tampak masih berfikir, dengan kerutan yang nampak di kening nya.
Aku iya kan saja ya! Tapi setelah sampai di rumah sakit, aku akan langsung membawa Layla ke UGD, meminta dokter untuk memeriksa kan kondisi nya! Aku masih curiga, jangan jangan Layla beneran sakit tapi pura pura bersikap baik baik saja di depan ku dan Arsandi.
Klik.
__ADS_1
Layla menjentikkan jemari nya di depan wajah Danu. Membuat Danu tersadar dari lamunan nya.
"Di ajak ngomong malah dia ngelamun! Tau gak ka, ayam tetangga ku, baru beberapa hari yang lalu mati lo... gara gara ngelamunin anak gadis orang. ucap Layla sedikit membual, dengan menahan tawa.
"Siapa bilang aku melamun? Hem!" tanya Danu dengan mengangkat wajah nya sedikit.
"Ihs menyebalkan, ayam tetangga aku yang mati!" sungut Layla.
Danu menatap nyalang Arsandi. "Kau tunggu apa lagi! Cepat jalan kan mobil nya! Kita ke rumah sakit!" titah Danu dengan datar.
"Gitu kek dari tadi! Ngalah aja susah banget!" sungut Layla.
Arsandi kembali melajukan kembali mobil nya, menyatu dengan kendaraan lain yang berada di jalan.
"Yang tadi itu mantan pacar kamu ya, ka? Cantik juga!" ledek Layla dengan sinis, ke dua tangan nya menyilang di depan dada.
"Iya, dia mantan pacar ku... tapi sekarang kami hanya berteman." terang Danu.
"Owwwh teman, gak niat buat balikan? Toh Aleta masih sayang banget tuh kaya nya, kalo di liet pakeeee..."
Layla menggantung perkataan nya, membuat Danu penasaran dan akhir nya bertanya.
"Pakeeee apa?" tanya Danu dengan tatapan penuh tanya.
"Pake hati ya, Nona?" tebak Arsandi yang ikut kepo, menjawab sekena nya.
"Enak aja kalo ngomong! Pake duit lah!" sungut Layla.
"Lalu apa yang membuat mu yakin jika Aleta cantik, jika menggunakan apa?" tanya Danu lagi dengan penuh selidik.
"Pake ujung sedotan lah, ahahaha!" tawa Layla pecah, melihat Danu dan Arsandi tampak menganga, mendengar jawaban yang ia berikan.
"Laylaaaa!"
Bersambung...
__ADS_1
...🥀🥀🥀...
Menuangkan segala ke haluan lewat kata. Dari kata menjadi kalimat. Dari kalimat yang terangkai menjadi sebuah karya 😅😅😅