
...🥀🥀🥀...
Dugh.
Prang.
Saking semangat nya Danu melihat Layla mulai menanggalkan pakaian nya satu persatu, membuat Danu melemparkannn ke sembarang arah celana yang baru aja ia lepasss, hingga tanpa ia sadari mendarat di vas bunga yang ada di atas meja kecil lalu membuat nya terjatuh, dan vas itu pecah di atas lantai.
Layla memiringkan kepala nya, melihat apa yang pecah. "Ka Danu! Vas nya pecah!" seru Layla, menunjuk ke arah vas bunga yang gak lagi berbentuk.
"Gak apa, baru vas bunga. Belum lagi yang lain nya kalo kau terus mengulur waktu La, hayo lah La! Aku bantu aja ya!" seru Danu, dengan tatapan gak lepasss dari seonggok daging yang menyembul padat pada kain berenda.
"Ihsss gitu dia mah! Nanti ka danu oake kemeja mana? Itu kan pasti kena pecahan vas nya ka!" gerutu Layla dengan bibir mengerucut, masih aja memperhatikan vas yang berkeping keping.
Sreeek.
Danu yang merangkak naik ke atas ranjang, langsung menarikkk kaki Layla.
Dugh.
Membuat Layla jatuh terlentang dengan Danu yang langsung mengukunggg di atas tubuh Layla.
"Akkhhhh! Ka Danu! A- ummmpppphhh!" Layla gak bisa lagi berkata selain menerima serangan Danu di bibir nya.
Yang awal nya ingin bernain selama satu jam, membuat Danu urung dan terus saja menggempurr Layla. Meski Layla sudah merasa lelah, Danu seakan menggila dengan ambisi nya yang ingin Layla segera mengandung benihhh cinta nya.
Danu membalikkan tubuh Layla, membenammm kan kembali senjata nya ke dalam milik Layla. Memberikan kenikmatannn dengan kecupannn dan tanda kepemilikan di punggung sang istri, dengan hentakan hentakan yang semakin cepat Danu mainkan.
"Ahhh kaaa pelan, udah ka tapi enak!" racau Layla dengan menggeliattt, menikmati sentuhann yang di berikan Danu.
Entah sudah berapa kali Danu dan Layla mengalami pelepasannn, hingga ke dua nya ambruk dengan Layla yang langsung terlelap di bawah selimut.
Cup.
"Tidur lah, tubuh mu butuh istirahat. Ku beri kau waktu untuk tidur sejenak La!" Danu menyelimuti tubuh Layla, yang sebelum nya sudah ia bersihkan area sensitif Layla dengan handuk yang ia rendam dengan air hangat.
Danu mengguyur tubuh nya di bawah air shower, seakan dinginkan air dapat membawa rasa lelah nya yang berganti dengan semangat baru.
Sementara di luar ruang kebesaran Danu.
Bugh.
Angel mendaratkan kepalan tangan nya di atas meja kerja nya.
__ADS_1
"Sialannn, mau berapa lama lagi sih, mereka berdua bercinta? Gak bisa bedain apa, ini tuh kantor bukan rumah, bukan pula hotel yang bisa di jadikan tempat maksiat!" gerutu Angel, wanita berparas cantik yang baru 2 hari menyandang sekretaris Danu.
Angel membuang nafas nya dengan kasar, berusaha menenangkan hati nya sendiri.
'Sabar Angel, bukan cuma jabatan sekretaris yang lo incar. Jadi lo harus bersabar lebih lama lagi, lebih banyak lagi biar Danu bisa jatuh ke dalam pelukan lo! Lawan lu itu cuma bocah baru gede, masih gede dan berisi milik gue ketimbang milik nya.' batin Angel, menatap si kembar milik nya yang tampak padat.
Danu melangkah ke luar dari ruang pribadi nya, ia juga gak lupa menyiapkan baju ganti untuk Layla yang ia letakkan di tepian ranjang.
Danu menyugarrr rambut nya yang tampak masih sedikit basahhh dengan tangan kiri nya. Sementara tangan kanan nya menekan tombol deal pada benda pipih nya.
[ "Hei Arsandi! Masih betah kau berada di villa?" ] tanya Danu dingin, setelah panggilan nya di jawab oleh Arsandi.
^^^"Aku masih butuh beberapa hari lagi, Tuan. Sebelum akhir nya terikat kembali dengan pekerjaan dari mu!" terdengar suara Arsandi yang tampak bersemangat.^^^
[ "Ahahaha baik lah, tapi ingat. Setelah kembali, prioritas mu adalah bekerja untuk ku! Istri mu nomor 2." ] goda Danu dengan suara yang lebih manusiawi.
^^^"Jangan jahat begitu lah Tuan, kau lupa, aku ini sekarang adik ipar mu, bukan hanya asisten mu!" Arsandi mengingtakan status nya kini yang telah bertambah.^^^
[ "Iya iya iya, mana Mery? Apa kau buat adik ku itu kelelahan?" ] tanya sekaligus tuduhan Danu layangkan untuk Arsandi.
^^^"Yah kalo aku tidak membuat nya lelah, apa guna nya honeymoon kaka ipar."^^^
[ "Wah wah wah wah, aku suka dengan sebutan baru mu yang satu itu, kaka ipar. Sudah lah, ingat jangan terlalu memaksakan diri mu pada Mery!" ] seru Danu, mengingatkan Arsandi.
Danu langsung memutuskan sambungan telepon nya dengan wajah yang sulit di artikan.
"Berani nya dia memburui ku! Dasar Arsandi gila!" sungut Danu dengan memangku ke dua tangan di atas meja kerja nya.
Danu melanjutkan pekerjaan nya yang sempat tertunda.
Ceklek.
Tak tak tak.
Danu menoleh dengan sorot mata tajam, pintu ruang kerja nya di buka lalu di masuki seseorang, tanpa mengetuk dan izin dari nya lebih dulu.
"Apa kau lupa tatak ramah mu sebagai seorang sekretaris, Angel?" tanya Danu dengan datar, fokus kembali pada layar monitor laptop yang ada di hadapan nya.
"Maaf Tuan, saya pikir Tuan masih bercinta dengan Nona Muda di dalam kamar pribadi Tuan." ucap Angel dengan jujur, dengan suara yang di buat manja.
"Apa kau sudah bosan dengan pekerjaan mu Angel?" tanya Danu dengan sorot mata tajam.
'Sialannn nih sekretaris, baru beberapa hari kerja, sudah berani menunjukkan sikap gak sopan nya! Gak bisa di biarin!' batin Danu dengan dada yang naik turun, siap mengambil keputusan untuk Angel.
__ADS_1
Tak tak tak.
Angel mempercepat langkah kaki nya, berdiri di belakang kursi yang tengah Danu duduki. Dengan gak tau malu nya, Angel mencondong kan tubuh nya dengan tangan nakalll Angel yang bergerak liarrr di lengan kekar Danu.
Di balik pakaian yang pas body di tubuh Angel, seonggok daging kembar yang menggantunggg. Sengaja Angel rapatkan hingga menyentuhhh bahu atas Danu.
"Jangan galak galak Tuan, mumpung Nona masih terlelap di dalam sana, saya yakin bisa menuntaskan hasrattt Tuan yang tersisa. Saya jamin Tuan, permainan saya jauh lebih hottt dari permainan Nona." ucap Angel di telinga Danu.
Danu menarik nafas nya dengan kasar, lalu membuang nya dengan kasar pula.
Angel menghirup wangi rambut Danu yang tampak segar di indra penciuman nya.
"Tuan, saya sudah lama menanti hari ini. Tuan berani bercinta dengan Nona di kantor, itu arti nya Tuan juga berani bercinta dengan wanita lain di kantor." ucap Angel, dengan menarikkk kesimpulan sendiri.
Danu memejam kan ke dua mata nya, 'Aku harus melakukan nya!' batin Danu dengan mengepalkan tangan nya.
"Tuan, sentuh saya sesuka hati Tuan! Saya tidak minta Tuan untuk menikahi saya!" ucap Angel di telinga Danu.
'Dasar jalanggg!' umpat batin Danu.
Sreeek.
Dugh.
Danu beranjak dari duduk nya, gerakan Danu yang di luar dugaan Angel, membuat kepala nya tertubruk dengan punggung Danu yang teras.
"Awwhhh!" pekik Angel memegangi kening nya.
Dengan tatapan tajam, wajah memerah menahannn amarah, Danu menunjuk ke arah pintu dengan jari telunjuk nya.
"Sekarang juga! Pergi ka---" perkataan Danu menggantung.
Ceklek.
Danu dan Angel menatap ke arah asal suara pintu yang hendak terbuka.
...🥀🥀🥀...
Bersambung...
...Kehaluan semata...
⭐⭐⭐⭐⭐ kalo mau update banyak 🤸🏼♀️🤸🏼♀️🤸🏼♀️🤸🏼♀️
__ADS_1