Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Malah ngelawak


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


Acara makan makan pun tetap berlanjut di rumah Layla dan Danu, meski tanpa kehadiran Noval.


"Gimana? Di jawab gak?" tanya Baskoro, melihat Danu yang sejak tadi mencoba menghubungi nomor sahabat nya itu, Noval.


"Dari tadi gak di jawab pah, tapi sekarang nomor nya gak bisa di hubungi." jelas Danu dengan gelengan kepala.


"Papa yakin, Noval pasti sedang dalam masalah, gak mau di ganggu jadi hape nya di matiin. Tapi masalah apa ya?" ujar papa Baskoro panjang kali lebar.


"Seyakin itu pah?" tanya Danu dengan nada meremehkan.


"Yakin lah, papa ini jauh lebih mengenal Noval di banding kamu sendiri!" sungut papa Baskoro dengan suara yang ngegas.


"Santai pah! Jangan pake urat." goda Danu.


Danu dan papa Baskoro kini sedang berada di tepian kolam renang, mengamati Layla, Yanto, Tati dan Dea yang sedang membuat barberkiyu dengan di temani koki Adi dan sang asisten.


"Ehem, ka Danu sama papa lagi coba hubungin siapa? Aku dari tadi ngelietin loh! Kaya nya sibuk banget." tanya Layla, yang entah sejak kapan kini sudah berdiri di belakang ke dua nya.


"La- Layla! Ka- kamu ngapain ke sini? Udah sana panggangin aku sosis, buatan kamu pasti enak." ujar Danu, yang langsung merengkuh bahu Layla dengan suara yang gugup.


"Aku bukan anak kecil ka, katakan pada ku... apa yang kalian coba sembunyikan dari ku?" Layla menyingkirkan tangan Danu dari bahu nya.


"Papa lagi minta Danu buat hubungin ayah kamu, La... kurang lengkap kan tanpa kehadiran ayah Noval, mama Sifanye dan Lulu! Bukan begitu, anak nakal!" ujar papa Baskoro, mencoba menjelaskan pada Layla, dan meminta di benarkan oleh Danu.


"Iya sayang, apa yang di katakan papa itu benar." timpal Danu.


"Ayah bisa di hubungin?" tanya Layla penuh selidik.


Danu menggeleng, sebagai jawaban tidak.


Layla merogoh saku dress selutut yang tengah ia kenakan, lalu mengeluarkan benda pipih nya dan mendiel nomor seseorang, yang gak ada dalam pikiran Danu dan papa Baskoro.


"Siapa yang coba Layla hubungi?" tanya papa Baskoro, dengan suara yang pelan.

__ADS_1


Danu mengerdikkan bahu nya. "Danu gak tau pah! Apa ayah Noval punya nomor lain, dan yang tau hanya Layla." pikir Danu.


"Bisa jadi!" papa Baskoro ikut menebak.


[ "Assalamualaikum pak Jono, bapak lagi sama ayah gak?" ] tanya Layla, begitu sambungan telpon nya terhubung.


^^^"Waalaikum salam neng, aduh bapak bingung jawab nya neng."^^^


[ "Kenapa bingung pak? Bapak sama ayah lagi barengan gak? Ka Danu dari tadi telpon ayah, tapi gak di jawab sama ayah." ]


^^^"Mungkin hape Tuan habis daya neng. Sekarang bapak sama Tuan lagi di rumah sakit. Atuh nanti bapak kabarin lagi ya neng, bapak lagi riweh ini." ujar pak Jono dengan suara yang tergesa gesa.^^^


[ "Siapa yang sakit pak? Ayah atau mama? Apa Lulu?" ] tanya Layla dengan panik, mendengar pak Jono ada di rumah sakit.


Bugh.


Ke dua lutut Layla seakan tidak bertulang dan lemas, hingga membuat nya jatuh terduduk.


Danu mengambil alih hape Layla, dengan Layla yang bersandar pada bahu Danu.


[ "Pak, di rumah sakit mana?" ] tanya Danu yang kini mengambil alih benda pipih Layla, menatap cemas wajah Layla.


^^^"Rumah sakit Citra, Den."^^^


[ "Saya menyusul ke sana." ]


Danu langsung memutuskan sambungan telepon nya, tanpa memberikan kesempatan untuk pak Jono bicara.


"Apa kata nya?" tanya papa Baskoro dengan cemas.


"Danu, Layla kenapa?" tanya bu Tati yang kini sudah berada di samping Layla, mengelusss puncak kepala Layla.


"Layla sakit? Pusing lagi? Atau mual?" tebak bapak Yanto dengan muka teganggg nya.


Prak.

__ADS_1


Bu Tati menggeprak kaki Yanto yang berdiri di samping nya.


"Kalo ngomong jangan asal ihsss! Lu tuh bang!" semprottt bu Tati dengan wajah kesal.


"Sorry gak ada rem, Tat." celetuk bapak Yanto, menutup mulut nya dengan tangan nya.


"Kalian malah ngelawak." papa Baskoro menepuk kening nya dengan telapak tangan nya.


"Jadi gimana ini, Danu?" tanya papa Baskoro lagi pada Danu.


"Kamu di rumah aja ya! Biar aku yang ke rumah sakit!" tawar Danu, menatap Layla dengan memohon.


Layla menggeleng kepala nya. "Aku pengen lihat ayah." tolak Layla.


"Gak enak La, di sini ada ibu, bapak, Dea, papa, masa kamu malah gak ada!" seru Danu, mencoba biar Layla mengerti.


"Udah lu anter dah si Layla dulu, kali kalo udah ketemu ayah nya... ini bocah bakal tenang." ujar bapak Yanto, mencoba mengerti Layla.


Danu dan Layla kini berada di dalam mobil, menuju rumah sakit yang sudah di sebutkan pak Jono tadi di telpon.


"Apa masih jauh ka?" tanya Layla, entah sudah berapa kali pertanyaan yang sama terlontar dari bibir nya.


"Dikit lagi sampe La. Besok kamu masih ada ujian lo, jadi kita gak bisa lama ya di rumah sakit. Kita berharap aja ayah gak kenapa kenapa." ujar Danu dengan tatapan hangat.


'Ayah sakit apa ya? Tadi perasaan ayah baik baik aja! Apa ayah sakit tapi gak mau kasih tau aku?' pikir Layla, dengan tatapan lurus ke ruas jalan.


...🥀🥀🥀...


Bersambung...


Like dan komentar nya dong, 😅😅


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata...

__ADS_1


__ADS_2