
...🥀🥀🥀...
"I- ini yah... belajar buat besok. Kan tadi belajar nya, ba- baru juga beres. Iya kan mah?" Lulu meminta Sifanye membenarkan perkataan nya.
"Benar begitu, mah?" tanya Noval.
Sifanye mengaggukkan kepala nya. Belajar ngerjain anak kamu, biar di benci suami nya dan ayah mertua nya. Biar sekalian rumah tangga nya berantakan. Aku masih gak rela, Layla bisa menikah dengan pria kaya.
Noval menggiring Sifanye melangkah ke arah temlat tidur Lulu.
Noval mengeluss puncak kepala Lulu dengan penuh kasih sayang.
"Ayah seneng bisa liet kalian akur sama Layla, meski kalian berdua terlahir bukan dari rahim yang sama, tapi kalian tetap anak anak ayah yang paling ayah sayangi. Apa pun yang ayah miliki, pasti nanti nya untuk kalian berdua." terang Noval dengan sungguh sungguh.
"Anak kamu, ya anak aku juga yah!" ralat Sifanye.
"Terima kasih ya mah, selama ini kamu sudah mau menyayangi Layla. Sudah mau membagi kasih sayang mu untuk putri ku dari pernikahan ku yang sebelum nya." binar bahagia nampak di ke dua pelupuk mata Noval.
Sifanye mengelusss punggung Noval, memperlihatkan senyum manis nya pada sang suami.
Ora sudi sebenar nya gue yah, bagi sayang gue buat anak sialannn lu. Gara gara itu anak, lu nyalain gua mulu, kalo anak lu sakit lah, jatoh lah, apa lah. Gak inget lo, dulu gimana perlakukan lo ama gue pas baru nikah? umpat Sifanye, mengingat kembali perih nya perlakuan Noval pada nya.
...-----...
Layla yang terbangun lebih dulu, karena bunyi alarm yang terpasang di hape nya pun mengerjapkan ke dua mata nya.
Layla membuka mata kiri nya, merasakan ada sesuatu benda berat yang menindih perut dan ke dua kaki nya.
"Astaga, Danu!" Layla berjingkat dari tidur nya, membuat Danu yang memeluk erat tubuh Layla kini berguling ke arah lain.
"Emmmmmh apa sih, gak tau ngantuk apa! Ayo tidur lagi!" Danu kembali ingin memeluk Layla dengan mata yang masih terpejam, namun tangan Layla menyingkirkan nya lebih cepat.
Sreek.
"Bangun udah subuh ihsss, jangan tidur lagi!" rengek Layla, beranjak dari tempat tidur.
Bugh bugh bugh bugh.
__ADS_1
Layla memukulll mukulll wajah Danu dengan bantal guling, yang sebelum nya di jadikan pembatas di atas kasur untuk diri nya dan juga Danu. Namun di singkirkan Danu saat Layla sudah terlelap.
Sreek.
Danu menepis bantal guling dengan tangan nya.
Bugh.
"Akkkhhh!" pekik Layla dengan terkejut yang teramat.
Layla jatuh menindih dada bidang Danu, tanpa sadar Layla menatap intens wajah Danu yang masih terpejam. Layla menelan saliva nya dengan sulit.
Ya tuhan betapa beruntung nya aku ini, bisa milikin Danu sebagai suami, udah baik, soleh, bisa menghargai ku sebagai wanita yang masih pelajar ini, maksud aku gak nyentuh aku, gak aneh aneh gitu. Terima kasih Tuhan, kau kirimkan aku pria seperti ini. Pria yang mampu membawa ku ke luar dari ketidak nyamanan rumah ayah Noval dan ibu Tati.
Grap.
Ke dua tangan Danu melingkar pada tubuh Layla, membuat Layla tersadar dari lamunan nya.
"Da- Danu! Lo pura pura tidur? A- apa udah bangun?" Layla mencoba beranjak dari tubuh Danu, melepaskan tubuh nya dari pelukan Danu.
"Apa yag ada dalam pikiran kamu, La? Di saat mata ku terpejam, aku tau. Ada yang kamu pikirkan tentang ku, benar begitu? Sesuatu yang tidak bisa kau katakan, di saat ke dua mata ku terjaga, di saat kita saling menatap." terang Danu panjang lebar.
Kok apa yang Danu ucapin itu, bisa bener ya? Gue sulit buat ngaku kalo apa yang di ucapin Danu itu, benar.
"E- e- emm engga ko, jangan asal ngomong deh!" Layla kembali mencoba melepaskan diri dari Danu.
"Kenapa gak jawab? Benar kan apa yang aku bilang? Dalam hati kamu itu pasti mengakui, kamu gadis yang beruntung bisa milikin aku sebagai suami." terang Danu dengan menatap serius.
"I- itu kan pikiran kamu aja! Bi- bilang aja kamu yang beruntung dapetin aku, gadis manis yang masih sangat muda. Beda sama tante menor yang keliatan tua, hehehe!" kekeh Layla.
Danu mengerutkan kening nya. Otak nya berfikir keras, dengan apa yang di katakan Layla.
Siapa yang di maksud Layla? Tante menor?
Sreeek.
Bak belut yang licin, akhir nya Layla bisa lolos dari dekapan Danu.
__ADS_1
"Mikir aja terus, masa segitu aja gak tau. Tante menor itu siapa!" cibir Layla yang kini menghilang di balik pintu kamar mandi.
Danu beranjak dari tidur nya, dengan senyum tersungging.
"Awal yang indah." gumam Danu.
Ke dua nya mendirikan sholat subuh berjamaah, dengan Danu yang menjadi imam dan Layla yang menjadi makmum.
Dengan ke dua tangan yang mengadah, Danu berdo'a pada sang pencipta. Atas Rahmat yang sudah di berikan pada keluarga nya.
"Terima kasih ya Allah, atas Rahmat yang kau berikan pada keluarga hamba, jadi kan lah hamba seorang yang bisa membimbing istri hamba ke jalan mu, jadi kan lah keluarga kecil hamba... keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah. Berikan lah kesembuhan untuk nenek hamba. Jauhkan lah keluarga hamba, dari orang orang yang berniat berbuat jahat, amiiin."
Layla dapat mendengar doa yg di panjatkan Danu pada sang khalik. Ikut mengaminkan do'a sang suami.
Emang benar benar baik, dan benar benar beruntung. Ya Allah, kabulkan lah segala do'a do'a suami hamba, eh bujuk. Berarti aku udah ngakuin dia suami, hihihi. Tapi emang benar, Danu itu suami aku kan! Suami ideal, apa lagi kalo kita bakal di kasih anak, jadi bapak ideal hehehe.
Layla terkekeh sendiri, dengan apa yang ada di dalam pikiran nya perihal Danu.
Di pagi hari yang cerah itu, Danu dan Layla sarapan bersama. Setelah memasak nasi goreng bersama.
"Maaf ya, menu sarapan nya cuma ini!" ucap Danu.
Dalam hati yang senang, Layla keceplosan bicara. Mengutarakan apa ya selama ini tidak bisa ia katakan.
"Iya gak apa. Aku gak masalah mau sarapan apa, bisa sarapan dengan tenang begini aja udah Alhamdulillah buat aku." ucap Layla dengan ke dua kaki yang mengayun ayun di bawah meja.
Lagi lagi Danu di buat mengerutkan kening nya, mendengar jawaban Layla.
"Biasa nya kamu sarapan gak tenang, La?" tanya Danu ingin tau.
"Eh a- apa? Ta- tadi emang aku bilang apa?" kilah Layla.
"Gak ada, udah lanjut habiskan sarapan mu! Setelah ini kita langsung jalan ya! Kamu gak apa kan, kalo anter aku ke suatu tempat dulu." ucap Danu.
"Ke mana dulu? Bukan tempat yang aneh aneh kan? Kamu gak bakal macem macem kan?" cecar Layla dengan mode berjaga jaga.
Bersambung...
__ADS_1
...🥀🥀🥀...
Menuangkan segala ke haluan lewat kata. Dari kata menjadi kalimat. Dari kalimat yang terangkai menjadi sebuah karya 😅😅😅