Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Tidak bernyawa


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


Kreek, ceklek.


Danu memegang hendle pintu, mendorong nya ke dalam.


"Astagfirullah."


Danu tampak syok, melihat pemandangan di dalam rumah yang tampak kacau.


"Cari mama ka!" Layla langsung berlari, membuka pintu satu persatu. Mencari keberadaan Sifanye.


"Aku akan coba cari di kamar atas La, mungkin aja kan ada di sana!" Danu mengayunkan langkah kaki nya menuju lantai 2.


"Apa yang sudah terjadi dengan mama Sifanye?" gumam Layla pada diri nya sendiri.


Kamar kamar tampak kacau dengan barang pecah belah yang hancur berserakan di lantai.


Layla menajamkan pandangan nya pada salah satu dinding kamar, terdapat bercak darah yang sudah mulai mengering.


"Gak mungkin kan ini darah mama?" pikir Layla dengan kening mengkerut.


"Layla! Aku gak menemukan apa pun di lantai atas. Apa mungkin satpam itu tau apa yang terjadi dengan mama La?" tanya Danu setelah menghampiri Layla yang baru aja ke luar dari salah satu kamar.


"Kita harus cepat menemukan mama, ka!" seru Layla dengan tatapan kosong, dengan langkah yang gontai.


'Gak mungkin terjadi apa apa sama mama Sifanye, biar kata aku sering mendapat perlakuan buruk dari mama, tapi mama juga punya sisi baik ke aku... semoga gak terjadi apa apa sama mama, i- itu cuma darah orang jahat yang berniat mencelakai mama. Mama itu jahat, pasti punya cara untuk mengalahkan orang jahat.' batin Layla, meyakinkan diri nya sendiri.


"Mama pasti akan baik baik aja, La!" Danu merangkul Layla, mengelusss lengan Layla, meyakinkan ia tidak sendirian.


"Aku udah hubungi ayah, ayah sedang dalam perjalanan menuju ke sini." ucap Layla.

__ADS_1


"Kamu duduk sini, biar aku cari di tempat lain." Danu mendudukkan Layla di salah satu makan.


Layla yang hendak duduk, kini mengurungkan niat nya. Membuat Danu bertanya tanya.


"Kenapa La?" tanya Danu penasaran.


Layla menunjuk sebuah pintu kamar mandi yang ada di dapur itu.


"Biar aku coba lihat!" Danu mengayunkan langkah, mengikuti arah yang di tunjuk Layla.


Ceklek.


Danu langsung mengerutkan kening nya, menatap gak percaya dengan apa yang ia lihat.


'Astagfirullah, apa yang harus aku katakan pada Layla? Nasib orang jahat, berakhir tragis.' batin Danu, menatap tubuh Sifanye yang tergeletak dengan keadaan yang sangat mengenaskan.


Danu merogoh benda pipih nya, ke luar dari kamar mandi itu setelah memastikan Sifanye gak lagi bernyawa.


Layla mengerut kan kening nya, entah siapa yang di hubungi Danu, Danu tampak berbicara serius dengan seseorang di telpon.


"Apa yang ka Danu temukan? Di mana mama? Apa ka Danu menemukan mama? Siapa yang ka Danu hubungi?" cecar Layla, gak sabar ingin dengar apa yang akan Danu katakan pada nya.


"Kamu harus sabar ya, La!" Danu membawa Layla ke dalam dekapan nya, mengelusss punggung Layla.


"Apa nya yang sabar ka?" tanya Layla dengan hati yang tersayattt, mengadahkan wajah menuntut Danu untuk berkata jujur.


Belum sempat Danu menjawab nya, suara Noval lebih dulu menggama dari arah pintu masuk.


"Layla, Danu! Kalian gak apa apa kan?" tanya ayah Noval, melangkah cepat ke arah ke dua nya.


"Layla belum menemukan mama, yah!" ucap Layla tapi tatapan nya masih mengarah pada pintu kamar mandi, ruang yang tadi di lihat oleh Danu.

__ADS_1


"Kita tunggu pihak yang berwajib ya yah!" Danu menggiring Layla untuk ke luar dari rumah itu, di ikuti dengan Noval.


"Apa kamu menemukan sesuatu, Danu?" tanya ayah Noval dengan menyelidik.


Tanpa berkata, Danu menoleh ke arah pintu kamar mandi yang ada di dapur. Seolah menjawab apa yang di tanyakan Noval pada nya.


"Kalian tunggu ayah di luar!" ucap Noval dengan suara datar dan wajah tanpa ekspresi.


'Ada apa dengan Sifanye? Bukan ini yang aku inginkan dari perpisahan kami!' batin Noval dengan langkah yang berat, berjalan ke arah kamar mandi yang ada di dapur.


"Ayah mau ke mana, ka?" tanya Layla dengan tatapan menyelidik Danu.


Brugh.


Ke dua kaki Noval seakan tak bertulang, ia luluh dengan duduk tak berdaya di depan pintu kamar mandi, seakan gak percaya dengan apa yang ia lihat.


"Kenapa semua terjadi sama kamu, Sifanye!" seru Noval, menatap gak percaya tubuh Sifanye dalam keadaan tidak bernyawa dengan keadaan yang mengenaskan.


"Ayah?" Layla berbalik badan, berlari ke arah Noval berada.


"Apa___ ma ma Sifanye, yah?" ucap Layla dengan syok yang gak bisa lagi terhindar dari wajah nya.


Bersambung...


...🥀🥀🥀...


Like dan komentar nya dong, 😅😅


Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅


Hayo yang baca ampe scroll akhir. Kasih rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dong, biar makin semangat updat nya 😭😭

__ADS_1


__ADS_2