Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Ada yang membawa nya


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


"Kalo jalan tuh liat pake mata dong! Baju saya kotor nih!" omel pengunjung wanita dengan tatapan marah, pada pelayan yang tengah menunduk sambil meminta maaf.


"Maaf bu, saya gak sengaja. Tadi ada anak kecil yang menyenggol saya, jadi nya minuman itu tumpah mengenai baju ibu." jelas seorang wanita, yang mengenakan seragam pelayan restoran.


"Enak aja kamu pake nyalain anak kecil, anak kecil yang mana maksud kamu hah!" ujar pengunjung wanita dengan bertambah geram.


"Maaf bu, sa- saya minta maaf. Sa- saya benar benar gak tau." cicit pelayan lagi dengan gemetar, tangan meremasss ujung kemeja yang ia kenakan.


Grap.


Tangan Danu menahannn pergelangan tangan pengunjung wanita, yang siap mendarat di pipi karyawan nya.


"Berani nya kamu menahan tangan saya! Siapa kamu! Pengunjung juga!" Ros menghempaskan tangan Danu dari pergelangan tangan nya.


"Pelayan ini kan sudah minta maaf, kenapa anda masih ingin menampar nya juga?" tanya Danu enggan menjawab pertanyaan si pengunjung.


"Kamu lihat baju saya! Ini mahal, pelayan ini gak becus kerja nya, saya mau pelayan ini di pecat saat ini juga!" ucap pengunjung wanita, menunjukkan arogansi nya.


"Tolong pak, jangan pecat saya. Saya butuh pekerjaan ini!" si pelayan mengatupkan ke dua tangan nya, dengan tatapan memohon pada Danu.


"Maaf, ada apa ini?" tanya Jaya dengan tatapan bingung.


Jaya kini berdiri di antara pengunjung yang tadi marah marah, Danu dan pelayan yang gak sengaja menumpahkan minuman ke baju pengunjung wanita.


"Kamu selesai kan masalah nya! Jangan pecat yang gak bersalah." ujar Danu yang berlalu pergi meninggalkan ke tiga nya.


Danu kembali ke meja yang ia tempati bersama dengan Layla.


"Untung aja kaka cepat datang, kalo gak ... pasti itu si mbak nya udah kena tampar ka." ujar Layla, yang melihat dengan mata kepala nya sendiri.


"Iya, kamu gak langsung makan aja La!" tanya Danu yang melihat makanan yang tersaji masih utuh di atas meja.


"Tunggu suami ku!" seru Layla dengan suara pelan.


Danu yang mendengar nya merasa tersanjung, di harga oleh Layla.


"Iya udah, kita makan sama sama. Laen kali, kamu langsung makan aja! Gak usah tunggu aku!" Danu menyantap makanan nya, sesekali ia menyuapkan nya untuk Layla dengan tangan nya.


"Oh iya La, gimana menurut kamu. Suka gak sama konsep restoran ini?" tanya Danu, tatapan nya mengedar ke arah sport restoran yang terdapat area bermain anak, ada juga ruang yang bersifat privat.


"Bagus, ide kaka ini emang gak ada abis nya. Nemu aja konsep kaya gini. Unik tapi nyata." puji Layla.

__ADS_1


Kini Layla menikmati es krim, hidangan pencuci mulut. Sementara Danu hanya mengamati nya saja, sesekali benda pipih nya mengambil gambar Layla secara sembunyi sembunyi.


"Makan nya pelan pelan La, gak usah buru buru." goda Danu, jempol nya menyeka cairan es krim yang tertinggal di bibir bawah Layla.


"Hehehe ini enak, mau gak!" Layla menawarkan Danu es krim milik nya.


"Buat kamu aja, aku masih kenyang." tolak Danu.


"Habis ini kita mau ke mana?" tanya Layla.


"Toilet nya di mana ka?" tanya Layla dengan celingukan.


"Ada di sana, mau aku antar?" Danu menunjuk toilet wanita dengan tangan nya.


"Gak perlu, aku bisa sendiri. Tunggu di sini aja!" tolak Layla, berjalan meninggalkan Danu menuju toilet wanita.


"Ihs gila, ini toilet restoran apa kamar, gede ihs, mantep. Kepikiran aja lagi nih ka Danu punya konsep restoran kaya gini! Beda banget sama restoran yang kelola sama bapak." ujar Layla, memasuki sebuah ruang bertuliskan toilet wanita di depan pintu.


Layla memasuki salah satu bilik toilet, dan gak lupa mengunci nya, gak lama terdengar Layla menyalakan keran air.


Ceklek.


Mita yang sejak tadi mengawasi pergerakan Layla, gak buang kesempatan. Langsung mengunci pintu bilik yang di dalam nya terdapat Layla. Ia bahkan menempelkan tulisan di daun pintu nya.


Kreng.


Dengan sengaja, Mita melempar kan sebuah botol berukuran kecil, ke dalam bilik toilet yang di masuki Layla lewat celah bawah bilik toilet.


"Gue harap lo bakal buka itu penutup nya, dan setelah itu hehehehe." Mita berseringai dengan tatapan licik.


Danu yang masih berada di meja, masih setia menunggu Layla dengan sesekali melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya.


"Apa cewek kalo lagi kebelattt bisa selama ini ya?" tanya Danu pada diri nya sendiri, mengingat sudah lima belas menit Layla belum juga kembali dari toilet.


Danu menyusul Layla, meminta tolong pada salah seorang karyawan nya untuk masuk ke dalam toilet, mengecek keberadaan Layla sang istri.


"Maaf pak, di dalam gak ada bu Layla." ujar Asih pada Danu.


"Yakin kamu, Layla gak ada di dalam? Coba kamu periksa lagi, istri saya itu tadi bilang mau ke toilet." kekeh Danu.


"Udah saya cek berkali kali pak, emang gak ada. Apa bu Layla udah ke luar duluan pak?" pikir Asih.


Tanpa menunggu lagi, Danu yang gak percaya dengan apa yang di katakan Asih. Langsung masuk ke dalam, setelah meminta Asih untuk berjaga di luar.

__ADS_1


"Sialll, ke mana Layla pergi? Gak mungkin Layla pergi gitu aja! Ini pasti ada yang membawa nya! Tapi siapa!" Danu menggaruk kepala nya dengan frustasi.


'Jangan sampai Layla kenapa kenapa, sudah cukup kejadian tempo hari, aku gak boleh membiarkan hal itu terulang kembali!' gerutu Danu dengan gelengan kepala, dengan tatapan yang sulit percaya dengan apa yang akan menimpa Layla.


"Benar gak ada kan pak?" tanya Asih ragu, melihat Danu dengan wajah teganggg.


"Panggil petugas keamanan." titah Danu pada Asih.


Asih berlari ke arah petugas keamanan berjaga.


"Jaya!" Danu berseru dengan tangan melambai ke arah Jaya.


"Ada apa Tuan?" tanya Jaya, yang melihat Danu dengan wajah gak karu karuan.


Gak lama Asih kembali dengan beberapa petugas keamanan.


"Ada apa kami di kumpulkan di sini, pak?" tanya seorang petugas keamanan.


"Saya minta, jangan biarkan satu mobil pun meninggalkan restoran ini! Tutup semua akses ke luar dari restoran ini. Cari istri saya dalam keadaan hidup!" titah Danu dengan tegas, tangan nya mengepalll kencanggg.


"Ada apa dengan Nona, Tuan?" tanya Jaya dengan bingung mendengar perintah Danu.


"Ada yang mencoba menyembunyikan Layla dari ku! Siapa yang menemukan nya, akan ku berikan imbalan. Tapi jika sampai satu jam ke depan Layla gak ketemu, kalian tau sendiri apa akibat nya!" ucap Danu dengan penuh penekanan.


"Kami akan mencari nya pak." ucap petugas keamanan, setelah melihat wajah Layla dari benda pipih Danu.


Para petugas keamanan menjalankan perintah dari Danu. Sementara Asih dan Jaya, tanpa sadar masih sibuk dengan pemikiran nya sendiri sendiri.


"Siapa yang menyembunyikan Nona Layla?" gumam Jaya.


"Apa ini ada hubungan nya dengan Mita?" gumam Asih pelan, namun masih bisa di dengar Danu.


"Siapa itu Mita, Asih? Kamu bisa jelaskan pada saya kan?" tanya Danu.


...🥀🥀🥀...


Bersambung...


Like dan komentar nya dong, 😅😅


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata...

__ADS_1


__ADS_2