Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Lulu


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


Arsandi menatap Lulu dengan datar. 'Mungkin itu balasan buat orang yang suka berbuat jahat sama saudara nya sendiri.'


"Saya langsung balik ya om, selamat beristirahat." ucap Arsandi pada Noval, ke dua mata hya enggan menoleh ke arah Lulu.


"Sekali lagi, terima kasih banyak ya nak! Berkat kamu dan tim mu, om bisa membawa Lulu kembali pulang dengan selamat. Maaf jika tadi om hampir mengacaukan rencana awal kita." ujar ayah Noval sedikit menyesali perbuat nya yang lepasss kendali.


"Saya bisa mengerti itu kok om. Kalo begitu saya duluan om!" pamit Arsandi.


Arsandi langsung bergegas menuju gerbang rumah Noval, menaiki mobil nya yang di kemudian rekan nya.


'Gue rasa Arsandi itu cukup keren juga. Gak kalah keren sama Danu. Tapi La, liet pembalesan dari gue, gara gara lo. Nasib gue jadi buruk kaya gini! Gue hancur, lo juga harus hancur La!' batin Lulu yang kini di bawa ke dalam kamar nya dengan di gendongan Noval.


"Akhir nya Nona kecil ketemu juga, Tuan!" seru Lastri, yang menyambut kepulangan sang Tuan.


"Iya bi, anterin makanan untuk Lulu ya bi! Sekalian hubungi dokter keluarga kita." titah Noval.


"Baik Tuan." ujar Lastri yang langsung bergegas ke dapur.


Bugh bugh bugh.


"Noval, buka pintu nya! Aku ingin ke luar! Aku ingin menemui Lulu!" suara teriakan Sifanye, terdengar nyaring saat kaki Noval melangkahkan menaiki anak tangga.


"Kenapa dengan mama, yah? Ayah mengunci mama di kamar? Ayah gak lagi bertengkar dengan mama kan?" tanya Lulu dengan mengadahkan wajah nya, menatap Noval dengan tanya.


"Gak usah perdulikan mama kamu, yang terpenting sekarang kamu harus sehat, jaga kondisi kesehatan kamu. Kamu bersih bersih, makan, nanti dokter akan memeriksa kondisi kamu." ujar Noval dengan penuh perhatian.


Noval menurunkan anak gadis nya itu di depan kamar mandi.


"Bibi akan siapkan kamu pakain ganti ya, nak!" ujar Noval di balik pintu, setelah membiarkan Lulu menghilang di balik pintu kamar mandi.


Noval menunggu ke datangan dokter keluarga di ruang kerja nya, sambil ia menghubungi Danu.


[ "Gimana keadaan Layla, nak? Apa anak itu makan dengan baik?" ] tanya Noval, setelah sambungan telpon nya di jawab Danu.


^^^"Layla baik yah, udah mulai makan, meski belum banyak. Gimana dengan misi penyelamatan yah? Lancar kan?"^^^


[ "Alhamdulillah berjalan dengan lancar, nak... terima kasih ya nak. Sudah mau membantu ayah untuk menemukan Lulu." ]


^^^"Iya yah, sudah kewajiban Danu membantu ayah. Ayah Noval kan ayah Danu juga. Maaf nih yah, apa ayah sudah menceritakan pada Lulu?"^^^


Noval menghembuskan nafas dengan kasar, sebelum ia menjawab pertanyaan Danu.

__ADS_1


[ "Sulit bagi ayah untuk mengatakan nya nak. Apa lagi melihat kondisi Lulu yang tampak memprihatinkan saat ayah menemukan nya. Ayah gak sanggup untuk mengatakan nya." ]


^^^"Iya udah, tapi saran Danu. Seburuk apa pun berita nya, lebih baik ayah mengatakan yang sebenar nya pada Lulu, tanpa ada yang di sembunyikan. Dari pada Lulu tau dari orang lain, lebih baik ayah atau mama Sifanye yang mengatakan nya sendiri."^^^


[ "Iya nak. Maaf ya, malam malam begini ayah menggangu waktu istirahat mu!" ]


^^^"Iya yah, ayah jaga kesehatan. Layla juga pasti bakal sedih kalo ayah gak jaga kesehatan ayah." terang Danu sebelum sambungan telepon nya ia putis kan.^^^


Tok tok tok.


Pintu ruang kerja Noval di ketuk dari luar.


Ceklek.


"Tuan, dokter Ali sudah datang." seru Lastri penuh hormat.


Nampak di belakang Lastri, seorang dokter pria paruh baya dengan kaca mata bertengger di hidung nya, dengan mantal yang menutupi setelan tidur yang tengah ia kenakan.


Dengan gerakan tangan nya, Noval menyuruh Lastri untuk pergi.


"Akhir nya kamu dateng juga, dok!" seru Noval yang langsung menggiring dokter Ali menuju lantai 2, kamar Lulu berada.


"Kamu itu harus membayar ku 3x lipat, kamu tau... kamu sudah mengganggu waktu tidur ku!" omel Ali dengan berpura pura marah.


Dokter Ali mengerutkan kening nya. "Putri mu yang mana?" tanya dokter Ali, membenarkan posisi kaca mata nya.


'Apa mungkin Soni sudah berbuat buruk sama Lulu? Tapi Lulu itu darah daging nya, masa ada seorang ayah yang tega terhadap putri kandung nya sendiri?' batin Noval.


"Putri ku Lulu." jelas Noval.


Bugh bugh bugh.


Suara Sifanye terdengar lagi, setelah terdengar suara gedorannn pintu dari kamar lain yang ada di lantai 1. Saat ke dua nya hendak menaiki anak tangga.


"Noval buka pintu nya! Kamu gak bisa giniin aku! Aku mau tau keadaan putri ku, Noval! Aku ini masih istri mu, Noval!" seru Sifanye dengan suara yang terdengar parau, setelah 1 hari terus berteriak tanpa boleh ke luar dari kamar.


"Ada apa lagi dengan istri mu?" tanya dokter Ali, menatap Noval dengan menyelidik.


"Sebentar lagi aku akan menceraikan nya!" ujar Noval tegas, dengan langkah kaki yang terus melangkah.


Dokter Ali tampak terkejut dengan kabar yang di berikan Noval. "Kamu serius Noval? Ada masalah apa dengan kalian? Setahu ku rumah tangga kalian adem adem aja." terang dokter Ali.


"Jangan membohongi ku, kau pikir aku tidak tau kabar miring rumah tangga ku?" ejek Noval.

__ADS_1


"Yah ku pikir kabar burung itu tidak benar." ujar dokter Ali yang gak bisa lagi menutupi nya.


Bugh prang tang prang tang prang.


"Pergi! Jangan dekati aku, pergi kalian! Aku mau pulang! Lepasss!"


Bunyi berbagai barang pecah terdengar dari kamar Lulu, di susul dengan suara teriakan Lulu yang histeris di sertai tangis.


'Bukan nya itu suara Lulu? Ada apa dengan putri ku?' batin Noval.


'Apa yang sudah di alami Lulu, hingga membuat nya histeris seperti itu?' tanya dokter Ali dalam benak nya.


Membuat Noval dan dokter Ali saling bersitatap dengan penuh tanya, lalu mempercepat langkah kaki ke dua nya.


Tap tap tap tap.


Sementara si mbok, Lastri dan beberapa pekerja rumah tangga yang kebetulan tinggal di sana pun ikut di buat panik.


"Mbok aja yang liet, mbok kan senior. Sekalian bawain minum, kali aja non Lulu butuh minum." bujuk Lastri.


"Nah benar itu, coba mbok liet ke atas. Mana Nyonya juga lagi di kunciin sama Tuan. Astagaaa apa yang menimpa keluarga Tuan ya mbok?" tanya pak supir.


"Coba saya liet dulu." si mbok memberanikan diri naik ke lantai atas, dengan membawa segelas air putih dan teh manis hangat untuk Lulu.


"Kamu buatin kopi buat dokter Ali, sekalian buat Tuan juga." jelas si mbok sebelum melangkah meninggalkan dapur, dengan menatap ke arah Lastri.


"Beres itu mbok!" langsung mengacungkan jempol nya.


Ceklek.


Noval membuka pintu kamar Lulu yang gak terkunci.


Noval dan dokter Ali membola, terkejut dengan kamar yang berantakan dengan apa saja yang berserakan di atas lantai.


"Astagaaa Lulu, apa yang kamu lakukan?" teriak Noval dengan berlari ke arah Lulu.


...🥀🥀🥀...


Bersambung...


Like dan komentar nya dong, 😅😅


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...

__ADS_1


...Kehaluan semata...


__ADS_2