
...🥀🥀🥀...
Danu menggelengkan kepala nya. 'Ini bocah demen banget ngeledekin gwe, awas ya!' batin Danu.
"Aaakkkkkk sereeeem!" pekik Layla dengan tangan memeluk lengan Danu, dan menyembunyikan wajah nya di lengan Danu pula.
"Hehehehe, gak serem lah segitu mah!" ledek Danu dengan tangan mengelusss kepala Layla.
'Sialannn gue yang kemakan omongan gue sendiri! Kamprettt nih orang! Cari kesempatan!' gerutu Layla dalam hati.
Bugh.
Layla mengarahkan kepalan tangan nya pada lengan Danu.
"Kamu cari kesempatan?" sungut Layla, menoleh kembali ke arah layar.
^^^"Sttttttt, jangan berisik!" seru penonton lain nya.^^^
^^^"Tau tuh, lanjut berantem nya di luar aja! Ganggu orang nonton aja!" omel pengunjung lain nya.^^^
^^^"Berisik lo pada!" seru pengunjung lain nya.^^^
Layla bersungut sungut, menatap jengkel Danu, tapi merutuki diri nya sendiri dalam hati.
'Kenapa juga gue jadi takut gini! Hantu itu gak serem serem amat, malah lebih serem mama Sifanye sama bapak Yanto kalo lagi marah, suka maen pukul. Tapi ini malah gue takut sama hantu yang cuma di layar gitu!'
"Minum ini!" Danu mengarahkan soft dring yang ia beli tadi ke depan bibir Layla.
"Bisa sendiri juga." ucap Layla setelah menyeruput minuman nya, lalu Danu menarikkk kembali minuman nya.
"Sekarang ngemil ini! Biar makin horor!" seru Danu, dengan tangan merangkul bahu Layla dan menyuapkan nya popcorn.
"Aku bisa sendiri ka!" ucap Layla dengan mulut yang mengunyah popcorn.
"Akkkkhhh!" pekik Layla bersembunyi di lengan Danu, saat layar besar menampilkan sosok menyeramkan di mata nya.
Layla membuang nafas nya kasar, dengan posisi membungkuk, ke dua tangan bertumpu pada ke dua lutut nya.
"Akhir nya aku bisa terbebas juga dari si horor. Gilaaaa gak mikir apa itu sutradara, serem banget buat film nya!" gerutu Layla.
Danu berseru dengan tangan yang menepukkk nepukkk punggung Layla yang tengah membungkuk, membuat Layla menoleh ke arah suami sekaligus guru pengganti itu nya itu.
Pluk pluk pluk.
"Sudah sudah, gak ada guna nya lagi terus mengomel. Apa kamu masih berminat untuk menonton film horor lagi sayang?" tanya Danu, dengan alis yang naik turun.
"Kaka sedang meledek ku? Aku kasih tau ya! Dulu tuh aku gak pernah takut sama film horor, tapi gak tau sekarang... kenapa aku jadi takut ya?" ujar Layla, dengan tangan kiri di pinggang, tangan kanan nya menggaruk garuk kening nya.
"Udah gak usah banyak mikir, nanti kening mu makin melebar! Kita lanjut lihat lihat toko aja! Mungkin ada yang ingin kamu beli, sayang!"
__ADS_1
Ke dua nya ke luar masuk toko pakaian, buku, aksesoris, dan perhiasan. Ada aja yang di beli Danu untuk Layla.
"Kita masuk ke sana dulu!" ujar Danu, mengajak Layla memasuki toko sendal.
"Gak usah ka, kita langsung balik aja!" tolak Layla.
"Sebentar sayang, mungkin di dalam ada yang cocok dengan mu!" ucap Danu, gak mau di bantah.
Danu menggenggammm jemari Layla, dengan tangan lain yang membawa paper bag belanjaan.
"Tapi ini udah banyak ka!" Layla memperlihatkan paper bag yang ia bawa di ke dua tangan nya.
"Gak apa sayang, uang ku gak akan habis hanya untuk membelanjakan mu. Siapa suruh kamu tidak menggunakan ATM yang aku berikan!" ucap Danu dengan bibir tersungging.
^^^"Selamat datang di toko sendal semen!" seru karyawan toko, yang berdiri menyambut pengunjung.^^^
Ke dua nya masuk ke dalam toko, di manjakan dengan sendal yang lucu dan unik untuk pria dan wanita.
Bukan hanya sendal, tapi juga menyediakan sepatu, kaos kaki serta hal yang menyangkut alas kaki.
"Ini lucu ka! Untuk pasangan muda mudi, sangat cocok di pakai di rumah. Sangat nyaman." tawar seorang karyawan toko, membawa sepasang sendal bulu berbentuk wajah rubahhh.
"Apa masih ada lagi? Kalo ada, boleh 1 lagi. Gambar yang berbeda ya!" pinta Danu, tanpa bertanya ke Layla.
Layla hanya bisa geleng geleng kepala, dengan menghembus kan nafas kasar.
^^^"Terima kasih, selamat datang kembali!" ucap karyawan toko dengan wajah senang. Setelah Danu dan Layla meninggalkan toko nya.^^^
Di dalam mobil, setelah puas bermain di mall.
"Itu semua belanjaan siapa ka?" tanya Layla, dengan tatapan ke arah kaca spion mobil.
"Tentu saja belanjaan kamu, sayang!" ucap Danu, dengan tangan sibuk pada setir kemudi.
"Jangan hilaf lagi! Aku gak mau ke mall lagi bareng kaka, apa lagi cuma berdua!" gerutu Layla.
"Kenapa?" tanya Danu, menoleh sesaat.
"Pake tanya kenapa, ngabisin duit!" sungut Layla.
"Ya gak lah. Lagi juga aku belanjain uang aku buat istri aku sendiri! Gak ada masalah nya dong, sayang!"
"Hem!"
'Susah kalo ngomong sama ini orang! Gak mau ngalah! Selalu mau nya menang sendiri!' gerutu batin Layla.
...---...
Keesokan pagi nya.
__ADS_1
Ceklek.
"Pagi sayang!" ka Danu kenapa belum juga siap?" tanya Layla yang baru aja ke luar dari kamar mandi.
"Menunggu mu, pakaikan aku baju! Ayo pasangkan kancing nya!" seru Danu, dengan kemeja yang belum terkancing di badan nya.
Danu melangkah menghampiri sang istri dengan pasti, sementara Layla masih terpaku di depan pintu kamar mandi.
Grap.
"Tunggu apa lagi? Ayo pasangkan!" titah Danu, mengarahkan jemari Layla pada pada kancing kemeja nya.
"Biasa nya Danu yang menyiapkan apa apa untuk ku, tapi kenapa sekarang terbalik?" tanya Layla dengan tatapan penuh tanya.
Hap.
Bukan nya menjawab, Danu langsung menggendong Layla yang baru aja selesai dengan mengkancingggg kemeja nya.
"Aku bisa sendiri!" seru Layla, saat Danu melangkah ke arah walk in closed.
"Aku bantu!" ucap Danu.
"Aku merapihkan diri ku sendiri, kaka merapihkan diri kaka sendiri. Kalo kaya gini, aku bisa telat ke sekolah ka!" tolak Layla, sembari memberi alasan.
"Gak akan telat." ucap Danu meremehkan.
Ke dua nya turun dari kamar, dengan wajah Layla yang cemberut.
"Maaf sayang, kita gak akan telat kok!" bujuk Danu, menggenggammm jemari Layla.
"Gak telat apa! Kaka aja yang sarapan, aku gak mau. Aku tunggu di mobil!" ucap Layla mendahului Danu yang berbelok ke ruang makan.
"Nanti kamu bisa sakit, ayo sarapan dulu sayang! Layla! La!" seruan Danu sama sekali gak di gubris Layla.
"Anak itu!" gerutu Danu.
"Buatkan 2 bekal sarapan untuk ku dan Layla ya, mbok!" titah Danu, duduk di kursi.
"Baik Tuan." ucap si mbok.
Beberapa menit kemudian. Danu ke luar dengan membawa 2 buah bekal di tangan nya.
"Pak, Layla kemana?" tanya Danu pada pak satpam.
Bersambung...
Like dan komentar nya dong, 😅😅
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
__ADS_1