Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Satu rahasia besar


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


"Anak harammm? Gak jelas ayah biologis nya?" cicit Arsandi, membuat Mery membola dengan menganga sempurna.


"Saya belum ngomong, kenapa bisa tau arah pembicaraan kita ini?" tanya Mery dengan gelengan kepala, gak percaya dengan apa yang katakan Arsandi.


Arsandi mengelusss puncak kepala Mery, beranjak dari duduk nya. Hingga Mery hanya bisa melihat punggung Arsandi yang menjulang di depan nya.


"Gak ada satu pun yang bisa kamu sembunyikan dari ku, Mery! Kamu lupa dengan siapa kamu berhadapan? Aku bahkan tau dengan siapa kamu bergaul, dan aku gak mempermasalahkan nya, karena aku tau... kamu bisa menjaga diri mu dengan baik meski terlihat urakan!" ucap Arsandi panjang lebar, memasukkan tangan kiri nya ke dalam saku celana nya.


"Kamu!" sungut Mery dengan jengkel.


Arsandi berbalik badan, hingga tatapan nya beradu pandang dengan Mery.


"Aku ini yatim piatu, di titipkan di panti. Lalu bertemu dengan Tuan Danu, beruntung saat itu ada sepasang suami istri yang berbesar hati mau merawat kam--- huffhhh!"


Arsandi buru buru membuang nafas nya kasar, dengan menggaruk kepala nya yang gak gatal. Saat melihat ada yang salah jika di teruskan dengan kata kata nya.


"Kam apa? Kamu atau kami? Kenapa kamu bisa bertemu dengan Tuan Danu di panti?" tanya Mery dengan menyelidik.


'Aneh, seperti ada yang di tutupi. Tapi apa?' batin Mery penuh tanya.


Arsandi mencengrammm lembut ke dua lengan Mery. "Sudah lah, tidak penting. Yang harus kamu tau, kamu sudah membuang waktu paman Baskoro dan Tuan Danu! Mau aku tidak dapat jatah cuti untuk malam pernikahan kita? Hem!"


Sreek.


"Akkhhhh!"


Arsandi menarikkk lengan Mery, hingga ke dua nya berdiri dengan jarak yang sangat dekat. Ke dua tangan Mery mendarat di dada bidang Arsandi. Sementara ke dua tangan Arsandi mendarat di pinggulll Mery.


'Dia lagi teganggg apa lagi cemas? Detak jantung nya kencanggg banget!' batin Mery, menelan saliva nya dengan sulit saat tatapan nya teralihkan pada bibir tipis Arsandi yang tampak menggoda.


'Hampir saja aku keceplosan, jika aku dan Tuan Danu di pertemukan di panti, sama sama di adopsi keluarga Baskoro dan ibu Devinta. Hanya beda nya, aku di rawat si mbok. Dan Tuan Danu di jadikan anak mereka.' batin Arsandi.


"Jangan terlalu banyak berfikir! Aku masih punya satu rahasia besar untuk mu! Tapi aku tidak akan mengatakan nya sekarang." ujar Arsandi berbisik di telinga Mery.


Bugh.

__ADS_1


Mery memukulll dada bidang Arsandi, saking kesal nya.


"Menjengkelkan!" sungut Mery.


"Apa? Bukan nya kau senang, aku tidak mempermasalhkan nya? Jadi tunggu apa lagi! Ayo temui bibi dan mereka yang sudah menunggu di luar!" cicit Arsandi, merangkul bahu Mery.


"Berdandan lah untuk ku aja!" bisik Arsandi lagi di telinga Mery.


"Ini bukan aku yang mau, tapi bibi yang memaksaaa!" sungut Mery kesal, dengan pipi merona.


'Muka gue udah kaya lenonggg begini, di bilang dandan di depan dia aja. Dasar pak Arsandi gila! Bisa bisa nya ini orang minta gue dandan di depan dia! Ogah, gak tau apa ini gatel! Gatel pengen cuci muka!' gerutu Mery.


'Apa jadi nya jika paman Baskoro dan Mery saling tau? Apa ke dua nya bisa saling berdamai?' Arsandi tersenyum, menyembunyikan rasa khawatir nya yang mulai menggerogotiii hati nya.


Ceklek.


"Kenapa kalian lama sekali?" tanya Danu dengan kesal.


Layla menghampiri Mery. "Bang Arsan gak ngapa ngapain kamu kan?" tanya Layla dengan tatapan memusuhi Arsandi, menggenggammm erat jemari Mery.


"Ehem, seperti nya kita ini udah salah mengkhawatirkan ke dua nya. Apa kalian gak perhatikan ke dua nya!" cicit Baskoro dengan kening mengkerut.


"Ihsss kalian ini gak ada yang pekaaa!" sungut Baskoro jengkel, menyandarkan punggu nya pada sandaran kursi.


"Tangan, kalian apa tidak memperhatikan nya?" celetuk sang bibi dengan tatapan tertuju pada tangan Arsandi yang merangkul bahu Mery, sang ponakan nya.


Mery menepis tangan Arsandi, dengan wajah semakin merah bak tomat matang, ia kembali duduk pada kursi nya dengan menarikkk Layla yang mengikuti langkah nya.


"Kamu gak berkata yang aneh aneh kan Mer? Arsandi gak akan membatalkan niat nya untuk menikahi mu kan?" tanya sang bibi pelan.


"Jadi gimana nih keputusan nya Mery?" tanya Danu.


"Kamu setuju kan Mery, menikah dengan Arsandi?" tanya Baskoro.


"Kapan kalian putuskan untuk menikah? Jangan lama lama Mer! Kasian Arsandi, pasti di buat iri melihat Danu dan Layla yang terus bersama!" goda Yanto.


"Bapak! Jangan bawa bawa Layla! Kita kan lagi bahas bang Arsan sama Mery!" seru Layla dengan bibir mengerucut, nama nya ikut terserettt oleh si bapak sambung.

__ADS_1


"Ahahahha kamu ini La, jangan malu gitu. Ini suasana udah teganggg banget, apa kalian gak gerahhh?" goda Yanto lagi.


"Serius Yanto! Kita bukan lagi main main!" seru Noval dengan jengkel.


"Siapa bilang main main, aku juga tau kita ini lagi serius." sungut Yanto.


"Udah pak, ayah! Tenang ya! Kita tanyakan tanggal pernikahan pada ke dua calon pengantin!" ucap Danu, menengahi ke dua nya.


Arsandi dan Mery menjawab dengan berbarengan, dengan jawaban berbeda.


"Lusa!" seru Arsandi.


"1 tahun lagi!" seru Mery.


"Apa? Jadi yang benar yang mana? Lusa atau 1 tahun lagi?" tanya Baskoro, melirik ke dua nya secara bergantian.


"Lusa!" seru Arsandi tegas.


"1 tahun lagi!" seru Mery tegas, melotot Arsandi.


"Itu kelamaan untuk ku! Kau mau membuat ku gila, menunggu mu terlalu lama? Apa lagi yang kau tunggu Mery!" sungut Arsandi menggaruk kepala nya frustasi.


"Masih ada hal yang ingin aku cari tahu! Siapa ayah biologis ku!" seru Mery dengan tatapan memelasss pada Arsandi.


"Gak mungkin kamu cari tahu Mer, kita gak ada bukti apa apa, orang yang bisa kita tanyain sudah gak ada. Cuma mama kamu yang tau." ucap bibi, mengelusss punggung Mery.


Mery menatap Arsandi penuh tanya. 'Bukan kah pak Arsandi bilang, masih ada 1 rahasia besar lagi. Apa itu ayah biologis ku? Atau hal lain yang gak aku tahu?' batin Mery menerka nerka.


Arsandi menggelengkan kepala nya, dengan jari telunjuk yang ia tempelll kan di depan bibir nya.


"Ada apa? Apa kamu tau sesuatu Arsandi?" tanya Danu ingin tahu.


...🥀🥀🥀...


Bersambung...


...Kehaluan semata...

__ADS_1


⭐⭐⭐⭐⭐ kalo mau update banyak 🤸🏼‍♀️🤸🏼‍♀️🤸🏼‍♀️🤸🏼‍♀️


__ADS_2